Bitcoin di Persimpangan: Level $93.500 Menjadi Penentu Arah Selanjutnya
Setelah menembus level resistance penting, Bitcoin (BTC) kini mencoba menguji kembali area tersebut sebagai support untuk berpotensi menantang level harga tertinggi baru. Seorang analis menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan level ini akan menentukan pergerakan besar Bitcoin berikutnya.
Penutupan Mingguan Bitcoin Mengincar Target Baru
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin berhasil merebut kembali zona atas dari rentang harga yang telah terbentuk selama beberapa bulan dan kini sedang menguji area USD 94.000 untuk pertama kalinya dalam hampir satu bulan.
Sejak koreksi akhir November, yang menyeret harga ke level terendah delapan bulan di USD 80.600, Bitcoin cenderung bergerak sideways. Selama periode ini, BTC diperdagangkan di kisaran USD 86.200–USD 93.500 pada timeframe mingguan, dengan resistance kuat di area tengah rentang tersebut.
Namun, Bitcoin berhasil menutup perdagangan pekan lalu di atas resistance USD 90.500, membuka peluang kenaikan menuju batas atas utama di USD 93.500.
Analis kripto Rekt Capital menyoroti bahwa level USD 93.500 merupakan area krusial bagi pergerakan harga Bitcoin ke depan. Ia mencatat bahwa sepanjang kuartal keempat, Bitcoin berulang kali tertolak dari level tersebut.
Kini, harga kembali menguji area ini, yang bukan hanya menjadi resistance tertinggi dalam rentang mingguan, tetapi juga bertepatan dengan garis tren turun multi-pekan yang terbentuk sejak pertengahan Oktober 2025.
Rekt Capital menjelaskan bahwa level ini berpotensi menjadi resistance makro, mengingat Bitcoin menutup candle 12 bulan di bawahnya. Berdasarkan siklus empat tahunan, resistance seperti ini biasanya menahan harga selama sekitar tiga tahun sebelum akhirnya ditembus pada tahun halving.
Ia menambahkan bahwa jika Bitcoin telah memasuki fase bear market, maka harga masih berpeluang menembus sementara di atas USD 93.500 dalam beberapa bulan ke depan, sebelum membentuk lower high secara makro dan melanjutkan penurunan. Dalam skenario tersebut, level ini baru akan benar-benar direbut kembali pada tahun halving berikutnya, yakni 2028.
Ujian Teknikal Terpenting Bitcoin
Meski ada potensi resistance makro, Rekt Capital menegaskan bahwa penolakan jangka pendek atau reclaim mingguan di level USD 93.500 bukanlah faktor terpenting. Yang lebih penting adalah arah pergerakan harga Bitcoin yang terlihat ingin kembali bertahan di atas USD 93.500.
Penutupan mingguan di atas level tersebut, disertai retest pasca-breakout, akan mengonfirmasi keberhasilan breakout dari rentang mingguan sekaligus menembus tren turun.
Pergerakan ini mirip dengan fase pemulihan pada kuartal kedua dan ketiga 2025, ketika Bitcoin berhasil keluar dari tren turun, merebut kembali area USD 93.500, lalu mengujinya kembali selama beberapa pekan sebelum melanjutkan kenaikan.
Skenario tersebut juga akan membentuk fondasi untuk menguji kembali Exponential Moving Average (EMA) pasar bullish yang sebelumnya hilang saat koreksi kuartal keempat 2025. Saat ini, EMA 50-mingguan dan EMA 21-mingguan berada di kisaran USD 97.000–USD 98.000.
Menurut Rekt Capital, sejarah menunjukkan peluang besar bagi Bitcoin untuk menembus EMA tersebut. Namun, ia juga mengingatkan bahwa Bitcoin belum tentu mampu menjadikan level tersebut sebagai support baru.
Jika harga justru gagal bertahan dan turun kembali dari area EMA, lalu mengujinya sebagai resistance dari bawah saat terjadi perpotongan EMA, maka hal itu menjadi sinyal bearish.
Karena itu, tonggak teknikal terpenting Bitcoin adalah merebut kembali EMA sebagai support untuk mengonfirmasi berlanjutnya momentum bull market.
Meski demikian, breakout dari rentang harga dan penembusan tren turun mingguan tetap menjadi syarat awal agar Bitcoin dapat mendekati level EMA tersebut.
Saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di USD 93.330, naik sekitar 4,8% dalam sepekan.
0 Comments