Aktivitas Pasar Kripto Meningkat, Nilai Pinjaman DeFi Naik 7% Sepanjang Juli

Aktivitas Pasar Kripto Meningkat, Nilai Pinjaman DeFi Naik 7% Sepanjang Juli

Aktivitas pasar kripto kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada Juli. Sektor pinjaman keuangan terdesentralisasi (DeFi lending) mencatat pertumbuhan pertama yang signifikan sepanjang 2026 setelah mengalami kontraksi selama beberapa bulan. Meski begitu, aliran likuiditas baru ke sektor ini masih tergolong terbatas.

Pinjaman DeFi dan TVL Kembali Meningkat

Platform pinjaman DeFi mencatat kenaikan pinjaman aktif sebesar 7,2% pada Juli, dari US$20,7 miliar menjadi US$22,2 miliar, berdasarkan data CryptoRank. Sementara itu, total nilai aset yang terkunci (Total Value Locked/TVL) di ekosistem DeFi juga meningkat dari US$68 miliar pada awal Juli menjadi US$74,9 miliar pada 31 Juli.

Aave, salah satu protokol pinjaman DeFi terbesar, masih memimpin pasar dengan total pinjaman aktif mencapai US$11 miliar atau menguasai sekitar 46,2% pangsa pasar. Bersama Morpho, kedua protokol tersebut mengendalikan sekitar dua pertiga dari seluruh pinjaman DeFi yang masih beredar.

Sebagian pemulihan ini didorong oleh kenaikan harga aset kripto utama. Harga Ethereum naik 20,32% sepanjang Juli, sedangkan Bitcoin menguat 9,03% pada periode yang sama. Meski demikian, Bitcoin masih mempertahankan dominasinya atas sebagian besar altcoin.

Aktivitas pinjaman DeFi mencatat pertumbuhan pertama pada 2026, dengan nilai pinjaman aktif bertambah sekitar US$1,5 miliar selama Juli. Aave dan Morpho menjadi dua protokol yang semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin di sektor ini.

Arus Likuiditas Masih Lemah

Meski aktivitas on-chain meningkat, likuiditas baru yang masuk ke pasar kripto secara keseluruhan masih relatif lemah. Total pasokan stablecoin justru menyusut 0,6% menjadi sekitar US$312 miliar selama Juli.

Terbatasnya penerbitan stablecoin baru serta arus masuk dana ke ETF kripto yang masih lesu membuat modal baru yang masuk ke pasar tetap terbatas.

Dibandingkan tahun lalu, aliran investasi dari perusahaan yang menyimpan aset kripto sebagai cadangan (crypto treasury) juga melambat, tidak hanya pada Bitcoin tetapi juga Ethereum dan Solana. Sikap hati-hati perusahaan-perusahaan tersebut dalam menambah investasi turut menciptakan kondisi pasar yang lebih konservatif.

Di seluruh ekosistem, perhatian kini mulai beralih ke proyek-proyek yang lebih berkelanjutan. Sepanjang 2026, banyak proyek yang dinilai tidak lagi layak telah berhenti beroperasi, sementara likuiditas semakin terkonsentrasi pada proyek-proyek yang masih bertahan dan memiliki fundamental lebih kuat.

Aktivitas On-Chain dan Perdagangan Semakin Meningkat

Selama Juli, volume perdagangan di bursa terdesentralisasi (DEX) melampaui US$169 miliar, dengan kenaikan lebih dari 10% pada pekan terakhir bulan tersebut. Sementara itu, volume perdagangan kontrak perpetual futures juga meningkat 12% dalam sepekan, sehingga total open interest naik menjadi lebih dari US$15 miliar, berdasarkan data DeFi Llama.

Robinhood, yang selama ini lebih dikenal sebagai platform pialang saham, juga muncul sebagai salah satu jaringan blockchain dengan aktivitas tertinggi pada Juli. Langkah ini menunjukkan upaya perusahaan untuk memperkuat posisinya di industri aset kripto.

Walaupun likuiditas baru masih terbatas, para pelaku pasar mulai menerapkan strategi perdagangan yang lebih agresif. Kecepatan perputaran stablecoin (stablecoin velocity) tetap tinggi, terutama di jaringan Solana, Base, dan Ethereum, sementara aktivitas di Arbitrum dan Optimism mulai melambat.

Solana mencatat stablecoin velocity tertinggi, didorong oleh tingginya aktivitas perdagangan meme coin serta aset sekuritas yang telah ditokenisasi (tokenized securities).

Di sisi lain, sejumlah investor besar atau crypto whale mulai meningkatkan posisi dengan leverage tinggi di pasar perpetual futures. Sebagian di antaranya bahkan memperluas investasinya ke pasar saham, termasuk indeks S&P 500 dan saham teknologi seperti SK Hynix.