Bank Mega Bagikan 11,7 Miliar Saham Bonus, Ini Jadwalnya
Bank Mega Siapkan Pembagian Saham Bonus 11,74 Miliar Saham Senilai Rp 5,87 Triliun
PT Bank Mega Tbk (MEGA) mengumumkan rencana pembagian saham bonus sebesar 11,74 miliar saham senilai Rp 5,87 triliun, atau setara Rp 500 per saham. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan sekaligus meningkatkan jumlah saham yang beredar di pasar, sehingga likuiditas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan meningkat.
Saham bonus akan dibagikan dengan rasio 1:1, artinya setiap pemegang satu saham lama berhak memperoleh satu saham bonus. Pembagian ini bersumber dari kapitalisasi tambahan modal disetor atau agio saham, dan dilakukan secara proporsional sesuai kepemilikan saham masing-masing investor. Setelah aksi korporasi ini, agio saham Bank Mega diperkirakan menurun menjadi Rp 477,02 miliar, namun modal ditempatkan dan disetor penuh akan meningkat menjadi 23,48 miliar saham.
Per 31 Desember 2025, laporan keuangan Bank Mega mencatat tambahan modal disetor atau agio saham sebesar Rp 6,34 triliun, yang menjadi sumber pembiayaan utama untuk pembagian saham bonus ini.
Rencana dan Persetujuan RUPS
Untuk mewujudkan aksi korporasi ini, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 31 Maret 2026. Agenda RUPS meliputi:
-
Persetujuan pembagian saham bonus dari kapitalisasi agio saham.
-
Persetujuan perubahan Anggaran Dasar Perseroan terkait jumlah saham dan modal.
Jadwal Penting Pembagian Saham Bonus
|
Tahap |
Tanggal 2026 |
|---|---|
|
RUPS |
31 Maret |
|
Tanggal daftar pemegang saham yang berhak (recording date) |
13 April |
|
Cum dividen & cum bonus (pasar reguler & negosiasi) |
9 April |
|
Cum dividen & cum bonus (pasar tunai) |
13 April |
|
Ex dividen & ex bonus (pasar reguler & negosiasi) |
10 April |
|
Ex dividen & ex bonus (pasar tunai) |
14 April |
|
Distribusi dividen tunai dan saham bonus |
30 April |
Pergerakan Saham MEGA Terkini
Pada penutupan perdagangan Jumat, 20 Februari 2026, harga saham MEGA tercatat naik 1,22% ke level Rp 3.310 per saham, setelah dibuka stagnan di Rp 3.270 per saham. Harga tertinggi tercatat Rp 3.350, sedangkan harga terendah Rp 3.270. Total frekuensi perdagangan sebanyak 23 kali dengan volume 75 saham dan nilai transaksi Rp 24,8 juta.
Kenaikan ini didorong oleh optimisme pasar terhadap dividen tunai besar dan saham bonus, serta sentimen positif dari laporan keuangan perseroan yang menunjukkan kinerja laba yang stabil dan rasio permodalan yang sehat.
Bank Mega Siapkan Dividen Tunai Rp 1,05 Triliun
Selain saham bonus, Bank Mega sebelumnya telah menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 1,05 triliun dari laba bersih 2024 sebesar Rp 2,63 triliun, atau sekitar 40% dari laba. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 27 Maret 2025.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, dividen tunai yang akan dibayarkan mencapai Rp 89,64 per saham, dibagikan kepada 11,74 miliar saham yang tercatat pada Daftar Pemegang Saham (DPS) per 17 April 2025. Sisanya, sekitar 60% atau Rp 1,57 triliun, dicatat sebagai laba ditahan, dan Rp 54,08 juta dialokasikan sebagai dana cadangan.
Jadwal Pembagian Dividen 2025
|
Tahap |
Tanggal 2025 |
|---|---|
|
Cum Dividen (pasar reguler & negosiasi) |
15 April |
|
Cum Dividen (pasar tunai) |
17 April |
|
Ex Dividen (pasar reguler & negosiasi) |
16 April |
|
Ex Dividen (pasar tunai) |
21 April |
|
Recording Date (DPS) |
17 April |
|
Pembayaran Dividen |
29 April |
Dividen akan didistribusikan melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) ke Rekening Dana Nasabah (RDN) masing-masing pemegang saham di perusahaan efek atau bank kustodian. Bagi pemegang saham yang tidak menggunakan layanan kustodian, dividen akan ditransfer langsung ke rekening pribadi.
Penerimaan dividen akan dikenakan pajak sesuai peraturan:
-
Pemegang saham badan dalam negeri dibebaskan dari pajak.
-
Wajib pajak orang pribadi dalam negeri mendapat pengecualian jika dividen diinvestasikan kembali di Indonesia.
-
Pemegang saham asing perlu menyerahkan dokumen P3B untuk tarif pajak lebih rendah, atau dikenakan PPh 26 sebesar 20%.
Dampak Strategis bagi Investor dan Pasar
Langkah Bank Mega ini memiliki beberapa manfaat strategis:
-
Likuiditas Saham Meningkat – Dengan jumlah saham beredar yang bertambah signifikan, perdagangan saham di BEI diperkirakan lebih aktif.
-
Kekuatan Struktur Modal – Kapitalisasi agio saham membantu memperkuat permodalan Bank Mega tanpa menambah beban kas.
-
Daya Tarik Investor – Kombinasi dividen tunai besar dan saham bonus menarik investor ritel maupun institusi.
-
Kinerja Laba Terkelola – Dengan laba ditahan yang cukup, Bank Mega tetap memiliki ruang untuk ekspansi kredit, digitalisasi layanan, dan pengembangan bisnis baru.
Dengan aksi korporasi ini, Bank Mega menunjukkan komitmennya untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus menjaga kesehatan keuangan jangka panjang. Investor disarankan memperhatikan tanggal penting cum/ex dividen dan saham bonus agar dapat memaksimalkan hak mereka.
0 Comments