Bitcoin Siap Rebound? Ini Potensi Harga BTC Menuju US$80.000 hingga US$120.000

Bitcoin Siap Rebound? Ini Potensi Harga BTC Menuju US$80.000 hingga US$120.000

Bitcoin Kembali Mengincar $80.000, Analis Prediksi Tembus $120.000

Bitcoin kembali mencatat rebound tajam, membuat target harga $80.000 kembali menjadi perhatian pelaku pasar kripto.

Analis Pierre Rochard memperkirakan Bitcoin dapat mengakhiri 2026 di sekitar level $80.000. Namun, ia melihat potensi kenaikan yang jauh lebih besar pada tahun depan. Rochard memprediksi BTC dapat menembus $120.000 pada 2027 dan berpotensi mencapai $300.000 pada 2030.

Bitcoin Belum Memasuki Fase Parabolik

Rochard menilai Bitcoin saat ini belum siap memasuki fase kenaikan parabolik. Meski demikian, ia tetap optimistis terhadap prospek BTC dalam jangka panjang.

Menurutnya, pergerakan Bitcoin sangat dipengaruhi oleh kebijakan Federal Reserve (The Fed) dan kondisi makroekonomi global.

Jika ekonomi Amerika Serikat melemah sehingga The Fed dapat memangkas suku bunga tanpa kembali memicu inflasi tinggi, likuiditas di pasar berpotensi meningkat. Kondisi tersebut biasanya menjadi katalis positif bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Rochard juga melihat perkembangan kecerdasan buatan (AI) dapat membantu perekonomian dengan meningkatkan produktivitas. Jika peningkatan produktivitas mampu membantu menekan inflasi, The Fed bisa memiliki ruang yang lebih besar untuk menurunkan suku bunga.

Bitcoin Melonjak dari $63.000 ke $75.401

Pergerakan harga Bitcoin terbaru menunjukkan momentum bullish mulai kembali muncul.

BTC naik dari sekitar $63.000 menjadi $75.401 dalam waktu kurang dari 48 jam. Kenaikan tersebut terjadi setelah pembeli berhasil mempertahankan area support $63.000.

Bitcoin juga membentuk pola higher high dan higher low, yang menunjukkan struktur pasar mulai lebih bullish.

Lonjakan harga tersebut turut dipicu oleh short squeeze, ketika posisi short trader yang bertaruh Bitcoin akan turun dipaksa ditutup karena harga justru naik.

Sekitar $1,4 miliar hingga $1,7 miliar posisi short di pasar kripto dilaporkan mengalami likuidasi saat Bitcoin dan Ethereum melonjak. Kondisi ini membantu mengurangi posisi bearish dan mempercepat kenaikan harga.

Glassnode juga mencatat bahwa pergerakan Bitcoin tersebut tergolong sangat kuat dibandingkan volatilitas normal 30 hari. Lonjakan ini menjadi salah satu pergerakan bullish terbesar sejak Oktober 2023.

Namun, likuidasi posisi short saja belum cukup untuk membuktikan bahwa reli Bitcoin akan terus berlanjut. Pasar masih membutuhkan permintaan spot yang kuat agar kenaikan dapat bertahan.

Target $80.000 Kembali Menjadi Perhatian

Setelah rebound terbaru, level $80.000 kembali menjadi target utama Bitcoin.

Data Polymarket menunjukkan peluang Bitcoin mencapai $80.000 pada Agustus meningkat menjadi 13%, naik sekitar 9 poin hanya dalam enam jam.

Jika BTC berada di sekitar $71.000, Bitcoin membutuhkan kenaikan sekitar 14% untuk mencapai level $80.000.

Karena itu, area $80.000 menjadi resistance dan target psikologis penting bagi trader kripto dalam jangka pendek.

Mampukah Bitcoin Menembus $120.000?

Rochard optimistis Bitcoin dapat menembus $120.000 pada tahun depan apabila kondisi makroekonomi dan likuiditas global mendukung.

Target $300.000 pada 2030 mencerminkan pandangan bullish jangka panjang terhadap Bitcoin. Prediksi tersebut didasarkan pada kombinasi pasokan BTC yang terbatas, meningkatnya adopsi, serta potensi pertumbuhan likuiditas global.

Pandangan ini juga mendapat dukungan dari Anthony Scaramucci, CEO SkyBridge Capital. Ia memperkirakan Bitcoin dapat kembali menembus $100.000, salah satunya karena efek Bitcoin halving yang mengurangi jumlah BTC baru yang masuk ke pasar.

Untuk saat ini, $80.000 menjadi level penting yang harus diperhatikan. Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut dengan dukungan permintaan spot yang kuat, peluang BTC menuju $120.000 akan semakin terbuka.

Namun, investor tetap perlu memperhatikan kebijakan The Fed, suku bunga, likuiditas global, kondisi ekonomi, serta arus permintaan Bitcoin sebelum menyimpulkan bahwa reli kali ini akan berlanjut.

Disclaimer: Prediksi harga Bitcoin bersifat spekulatif dan bukan jaminan pergerakan harga di masa depan. Pasar kripto memiliki volatilitas tinggi, sehingga investor perlu mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.