Harga Cabai Rawit Naik, Tembus Rp 55.800 per Kg pada 1 Agustus 2026

Harga Cabai Rawit Naik, Tembus Rp 55.800 per Kg pada 1 Agustus 2026

Harga Pangan 1 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp55.800 per Kg, Telur Ayam Ras Rp29.650 per Kg

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia kembali merilis data perkembangan harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional. Berdasarkan pemantauan pada Sabtu (1/8/2026), sejumlah komoditas pangan strategis masih menunjukkan variasi harga, terutama pada kelompok cabai, bawang, beras, dan produk peternakan.

Harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp55.800 per kilogram (kg), menjadikannya salah satu komoditas dengan harga tertinggi di kelompok hortikultura. Sementara itu, telur ayam ras dijual di kisaran Rp29.650 per kg.

Kenaikan harga cabai masih dipengaruhi oleh faktor pasokan dan kondisi cuaca di sejumlah sentra produksi. Curah hujan yang tidak merata di beberapa wilayah serta biaya distribusi yang meningkat turut memengaruhi pergerakan harga di tingkat konsumen. Meski demikian, harga cabai rawit merah saat ini masih berada di bawah level puncak yang pernah tercatat di atas Rp70.000 per kg pada periode tertentu sebelumnya.

Selain cabai rawit merah, harga bawang merah tercatat sebesar Rp40.450 per kg, sedangkan bawang putih mencapai Rp41.850 per kg. Kedua komoditas bumbu dapur tersebut masih menjadi perhatian karena berperan penting dalam pembentukan inflasi kelompok makanan.

Untuk jenis cabai lainnya, cabai merah besar diperdagangkan seharga Rp49.050 per kg, cabai merah keriting Rp48.500 per kg, dan cabai rawit hijau mencapai Rp51.950 per kg. Tingginya harga cabai rawit hijau menunjukkan bahwa permintaan pasar masih cukup kuat di tengah pasokan yang belum sepenuhnya stabil.

Harga Beras Beragam Sesuai Kualitas

Pada kelompok beras, harga komoditas utama masyarakat Indonesia ini relatif stabil. PIHPS mencatat beras kualitas bawah I dijual Rp14.800 per kg, sementara kualitas bawah II berada di level Rp14.600 per kg.

Untuk kategori beras kualitas medium, harga beras medium I tercatat Rp16.400 per kg dan medium II sebesar Rp16.200 per kg. Sementara itu, beras kualitas premium atau super masih berada pada level yang lebih tinggi, yakni Rp17.700 per kg untuk kualitas super I dan Rp17.150 per kg untuk kualitas super II.

Stabilnya harga beras didukung oleh berbagai upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan stok nasional. Penyaluran cadangan beras pemerintah serta optimalisasi distribusi ke berbagai daerah dinilai membantu menjaga pasokan di pasar. Selain itu, masa panen di sejumlah sentra produksi turut berkontribusi dalam menahan laju kenaikan harga beras.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebelumnya juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara produksi, stok, dan distribusi guna memastikan harga beras tetap terkendali dan terjangkau bagi masyarakat.

Harga Daging Ayam dan Daging Sapi

Dari sektor peternakan, harga daging ayam ras segar tercatat sebesar Rp39.900 per kg. Komoditas ini masih menjadi salah satu sumber protein hewani yang paling banyak dikonsumsi masyarakat karena harganya relatif lebih terjangkau dibandingkan daging sapi.

Sementara itu, harga daging sapi kualitas I dipatok Rp151.000 per kg, sedangkan kualitas II berada di level Rp142.000 per kg. Harga daging sapi cenderung stabil dalam beberapa waktu terakhir meskipun masih dipengaruhi oleh biaya pakan ternak, distribusi, dan kebutuhan pasar menjelang berbagai momentum konsumsi.

Untuk komoditas telur ayam ras, harga Rp29.650 per kg menunjukkan kondisi yang relatif terkendali dibandingkan fluktuasi yang kerap terjadi akibat perubahan harga pakan seperti jagung dan bungkil kedelai.

Gula dan Minyak Goreng

Pada kelompok bahan pokok lainnya, gula pasir kualitas premium tercatat dijual Rp20.300 per kg, sedangkan gula pasir lokal berada di level Rp19.050 per kg.

Adapun harga minyak goreng curah tercatat sebesar Rp20.500 per liter. Sementara minyak goreng kemasan bermerek I diperdagangkan seharga Rp24.300 per liter dan minyak goreng kemasan bermerek II sebesar Rp23.450 per liter.

Harga minyak goreng saat ini masih dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global dan kebijakan domestik terkait pasokan minyak goreng. Meski demikian, distribusi yang relatif lancar membantu menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Inflasi Pangan Masih Menjadi Perhatian

Pergerakan harga pangan strategis terus menjadi perhatian pemerintah dan Bank Indonesia karena memiliki kontribusi besar terhadap inflasi nasional. Kelompok volatile food atau pangan bergejolak, seperti cabai dan bawang, kerap menjadi penyumbang utama inflasi ketika terjadi gangguan pasokan atau perubahan cuaca ekstrem.

Melalui koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemerintah terus mendorong peningkatan produksi, kelancaran distribusi, serta penguatan kerja sama antardaerah guna menjaga stabilitas harga pangan.

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan ketersediaan pasokan pangan nasional tetap terjaga sehingga gejolak harga dapat diminimalkan dan daya beli masyarakat tetap terpelihara sepanjang tahun 2026.