ARK Menilai Bitcoin, DeFi, dan Aset Digital Akan Menjadi Penggerak Utama Masa Depan Kripto

ARK Menilai Bitcoin, DeFi, dan Aset Digital Akan Menjadi Penggerak Utama Masa Depan Kripto

Bitcoin, aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), dan aset dunia nyata yang ditokenisasi diperkirakan akan menjadi penggerak utama perkembangan industri kripto pada 2026. Namun, para ahli menilai kejelasan regulasi akan sangat menentukan apakah inovasi tersebut bisa diadopsi secara luas oleh masyarakat.

Dalam laporan riset terbarunya bertajuk Big Ideas 2026, ARK Invest memperkirakan nilai pasar aset digital global dapat mencapai US$28 triliun pada 2030. Dari jumlah tersebut, Bitcoin diproyeksikan menguasai sekitar 70% pasar, atau setara US$16 triliun.

Pendiri dan CEO Crystal aOS, Joni Pirovich, menilai proyeksi tersebut cukup masuk akal. Ia mengatakan bahwa platform keuangan berbasis kripto saat ini terus berkembang, tetapi tidak berupaya menjadi institusi terpusat berskala global. Sebaliknya, mereka mengejar penerimaan global sambil menyesuaikan diri dengan regulasi yang berbeda-beda di setiap negara.

Laporan tersebut juga menyoroti semakin matangnya Bitcoin sebagai aset institusional. Di Amerika Serikat, ETF Bitcoin dan perusahaan publik kini menguasai 12% dari total pasokan Bitcoin, naik dari 8,7% pada awal 2025. Hal ini menunjukkan bahwa Bitcoin, DeFi, dan aset tokenisasi semakin diakui sebagai bagian dari sistem pasar keuangan global.

Meski demikian, faktor regulasi masih menjadi tantangan utama. Pendiri Digital South Trust, Sudhakar Lakshmanaraja, menyebut masa depan kripto pada 2026 akan lebih ditentukan oleh kebijakan pemerintah dibandingkan inovasi teknologi. Menurutnya, meskipun Bitcoin berpotensi tetap mendominasi, sektor DeFi dan pasar tokenisasi belum dapat berkembang pesat sebelum ada kepastian aturan terkait kustodian aset, kepatuhan hukum, dan perlindungan investor.

Aset dunia nyata yang ditokenisasi tercatat tumbuh tiga kali lipat menjadi US$19 miliar pada 2025, dan diperkirakan dapat mencapai US$11 triliun pada 2030. Pertumbuhan ini didorong oleh produk seperti BUIDL Fund milik BlackRock senilai US$1,7 miliar, serta tokenisasi emas oleh Tether dan Paxos.

Sementara itu, aplikasi DeFi mencatatkan kinerja kuat dengan pendapatan mencapai US$3,8 miliar sepanjang 2025. Beberapa platform bahkan mampu menghasilkan ratusan juta dolar per tahun dengan tim yang sangat kecil. Laporan tersebut mencatat, saat ini terdapat 70 protokol DeFi yang membukukan pendapatan rutin lebih dari US$1 juta per bulan.

Pendiri dan CEO EDENA Capital Partners, Wook Lee, mengatakan bahwa pada 2026, kombinasi antara regulasi yang semakin matang dan jaringan keuangan institusional yang saling terhubung akan membuka jalan bagi aset digital berbasis negara untuk mengubah cara pembentukan modal global. Ia menegaskan bahwa pasar aset tokenisasi akan menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi dunia nyata dalam ekosistem kripto.

Laporan ARK juga mencatat volatilitas Bitcoin yang semakin menurun. Sepanjang 2025, penurunan harga dari level tertinggi (all-time high) relatif lebih dangkal dibandingkan periode sebelumnya, sementara imbal hasil berbasis risiko Bitcoin mengungguli Ethereum dan Solana.

Saat ini, harga Bitcoin diperdagangkan sedikit di bawah US$90.000. Harga sempat menguat setelah pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan tidak akan mengenakan tarif impor terhadap negara-negara Eropa, namun kembali melemah seiring ketidakpastian geopolitik global.

Selain kripto, ARK Invest juga mengkaji sektor kecerdasan buatan (AI), kendaraan otonom, robotika, dan energi terdistribusi. Di sisi lain, pengguna platform prediksi Myriad menilai kripto lebih berisiko menjadi gelembung yang pecah lebih dulu dibandingkan AI, dengan probabilitas hampir 55%.