Bitcoin Bisa Turun ke $10K Jika Level $100K Gagal Bertahan, Kata Analis
Bitcoin Bisa Turun ke $10K Jika Gagal Bertahan di $100K, Peringatkan Strategist
Mike McGlone, senior macro strategist Bloomberg Intelligence, memperingatkan di media sosial pada 18 Januari bahwa jika Bitcoin gagal bertahan di atas $100.000, hal ini bisa menjadi titik balik besar. Ia menekankan kemungkinan penurunan panjang, bahkan sampai $10.000.
McGlone menjelaskan bahwa performa jangka panjang Bitcoin sangat terkait dengan siklus ekonomi yang lebih luas, seperti likuiditas dan minat investor terhadap aset berisiko. Secara historis, Bitcoin cenderung berkinerja baik saat ada stimulus moneter agresif. Namun, ia menyoroti bahwa kondisi pasar saat ini berbeda signifikan dari siklus sebelumnya.
Ia menulis:
“Diluncurkan pada 2009, Bitcoin memimpin reflasi di aset berisiko. Jika tetap di bawah $100.000, ini bisa menandakan akhir dari siklus, dengan kemungkinan kembali ke level $10.000.”
McGlone juga mencatat bahwa rata-rata pergerakan jangka panjang Bitcoin mulai turun pada 2025. Upaya rebound di awal 2026 menunjukkan Bitcoin berada dalam fase “uji kekuatan” (prove-strength) dan bukan pasar bull baru. Ia menyoroti bahwa sejak 2021, performa Bitcoin kurang baik dibanding risiko yang ada, spekulasi tinggi, dan pola grafik jangka panjang mendukung kemungkinan harga kembali ke rata-rata (mean reversion). Pergerakan ke $50.000 bisa menjadi koreksi normal untuk aset yang sebelumnya naik terlalu cepat.
Ia membagikan grafik berjudul “Peak Risks? Bitcoin Falling vs. Buried Volatility”, membandingkan lilin tahunan Bitcoin dengan indeks S&P 500 dan volatilitas saham 120 hari. Grafik ini menunjukkan volatilitas rendah bersamaan dengan level saham tinggi—kombinasi yang secara historis kurang menguntungkan bagi kenaikan crypto.
McGlone menekankan bahwa pasar saham yang kuat tetap penting bagi pertumbuhan Bitcoin dan ekosistem kripto secara umum. Ia mencatat bahwa Bitcoin dan emas memiliki performa kuat selama hampir satu dekade sebelum perubahan pasar terbaru. Ia menambahkan bahwa kripto mungkin telah “naik terlalu tinggi,” sehingga logam mulia bisa lebih unggul dalam jangka dekat.
Ia merangkum:
“Bitcoin adalah kandidat utama untuk memimpin deflasi pasca-inflasi.”
Meski ada risiko penurunan, Bitcoin masih didukung partisipasi institusi, ETF spot Bitcoin, dan keamanan jaringan yang terus berjalan. Pasokan tetap (fixed supply) membantu melindungi dari inflasi, dan sejarah menunjukkan Bitcoin sering pulih setelah penurunan besar. Meski nilai jangka panjang masih diperdebatkan, peringatan McGlone menyoroti risiko jika Bitcoin gagal bertahan di atas $100.000.
0 Comments