Hati-hati, Rupiah Diprediksi Bisa Tembus Rp17.000 per USD

Hati-hati, Rupiah Diprediksi Bisa Tembus Rp17.000 per USD

Rupiah Diproyeksikan Kembali Melemah, Tekanan Global dan Domestik Masih Membayangi

Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali mengalami tekanan pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026. Pengamat ekonomi sekaligus analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah, berada di rentang Rp 16.950–Rp 16.980 per USD pada perdagangan hari ini. Proyeksi ini memperkuat pandangan bahwa tekanan terhadap rupiah masih berlanjut setelah pergerakan sebelumnya yang ditutup melemah.

Data pasar menunjukkan bahwa kurs rupiah masih dalam tren menurun. Rupiah sempat diperdagangkan di sekitar Rp 16.985 per USD pagi ini setelah dibuka melemah dari posisi sebelumnya di akhir pekan lalu. Beberapa data alternatif juga mencatat pergerakan kurs spot berada di sekitar Rp 16.988 per USD pada Selasa pagi.

Sebelumnya pada Senin (19/1), rupiah ditutup melemah 68 poin ke level Rp 16.955 per USD, melanjutkan tren pelemahan dari sesi pagi yang sempat berada di sekitar Rp 16.904 per USD. Dalam interaksi di pasar perbankan, kurs jual dolar AS bahkan sempat mencapai lebih dari Rp 17.000, mencerminkan tekanan yang lebih tajam di segmen ritel.


Faktor Domestik yang Menekan Rupiah

Menurut Assuaibi dan analis pasar, berbagai faktor domestik turut menyumbang tekanan pada rupiah, termasuk: