Indonesia Shopping Festival 2026 Hadir Selama 17 Hari, Siapkan Beragam Diskon Belanja
Kemendag Dukung Indonesia Shopping Festival 2026, Targetkan Transaksi Rp 38 Triliun dalam 17 Hari
Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Indonesia Shopping Festival 2026 (ISF 2026), program belanja nasional yang akan digelar serentak di ratusan pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia. Tahun ini, penyelenggara menargetkan nilai transaksi mencapai Rp 38 triliun, meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp 25 triliun.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, mengatakan ISF 2026 menjadi penyelenggaraan kelima sejak pandemi Covid-19. Menurutnya, ajang tersebut telah berkembang menjadi salah satu penggerak konsumsi masyarakat sekaligus instrumen pendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“ISF ini setidaknya setelah Covid yang kelima. Kalau kita lihat dari tahun 2025, transaksi yang dicapai oleh ISF sekitar Rp 25 triliun. Tahun ini targetnya meningkat menjadi Rp 38 triliun,” ujar Iqbal dalam Press Conference ISF 2026 di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Dengan target tersebut, penyelenggara berharap terjadi tambahan transaksi sekitar Rp 13 triliun dibandingkan tahun lalu. Iqbal menilai optimisme tersebut tetap realistis meskipun perekonomian global masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian geopolitik hingga perlambatan ekonomi di sejumlah negara.
Menurutnya, peningkatan transaksi ritel melalui ISF akan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional yang masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga.
“Konsumsi rumah tangga masih menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Struktur pertumbuhan ekonomi kita lebih dari separuhnya ditopang oleh konsumsi masyarakat, selain investasi dan ekspor,” katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga selama ini berkontribusi lebih dari 50 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Karena itu, berbagai program yang mendorong aktivitas belanja masyarakat dinilai mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap sektor perdagangan, industri, logistik, hingga pariwisata.
Iqbal menegaskan Kemendag tidak hanya memberikan dukungan simbolis terhadap penyelenggaraan ISF 2026, tetapi juga siap memfasilitasi berbagai kebutuhan agar program tersebut berjalan optimal.
“Komitmen Kementerian Perdagangan tentu saja mendukung kegiatan ini, tidak hanya mendukung tetapi juga memfasilitasi berbagai kebutuhan yang diperlukan,” ujarnya.
Selain meningkatkan transaksi ritel modern, pemerintah juga ingin menjadikan Indonesia Shopping Festival sebagai sarana memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui partisipasi dalam pusat perbelanjaan, produk-produk lokal diharapkan semakin dikenal dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
“Kami menginginkan Indonesia Shopping Festival ini menjadi sarana bagi usaha mikro untuk mendapatkan akses pasar yang lebih baik kepada masyarakat,” tambah Iqbal.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (DPP APPBI), Alphonzus Widjaja, menjelaskan bahwa ISF 2026 akan berlangsung selama 17 hari, mulai 7 hingga 23 Agustus 2026.
Menurutnya, festival tersebut akan dilaksanakan secara serentak di 407 pusat perbelanjaan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Selama periode tersebut, masyarakat akan mendapatkan berbagai program promosi, diskon besar-besaran, penawaran khusus, hingga kegiatan hiburan yang melibatkan tenant ritel dan merek nasional maupun internasional.
“Indonesia Shopping Festival 2026 akan diselenggarakan pada tanggal 7 sampai dengan 23 Agustus 2026 di 407 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia,” kata Alphonzus.
Ia menambahkan, ISF 2026 merupakan hasil kolaborasi tiga organisasi utama sektor ritel dan pusat perbelanjaan, yakni Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), dan Himpunan Retail dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPINDO).
Meski melibatkan tiga asosiasi, koordinasi pelaksanaan festival tahun ini dipercayakan kepada APPBI. Menurut Alphonzus, sinergi antarpelaku industri ritel menjadi faktor penting untuk mencapai target transaksi yang telah ditetapkan.
“Untuk ISF, koordinator penyelenggara diserahkan kepada APPBI. Ini merupakan kolaborasi bersama antara pengelola pusat belanja, pelaku ritel, dan para penyewa pusat perbelanjaan,” jelasnya.
Dukungan terhadap ISF 2026 juga datang dari sejumlah kementerian dan lembaga. Selain Kementerian Perdagangan, program ini masuk dalam agenda Belanja di Indonesia Aja (BINA) yang berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Selain itu, Kementerian Pariwisata turut memberikan dukungan mengingat pelaksanaan ISF bertepatan dengan momentum libur panjang dan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Momentum tersebut diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat dan kunjungan ke pusat-pusat perbelanjaan.
“Kementerian Pariwisata juga akan mendukung program ini karena berlangsung bertepatan dengan momentum libur panjang Hari Kemerdekaan,” ujar Alphonzus.
Dukungan juga diberikan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia sebagai organisasi payung dunia usaha nasional. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem perdagangan domestik sekaligus mendorong peningkatan daya beli masyarakat.
Pelaku industri ritel optimistis target transaksi Rp 38 triliun dapat tercapai seiring membaiknya aktivitas ekonomi dan meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap berbagai program promosi. Jika target tersebut terealisasi, ISF 2026 akan mencatatkan kinerja terbaik sejak pertama kali digelar pascapandemi dan menjadi salah satu motor penggerak konsumsi domestik pada semester kedua tahun ini.
0 Comments