Bitcoin Terancam Catat Oktober Merah Dua Tahun Beruntun, Whale Mulai Akumulasi

Bitcoin Terancam Catat Oktober Merah Dua Tahun Beruntun, Whale Mulai Akumulasi

Bitcoin (BTC) menghadapi tekanan jual pada Oktober 2026, meskipun bulan ini secara historis dikenal sebagai periode positif bagi pasar kripto. Di tengah melemahnya harga Bitcoin, investor besar atau whale justru menunjukkan tanda-tanda akumulasi, sementara investor ritel semakin banyak menjual asetnya.

Berdasarkan data hingga 19 Oktober 2026, harga Bitcoin tercatat turun 1,35% sepanjang bulan ini. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan rata-rata imbal hasil Bitcoin pada Oktober yang secara historis mencapai 18,40%.

Situasi ini memunculkan risiko Bitcoin kembali mencatatkan kinerja bulanan negatif pada Oktober untuk tahun kedua berturut-turut. Tekanan jual tersebut juga menunjukkan bahwa tren musiman yang dikenal dengan istilah Uptober tidak selalu menjamin kenaikan harga Bitcoin.

Sebelumnya, Bitcoin mencatatkan kenaikan 6,33% pada September. Namun, momentum positif tersebut tampaknya mulai melemah pada Oktober.

Ketidakpastian pasar dan aksi ambil untung atau profit taking kemungkinan turut memengaruhi pergerakan harga. Meski demikian, data imbal hasil bulanan saja belum cukup untuk memastikan penyebab utama penurunan Bitcoin.

Pergerakan harga dalam beberapa bulan sebelumnya juga memperlihatkan tingginya volatilitas pasar. Bitcoin sempat turun 20,48% pada Juni, sebelum mencatatkan kenaikan 24,95% pada Agustus.

Kinerja Bitcoin Melemah, Sentimen Investor Tertekan

Jika Bitcoin kembali mencatatkan Oktober dengan imbal hasil negatif selama dua tahun berturut-turut, kepercayaan investor terhadap reli musiman berpotensi melemah.

Kondisi tersebut dapat membuat investor lebih berhati-hati sebelum membeli Bitcoin hanya berdasarkan pola kenaikan harga pada Oktober di tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, penurunan minat terhadap aset berisiko juga berpotensi memberikan tekanan kepada altcoin. Ketika investor mengurangi eksposur terhadap pasar kripto, aset digital selain Bitcoin dapat ikut terdampak.

Untuk membangun pemulihan harga yang lebih berkelanjutan, Bitcoin membutuhkan peningkatan permintaan di pasar spot serta keyakinan yang lebih kuat dari pembeli.

Tanpa dukungan permintaan yang memadai, tekanan jual berpotensi membatasi ruang kenaikan harga dalam jangka pendek.

Whale Bitcoin Mulai Akumulasi di Tengah Aksi Jual Investor Ritel

Di tengah melemahnya kinerja Bitcoin, data on-chain menunjukkan perbedaan perilaku antara investor ritel dan investor besar atau whale.

Data tersebut memperlihatkan bahwa arus setoran Bitcoin yang dikaitkan dengan investor ritel ke Binance meningkat lebih cepat dibandingkan arus masuk dari whale selama 30 hari terakhir.

Setoran yang dikaitkan dengan investor ritel naik dari US$7 miliar menjadi US$10,78 miliar. Angka tersebut mencerminkan peningkatan sekitar 54% dalam periode tersebut.

Sementara itu, arus masuk dari whale hanya meningkat 9,5% menjadi US$4,6 miliar.

Perbedaan tersebut membuat kesenjangan antara setoran investor ritel dan arus masuk whale melebar dari US$2,8 miliar menjadi US$6,18 miliar.

Data ini mengindikasikan bahwa aktivitas setoran Bitcoin dari kelompok investor ritel meningkat lebih cepat daripada arus masuk dari investor besar.

Namun, setoran ke bursa tidak secara otomatis membuktikan bahwa seluruh Bitcoin tersebut telah dijual. Pergerakan dana menuju bursa perlu dibaca sebagai salah satu indikator aktivitas pasar, bukan bukti pasti bahwa investor sedang melepas asetnya.

Distribusi Bitcoin oleh Whale Mulai Berkurang

Perilaku investor besar juga memperlihatkan perubahan yang menarik.

Pada periode 27 September hingga 19 Oktober 2026, kelompok whale yang memegang 1.000–10.000 BTC menunjukkan penurunan distribusi secara signifikan.

Jumlah Bitcoin yang didistribusikan kelompok tersebut turun dari 62.600 BTC menjadi 5.230 BTC. Perubahan ini mengindikasikan bahwa tekanan distribusi dari kelompok whale tersebut semakin berkurang dan perilakunya beralih ke arah akumulasi.

Sementara itu, kelompok pemegang 100–1.000 BTC telah menunjukkan pola akumulasi sejak pertengahan Juli.

Meski demikian, saldo Bitcoin kelompok tersebut dilaporkan mengalami penurunan sebesar 75.000 BTC. Data ini menunjukkan bahwa tren akumulasi perlu dilihat bersama perubahan saldo kepemilikan untuk memahami perilaku investor secara lebih menyeluruh.

Secara keseluruhan, data tersebut menggambarkan bahwa sebagian kelompok investor besar menunjukkan ketahanan yang lebih kuat dibandingkan investor ritel di tengah tekanan pasar.

Apakah Akumulasi Whale Bisa Menahan Penurunan Bitcoin?

Akumulasi oleh whale berpotensi membantu meredam tekanan jual apabila pembelian mereka terus berlanjut. Permintaan dari investor besar dapat menjadi salah satu faktor pendukung stabilitas harga Bitcoin.

Namun, akumulasi whale tidak menjamin harga Bitcoin akan segera pulih.

Jika tekanan jual dari investor ritel tetap tinggi dan permintaan di pasar spot belum menguat, kenaikan harga Bitcoin masih dapat terbatas dalam jangka pendek.

Karena itu, investor perlu memperhatikan sejumlah indikator, termasuk arus dana ke bursa kripto, perubahan saldo kepemilikan whale, permintaan di pasar spot, dan perkembangan sentimen pasar secara keseluruhan.

Pola historis Oktober juga sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya dasar untuk mengambil keputusan investasi.

Kesimpulan

Bitcoin menghadapi tantangan untuk mengakhiri Oktober 2026 dengan kinerja positif. Hingga 19 Oktober, BTC tercatat turun 1,35%, berlawanan dengan rata-rata imbal hasil historis Oktober sebesar 18,40%.

Di tengah tekanan tersebut, data on-chain menunjukkan bahwa distribusi dari sebagian kelompok whale mulai berkurang dan perilaku mereka mengarah pada akumulasi. Sebaliknya, setoran yang dikaitkan dengan investor ritel ke Binance meningkat lebih cepat.

Perbedaan perilaku ini menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan untuk membaca arah pasar Bitcoin selanjutnya.

Meski akumulasi whale dapat menjadi faktor pendukung, pemulihan harga yang berkelanjutan tetap membutuhkan permintaan yang kuat dan konfirmasi dari pasar. Oleh karena itu, investor sebaiknya tidak hanya mengandalkan narasi Uptober, tetapi juga mempertimbangkan kondisi pasar dan risiko investasi.