Bitcoin Mulai Tunjukkan Sinyal Waspada Usai Meroket US$15.000 dalam 2 Hari

Bitcoin Mulai Tunjukkan Sinyal Waspada Usai Meroket US$15.000 dalam 2 Hari

Bitcoin mengalami salah satu kenaikan harga paling impresif dalam beberapa waktu terakhir. Sejak Rabu sore, harga Bitcoin melonjak lebih dari US$15.000 dalam waktu kurang dari 48 jam dan mendekati US$80.000, level yang belum dicapai sejak pertengahan Mei.

Namun, setelah Bitcoin gagal menembus dan bertahan di atas US$80.000, sejumlah tanda peringatan mulai muncul. Beberapa indikator menunjukkan bahwa harga BTC berpotensi mengalami koreksi lebih dalam.

Whale Mulai Ambil Untung

Lonjakan Bitcoin lebih dari 25% dalam beberapa hari terjadi di tengah kondisi pasar yang masih penuh tekanan. Selain perubahan kebijakan Departemen Keuangan AS, belum terlihat katalis besar yang benar-benar mampu menjelaskan kenaikan tersebut.

Situasi ini membuat sejumlah investor besar mulai mengamankan keuntungan.

Menurut Lookonchain, sebuah whale misterius kembali menjual 2.700 BTC senilai sekitar US$212 juta. Dalam tiga hari, whale tersebut telah menjual total 7.700 BTC senilai US$576,6 juta ketika harga Bitcoin mulai menembus sejumlah level resistance penting.

Lookonchain juga melaporkan whale lain dengan alamat yang berakhiran bc1qqt menjual 550 BTC senilai hampir US$40 juta. Transaksi tersebut menghasilkan keuntungan sekitar US$4,5 juta.

Aktivitas penjualan dari whale menjadi salah satu sinyal yang perlu diperhatikan karena aksi ambil untung dalam jumlah besar dapat meningkatkan tekanan jual di pasar.

RSI dan Sentimen Greed Meningkat

Sinyal peringatan berikutnya datang dari Fear and Greed Index. Indikator ini ikut melonjak seiring reli Bitcoin dan telah menembus level 70, pertama kalinya sejak Oktober 2025.

Level tersebut menunjukkan bahwa sentimen pasar mulai masuk ke zona greed atau keserakahan.

Sentimen yang terlalu tinggi biasanya dapat meningkatkan risiko pembalikan tren. Meskipun kondisi saat ini belum masuk kategori extreme greed, investor tetap perlu berhati-hati.

Prinsip ini mengingatkan pada pandangan Warren Buffett bahwa investor sebaiknya waspada ketika pasar sedang terlalu serakah.

Selain itu, Relative Strength Index (RSI) Bitcoin juga memberikan sinyal penting. Menurut Crypto Rover, RSI BTC pada grafik 4 jam mencapai level tertinggi sepanjang masa pada Jumat setelah Bitcoin melonjak ke sekitar US$79.700.

RSI yang sangat tinggi menunjukkan bahwa Bitcoin telah mengalami kenaikan dalam waktu singkat. Tidak lama setelah itu, harga BTC mulai mendingin dan turun ke sekitar US$77.000.

Faktor Jim Cramer

Ada satu sinyal lain yang cukup menarik perhatian pasar, yaitu komentar dari Jim Cramer.

Tokoh televisi AS tersebut dikenal karena sejumlah prediksi investasinya yang kerap menjadi perhatian komunitas crypto. Pada Kamis, Cramer menyarankan seorang penelepon untuk tidak membeli saham Bitmine dan memilih mengakumulasi Bitcoin.

Komentar tersebut menjadi sorotan karena sebelumnya, pada awal bulan ini, Cramer mengatakan akan menjual seluruh Bitcoin miliknya.

Beberapa minggu kemudian, harga Bitcoin justru mengalami lonjakan besar.

Karena itu, pernyataan terbaru Cramer kembali menjadi bahan pembicaraan di kalangan investor crypto.

Bitcoin Mulai Menghadapi Risiko Koreksi

Kenaikan Bitcoin lebih dari US$15.000 dalam waktu kurang dari dua hari menunjukkan momentum bullish yang sangat kuat. Namun, reli yang terlalu cepat juga dapat meningkatkan risiko koreksi.

Aktivitas jual whale, tingginya sentimen greed, dan RSI yang sudah berada di level sangat tinggi menjadi beberapa tanda bahwa Bitcoin perlu menghadapi tekanan sebelum melanjutkan kenaikannya.

Investor kini akan melihat apakah BTC mampu kembali menembus US$80.000 atau justru mengalami koreksi lebih dalam dalam jangka pendek.