Wisatawan Indonesia di Jepang Bisa Dapat Cashback Saat Belanja

Wisatawan Indonesia di Jepang Bisa Dapat Cashback Saat Belanja

JCB Indonesia Luncurkan Kampanye Arigato! Cashback untuk Transaksi di Jepang

JCB Indonesia memperkenalkan kampanye bertajuk Arigato! Cashback, sebuah program apresiasi yang ditujukan bagi pemegang Kartu JCB asal Indonesia yang melakukan transaksi langsung di Jepang. Kampanye ini menjadi bagian dari strategi JCB dalam mendorong penggunaan sistem pembayaran nontunai lintas negara, seiring dengan terus meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk bepergian ke Jepang, baik untuk tujuan wisata maupun bisnis.

Program Arigato! Cashback berlaku untuk transaksi di merchant fisik di seluruh wilayah Jepang selama periode 1 Februari hingga 30 April 2026. Untuk dapat mengikuti program ini, pemegang kartu diwajibkan melakukan registrasi terlebih dahulu melalui laman resmi bit.ly/jcbidn-arigato, dengan periode pendaftaran yang dibuka sejak 18 Desember 2025 hingga 30 April 2026.

Dalam program ini, pemegang kartu berkesempatan memperoleh pengembalian dana atau cashback setelah melakukan transaksi dengan nilai kumulatif minimum 100.000 yen. Cashback yang diberikan mencapai maksimal 10.000 yen, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Program ini khusus diperuntukkan bagi Kartu JCB yang diterbitkan di Indonesia dan telah terdaftar secara resmi dalam kampanye.

Direktur Utama JCB Indonesia, Yo Sato, menjelaskan bahwa kampanye ini merupakan wujud komitmen JCB dalam mendukung kebutuhan transaksi pemegang kartu Indonesia saat berada di luar negeri, khususnya di Jepang sebagai negara asal jaringan pembayaran JCB.

“Seiring meningkatnya perjalanan lintas negara, JCB ingin memastikan pemegang kartu dapat bertransaksi dengan aman, nyaman, dan efisien, tanpa harus bergantung pada uang tunai,” ujar Yo Sato, Jumat (23/1/2026).

Ia menambahkan bahwa program ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi wisatawan Indonesia sekaligus mendorong adopsi pembayaran digital di destinasi internasional.

Dorong Konsumsi Wisata dan Transaksi Nontunai

Dari sisi ekonomi, kehadiran kampanye Arigato! Cashback dinilai relevan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat Indonesia ke Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Lonjakan jumlah wisatawan tersebut turut mendorong aktivitas konsumsi di berbagai sektor, mulai dari ritel, kuliner, perhotelan, transportasi, hingga hiburan.

Tren ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah Jepang yang secara aktif mendorong penggunaan pembayaran nontunai, terutama di kawasan wisata utama. Bagi wisatawan asing, termasuk dari Indonesia, penggunaan kartu pembayaran internasional dinilai lebih praktis dan aman dibandingkan membawa uang tunai dalam jumlah besar.

Tingkat Penerimaan Merchant JCB di Jepang

Sebagai jaringan pembayaran internasional yang berbasis di Jepang, JCB memiliki tingkat penerimaan merchant yang sangat luas di pasar domestik. Kartu JCB dapat digunakan di berbagai jenis merchant, seperti pusat perbelanjaan, restoran, hotel, toko oleh-oleh, hingga layanan transportasi, sehingga mendukung kebutuhan transaksi harian wisatawan mancanegara.

Selain cakupan merchant yang luas, JCB juga menekankan aspek keamanan transaksi. Perusahaan secara berkelanjutan mengembangkan sistem pengamanan pembayaran, termasuk teknologi autentikasi berlapis dan pemantauan transaksi real-time, guna meminimalkan risiko penyalahgunaan serta meningkatkan kepercayaan pemegang kartu dalam bertransaksi lintas negara.

Di Indonesia, JCB menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga keuangan dalam penerbitan kartu pembayaran. Kolaborasi ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap sistem pembayaran internasional sekaligus memperkuat posisi JCB sebagai salah satu jaringan pembayaran global yang dapat diandalkan.

Melalui kampanye Arigato! Cashback, JCB menegaskan perannya dalam mendukung transaksi nontunai lintas negara serta memperkuat konektivitas ekonomi antara Indonesia dan Jepang. Ke depan, JCB menyatakan akan terus memperluas jaringan penerimaan merchant dan menjaga standar keamanan transaksi guna mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi lintas negara secara berkelanjutan.

Kunjungan Turis Indonesia ke Jepang Naik Signifikan

Di sisi lain, minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Jepang masih menunjukkan tren positif. Japan Airlines (JAL) mencatat peningkatan 26,3 persen jumlah kunjungan turis Indonesia ke Jepang sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga November 2025, total kunjungan mencapai sekitar 558.900 orang.

Menurut Ando Masato, Country Manager JAL, terdapat dua periode utama yang menjadi puncak kunjungan wisatawan Indonesia, yakni libur Lebaran dan musim bunga sakura. Libur Lebaran 2026 yang jatuh pada pertengahan hingga akhir Maret mendorong sebagian masyarakat Indonesia untuk memilih berlibur ke luar negeri, terutama Jepang, dibandingkan pulang ke kampung halaman.

Pada periode yang sama, terjadi pula pergerakan ekspatriat Jepang yang bekerja di Indonesia. “Biasanya ada momen pergantian tugas ekspatriat. Ada yang kembali ke Jepang dan ada juga yang baru datang ke Jakarta, sehingga mobilitas penerbangan meningkat,” ujar Benny Herlian, Sales Manager JAL, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Sakura Masih Jadi Daya Tarik Utama

Musim sakura tetap menjadi magnet utama bagi wisatawan Indonesia. Tahun ini, periode mekarnya bunga sakura diperkirakan berlangsung mulai pertengahan Maret hingga Mei 2026, tergantung wilayah. Waktu tersebut hampir bersamaan dengan libur Lebaran, sehingga menciptakan lonjakan permintaan perjalanan.

“Sakura masih menjadi daya tarik nomor satu karena keindahannya dan periode mekarnya yang sangat terbatas. Tantangannya, Maret hingga awal April itu sudah masuk high season,” kata Benny.

Alternatif Destinasi dan Waktu Berlibur

Tingginya permintaan saat puncak musim sakura biasanya diikuti dengan kenaikan harga tiket pesawat dan keterbatasan kursi penerbangan. Kondisi ini dinilai kurang menguntungkan bagi wisatawan Indonesia yang relatif sensitif terhadap harga.

Karena itu, JAL menyarankan wisatawan untuk mempertimbangkan destinasi alternatif di luar kota-kota utama seperti Tokyo, Osaka, dan Kyoto. Beberapa daerah yang dapat ditempuh sekitar 2–3 jam dari Tokyo menawarkan pengalaman sakura yang tak kalah menarik dengan suasana yang lebih tenang.

“Masih ada kesempatan menikmati cherry blossom di bulan Mei, misalnya di Hokkaido atau Aomori. Di Aomori juga ada pengalaman unik petik apel fuji langsung dari kebunnya,” ujar Benny.

Selain itu, kota-kota seperti Akita, Nagoya, Fukuoka, dan Sapporo juga direkomendasikan bagi wisatawan Indonesia yang ingin merasakan sisi lain Jepang dengan tingkat kepadatan wisatawan yang lebih rendah.

“Banyak turis dari negara lain seperti China, Taiwan, hingga Malaysia sudah mulai mengeksplorasi daerah-daerah ini karena mereka ingin menghindari keramaian dan antrean panjang,” tutup Benny.