Peter Schiff Wanti-Wanti: Bitcoin Bisa Jatuh Saat Dolar Mengalami Tekanan

Peter Schiff Wanti-Wanti: Bitcoin Bisa Jatuh Saat Dolar Mengalami Tekanan

Peter Schiff Peringatkan: Dolar Bisa Jatuh, dan Bitcoin Mungkin Ikut

Ekonom dan pendukung emas, Peter Schiff, membagikan di X (dulu Twitter) bahwa dia melihat tanda-tanda masalah bagi dolar AS dan bitcoin. Ia menunjuk pada kenaikan imbal hasil obligasi global, lonjakan harga logam mulia, dan kejutan kebijakan sebagai peringatan.

Schiff mengatakan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10-tahun telah melampaui 2,22%, yang menurutnya bisa memicu kejatuhan obligasi AS dan kenaikan suku bunga hipotek. Ia menambahkan bahwa pelemahan dolar dapat mendorong harga konsumen naik, menciptakan “stagflasi yang belum pernah terjadi sebelumnya” — kombinasi pertumbuhan ekonomi lambat dan inflasi tinggi.

Ia juga menyoroti kenaikan harga emas dan perak sebagai bukti bahwa investor khawatir tentang depresiasi mata uang dan ketidakstabilan ekonomi. Emas baru-baru ini menembus lebih dari $4.670, dan perak naik di atas $93. Schiff juga menyalahkan ketegangan geopolitik, seperti tarif baru Trump dan komentar tentang Greenland, yang menurutnya melemahkan kepercayaan dunia terhadap dolar AS.

Dalam konteks cryptocurrency, Schiff memperingatkan bahwa bitcoin mungkin tidak mengikuti kenaikan emas. “Banyak orang berharap bitcoin naik seperti emas, tapi spekulator sudah punya terlalu banyak waktu untuk membeli,” katanya. Ia memprediksi bahwa bitcoin bisa mengalami crash jika gagal menyamai kenaikan emas, sehingga merusak reputasinya sebagai “emas digital.”

Meski Schiff optimis terhadap logam mulia, pendukung bitcoin berpendapat bahwa keamanan jaringan, dukungan institusi, dan likuiditas global yang terus tumbuh menjaga bitcoin tetap kuat bahkan di masa sulit. Perdebatan ini menunjukkan perbedaan cara aset bereaksi saat mata uang fiat melemah dan kondisi pasar keuangan menegang.