Variational Siapkan Token VAR pada Q4 2026, 32% Suplai Akan Dibagikan lewat Airdrop
Variational, protokol derivatif on-chain yang mengembangkan platform perdagangan Omni, mengumumkan rencana peluncuran token VAR pada kuartal IV 2026. Dalam skema tokenomics yang diumumkan, sebanyak 32% dari total suplai VAR akan dialokasikan untuk airdrop kepada pemegang poin (points holders).
Menariknya, token yang diperoleh melalui genesis airdrop tersebut akan langsung terbuka sepenuhnya sejak token generation event (TGE). Artinya, penerima tidak perlu menunggu periode vesting untuk mengakses token hasil airdrop.
Tokenomics VAR: 50% untuk Tim dan Investor
Variational membagi alokasi token VAR ke dalam tiga kelompok utama. Berdasarkan pengumuman pada 23 September, alokasi terbesar mencapai 50% dan diperuntukkan bagi tim serta investor.
Token dalam kategori ini akan menjalani lockup selama 12 bulan, kemudian dilanjutkan dengan mekanisme vesting secara bertahap selama sedikitnya tiga tahun.
Sementara itu, 32% suplai VAR dialokasikan untuk genesis airdrop kepada pengguna yang memenuhi syarat melalui program poin Variational.
Adapun 18% sisanya akan digunakan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem dan dikelola oleh Variational Foundation.
Pemegang Poin Bisa Mendapatkan Airdrop VAR
Variational menetapkan syarat minimum yang relatif sederhana untuk mengikuti airdrop. Pengguna hanya perlu memiliki setidaknya satu poin agar memenuhi syarat mendapatkan alokasi token.
Token hasil airdrop tersebut akan sepenuhnya terbuka ketika TGE berlangsung. Tidak ada periode cliff maupun vesting untuk alokasi genesis airdrop.
Variational juga menyatakan bahwa token yang tidak diklaim akan dibakar secara permanen. Mekanisme tersebut berpotensi mengurangi jumlah suplai VAR yang beredar.
Program Poin Berlanjut hingga Peluncuran VAR
Program poin Variational masih akan berlangsung hingga token VAR resmi diluncurkan. Perusahaan menyebutkan bahwa sebanyak 150.000 poin akan dibagikan setiap minggu sampai TGE.
Dengan demikian, pengguna masih memiliki kesempatan untuk mengumpulkan poin sebelum distribusi token dilakukan.
Selain airdrop, Variational juga menyiapkan mekanisme buyback dan burn VAR. Seluruh pendapatan treasury protokol disebut akan diarahkan untuk membeli kembali token VAR dan kemudian membakarnya.
Mekanisme tersebut dirancang untuk menghubungkan pendapatan protokol dengan pengurangan suplai token secara permanen.
Omni Jadi Produk Utama Variational
Variational mengembangkan Omni, platform perdagangan perpetual berbasis Arbitrum. Platform tersebut menggunakan model perdagangan tanpa biaya dan menyediakan fitur cross-margin, yang memungkinkan penggunaan margin secara lebih fleksibel dalam aktivitas perdagangan derivatif.
Saat ini, Omni masih berada dalam tahap private beta. Variational berencana membuka mainnet publik dan menghadirkan fitur perdagangan tambahan sebelum token VAR diluncurkan ke pasar.
Variational Telah Mengumpulkan Lebih dari US$60 Juta
Rencana peluncuran VAR juga didukung pendanaan yang telah diperoleh Variational.
Pada Mei 2026, Variational mengumumkan pendanaan Series A senilai US$50 juta yang dipimpin Dragonfly Capital. Putaran tersebut juga melibatkan Bain Capital Crypto dan Coinbase Ventures.
Sebelumnya, Variational telah mengumpulkan US$10,3 juta dalam putaran pendanaan seed.
Dengan demikian, total pendanaan yang diketahui telah dihimpun Variational mencapai lebih dari US$60 juta.
Peluncuran token VAR pada Q4 2026 nantinya akan menjadi salah satu tahap penting dalam pengembangan ekosistem Variational. Perhatian pasar akan tertuju pada mekanisme airdrop, aktivitas Omni, serta bagaimana program buyback dan burn diterapkan setelah token resmi diluncurkan.
0 Comments