RLUSD Milik Ripple Dapat Dorongan Besar dari Binance, Mampukah Masuk 3 Besar Stablecoin?
Binance Resmi Melisting RLUSD Milik Ripple dengan Biaya Nol
Binance, bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan, resmi melisting stablecoin milik Ripple, RLUSD.
Mulai 22 Januari pukul 08.00 UTC, pengguna dapat memperdagangkan RLUSD melalui beberapa pasangan spot, yaitu RLUSD/USDT, RLUSD/U, dan XRP/RLUSD. Binance juga menawarkan biaya trading nol (zero fee) untuk pasangan RLUSD/USDT dan RLUSD/U hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Sekilas, ini terlihat seperti pengumuman listing biasa. Namun, para analis menilai langkah ini berpotensi mendorong pertumbuhan RLUSD secara signifikan dan mengubah peta persaingan stablecoin.
Mengapa zero fee sangat penting
Dengan menghapus biaya trading, Binance mendorong trader dan market maker untuk lebih aktif menggunakan RLUSD. Dalam sejarahnya, kebijakan zero fee terbukti mampu meningkatkan pangsa pasar stablecoin secara cepat.
Sebagai contoh, saat Binance kembali melisting USDC pada 2023 dengan berbagai insentif, pangsa pasar USDC di bursa terpusat melonjak tajam. Hal ini bukan karena USDC tiba-tiba menjadi aset yang lebih baik, melainkan karena menjadi jalur transaksi paling murah dan efisien.
Efek serupa berpotensi terjadi pada RLUSD. Biaya yang lebih rendah menarik volume perdagangan, spread yang lebih ketat, dan likuiditas yang lebih dalam. Dalam pasar stablecoin, efisiensi transaksi sering kali lebih penting dibandingkan merek.
Likuiditas vs adopsi nyata
Meski insentif dapat meningkatkan volume perdagangan dengan cepat, hal tersebut tidak selalu berujung pada adopsi jangka panjang. Ketika promo berakhir, aktivitas bisa menurun drastis.
Agar RLUSD bisa masuk tiga besar stablecoin, dua hal harus terjadi:
1. Peningkatan aktivitas trading
Zero fee mendorong trader besar mengalihkan transaksi ke pasangan RLUSD, sehingga likuiditas meningkat dan eksekusi transaksi menjadi lebih baik.
2. Peningkatan kepemilikan (holding)
Kapitalisasi pasar RLUSD hanya akan tumbuh jika token ini benar-benar disimpan dan digunakan—sebagai jaminan di bursa, di platform DeFi, atau dalam kas perusahaan.
Binance mendukung tahap kedua ini dengan memperluas kegunaan RLUSD. Token ini akan memenuhi syarat untuk portfolio margin, dan direncanakan masuk ke Binance Earn, sehingga pengguna mendapat insentif untuk menyimpan RLUSD, bukan sekadar memperdagangkannya.
Seberapa besar tantangannya?
Saat ini, pasokan beredar RLUSD sekitar US$1,4 miliar, menempatkannya di jajaran 10 stablecoin terbesar. Namun, jaraknya masih jauh dari pemimpin pasar seperti USDT dan USDC.
Untuk menembus tiga besar, RLUSD perlu menambah sekitar US$5,1 miliar pasokan baru—setara dengan rata-rata US$424 juta per bulan selama satu tahun. Ini merupakan target yang besar dan membutuhkan permintaan yang konsisten.
Pertumbuhan pasar bisa menjadi faktor pendukung
Pasar stablecoin global diperkirakan akan terus berkembang. Departemen Keuangan AS memperkirakan nilainya bisa mencapai US$3 triliun pada 2030, sementara JPMorgan memprediksi pasar ini bisa menembus US$2 triliun dalam dua tahun jika adopsi berjalan agresif.
Jika skenario ini terjadi, RLUSD tidak harus “merebut” seluruh pangsa pasar dari kompetitor, tetapi bisa tumbuh seiring membesarnya pasar secara keseluruhan.
Strategi Ripple yang fokus ke institusi
Keunggulan utama RLUSD kemungkinan bukan pada trader ritel, melainkan pada adopsi institusional.
RLUSD diterbitkan di bawah pengawasan regulator AS, termasuk otoritas New York, dan Ripple juga telah memperoleh persetujuan bersyarat untuk charter perbankan federal. Tingkat kepatuhan ini menjadi nilai tambah penting bagi bank dan perusahaan besar.
Selain itu, Ripple telah mengakuisisi sejumlah perusahaan di bidang broker, kustodian, pembayaran, dan manajemen treasury. Langkah ini memposisikan RLUSD sebagai bagian dari infrastruktur keuangan digital, bukan sekadar aset trading.
Ujian sesungguhnya
Binance dapat menciptakan likuiditas, tetapi tidak bisa memaksa adopsi jangka panjang.
Jika volume trading RLUSD melonjak namun jumlah pasokan beredar tidak bertambah signifikan, maka jelas RLUSD hanya dimanfaatkan sebagai “jalur murah” untuk transaksi, bukan sebagai aset yang disimpan.
Agar benar-benar menantang posisi tiga besar stablecoin, RLUSD harus beralih dari sekadar aktif diperdagangkan menjadi benar-benar digunakan dan disimpan.
Listing di Binance adalah awal yang kuat—namun keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada adopsi nyata, bukan hanya insentif sementara.
0 Comments