Permintaan Spot Bitcoin Cash Tetap Lemah Selama 10 Hari, Sinyal Pasar Mulai Overheat
Bitcoin Cash Naik 18%, Tapi Risiko Koreksi Masih Membayangi
Harga Bitcoin Cash (BCH) melonjak sekitar 18% dalam 24 jam terakhir. Namun, jika dilihat dalam jangka lebih panjang, kenaikan ini masih tergolong kecil karena BCH sebelumnya telah turun lebih dari 52% dalam 90 hari terakhir.
Meski BCH sedang mengalami reli, kenaikan ini perlu diwaspadai. Pergerakan harga saat ini banyak didorong oleh leverage di pasar derivatif, sehingga BCH berpotensi mengalami koreksi tajam jika posisi long mulai ditutup.
Pasar Futures BCH Mulai Memanas
Aktivitas di pasar perpetual futures BCH meningkat cukup tajam. Posisi long terlihat mendominasi, sementara permintaan di pasar spot belum menunjukkan kekuatan yang sama.
Funding Rate BCH juga mengalami kenaikan signifikan. Pada 21 Agustus, Funding Rate sempat mencapai 0,0210%, menunjukkan bahwa trader long bersedia membayar biaya funding untuk mempertahankan posisi mereka.
Saat ini, Funding Rate berada di sekitar 0,0102%.
Selain itu, Open Interest (OI) meningkat sekitar 13% menjadi US$567 juta. Kenaikan OI menunjukkan semakin banyak modal yang masuk ke kontrak derivatif BCH.
Kondisi ini tidak selalu menjadi masalah. Namun, ketika pasar derivatif tumbuh sementara permintaan spot tetap lemah, risiko pasar menjadi terlalu panas atau overheated semakin besar.
Permintaan Spot Masih Lemah
Pasar spot BCH justru menunjukkan kondisi yang berbeda.
Selama 10 hari berturut-turut, tekanan jual lebih besar dibandingkan tekanan beli. Dalam periode tersebut, netflow BCH mencapai sekitar US$33,39 juta.
Artinya, kenaikan harga BCH belum sepenuhnya didukung oleh permintaan nyata di pasar spot.
Jika kondisi ini terus berlangsung, BCH bisa kesulitan mempertahankan level harga saat ini.
Dengan kata lain, banyak trader sedang bertaruh BCH akan naik melalui posisi long, tetapi permintaan untuk membeli BCH secara langsung masih relatif rendah.
BCH Masih Berpeluang Naik
Meski memiliki sejumlah risiko, BCH masih berpotensi melanjutkan kenaikannya.
Berdasarkan liquidation heatmap, terdapat sejumlah area likuiditas di atas harga BCH saat ini. Kumpulan likuiditas tersebut berpotensi menarik harga menuju sekitar US$315.
Namun, level tersebut bukan jaminan bahwa BCH pasti akan mencapai US$315. Area dengan likuiditas tinggi memang sering menjadi target pergerakan harga, tetapi arah akhirnya tetap bergantung pada kondisi pasar.
Di sisi lain, terdapat kumpulan likuiditas di sekitar US$260. Jika tekanan jual meningkat, area ini bisa menjadi target penurunan berikutnya.
Resistance Masih Menjadi Penghalang
Secara teknikal, BCH mulai menunjukkan struktur bullish. Namun, masih terdapat level resistance yang harus ditembus sebelum tren kenaikan dapat dianggap lebih kuat.
Beberapa indikator teknikal juga memberikan sinyal positif.
Indikator Accumulation/Distribution (A/D) menunjukkan adanya peningkatan tekanan akumulasi. Sementara itu, Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga menunjukkan momentum yang mulai menguat.
Jika BCH berhasil menembus resistance dengan dukungan volume dan permintaan spot yang lebih kuat, peluang kenaikan lanjutan akan semakin terbuka.
Sebaliknya, jika posisi long terus menumpuk sementara permintaan spot tetap lemah, risiko koreksi masih cukup besar.
Kesimpulan
BCH memang sedang menunjukkan momentum positif setelah naik 18% dalam sehari. Namun, reli ini belum sepenuhnya didukung oleh permintaan di pasar spot.
Kenaikan Funding Rate, peningkatan Open Interest, serta dominasi posisi long menunjukkan trader semakin agresif bertaruh pada kenaikan BCH.
Namun, tekanan jual di pasar spot yang telah berlangsung selama 10 hari menjadi sinyal yang perlu diperhatikan.
Untuk saat ini, BCH memiliki peluang bergerak menuju US$315, tetapi juga berisiko turun ke sekitar US$260 jika tekanan jual semakin kuat.
Karena itu, trader perlu memperhatikan level resistance, pergerakan Funding Rate, serta kekuatan permintaan spot sebelum menyimpulkan bahwa reli BCH telah berubah menjadi tren bullish yang lebih kuat.
0 Comments