Bloomberg Luncurkan Dashboard Stablecoin di Bloomberg Terminal, Data Onchain Diperbarui Tiap Jam
Bloomberg meluncurkan dashboard stablecoin di Bloomberg Terminal pada 30 September 2026. Fitur ini memberikan data onchain stablecoin kepada pengguna institusional, mulai dari jumlah pasokan, penerbitan (mint), pembakaran (burn), transfer, hingga velocity.
Dashboard stablecoin tersebut kini tersedia bagi seluruh pengguna Bloomberg Terminal melalui RWAS .
Bloomberg Sajikan Data Stablecoin Secara Terintegrasi
Dashboard baru Bloomberg mengambil data dari Allium, perusahaan penyedia data blockchain untuk kebutuhan perusahaan.
Data tersebut kemudian diintegrasikan dengan berbagai perangkat analisis yang sudah tersedia di Bloomberg Terminal, termasuk instrumen fixed income, valuta asing (foreign exchange/FX), dan pasar uang.
Dengan integrasi ini, pengguna tidak perlu lagi mengumpulkan data stablecoin dari berbagai blockchain explorer maupun platform analitik secara terpisah.
Data Onchain Stablecoin Diperbarui Setiap Jam
Dashboard Bloomberg mencakup stablecoin dengan circulating supply lebih dari US$100 juta. Kelompok aset tersebut mencakup lebih dari 98% total pasar stablecoin, serta sejumlah stablecoin berukuran lebih kecil dan aset yang dipatok terhadap mata uang selain dolar AS.
Dalam tampilan utama, pengguna dapat membandingkan sejumlah metrik stablecoin, seperti:
- Circulating supply
- Jumlah mint
- Jumlah burn
- Volume transfer
- Velocity atau tingkat perputaran aset
Data terbaru diperbarui setiap jam, sedangkan data historis diperbarui setiap hari.
Pengguna juga dapat melihat data untuk stablecoin tertentu berdasarkan jaringan blockchain, membandingkan data antarjaringan, serta menyaring aset berdasarkan jenis aset yang menjadi patokannya. Pilihan tersebut mencakup mata uang fiat, komoditas, dan stablecoin lainnya.
Bloomberg Perluas Layanan Data Aset Digital
Peluncuran dashboard stablecoin menjadi bagian dari pengembangan layanan aset digital Bloomberg.
Bloomberg telah menyediakan harga Bitcoin di Terminal sejak 2014. Saat ini, perusahaan juga menyediakan harga spot, reference data, identifier, dan benchmark untuk sekitar 50 aset kripto yang dinilai relevan bagi investor institusional.
Bloomberg juga memiliki fitur Crypto Exposure Analytics yang membantu tim kepatuhan mengidentifikasi eksposur langsung maupun tidak langsung terhadap aset kripto dalam portofolio.
Matthew Parkinson, Global Head of Digital Assets Product Bloomberg, mengatakan stablecoin semakin menjadi bagian penting dari pasar aset digital institusional. Menurutnya, perusahaan mulai mengeksplorasi bagaimana uang tunai dan aset dapat bergerak dalam infrastruktur keuangan berbasis token.
Pasar Stablecoin Tembus US$300 Miliar
Data stablecoin menjadi semakin penting seiring pertumbuhan nilai pasar aset tersebut. Total circulating supply stablecoin kini telah mencapai lebih dari US$300 miliar.
Stablecoin juga semakin banyak digunakan sebagai penghubung antara pasar aset digital dan sistem keuangan tradisional. Penggunaannya mencakup penyelesaian transaksi, pembayaran lintas negara, hingga aktivitas yang berkaitan dengan surat utang pemerintah Amerika Serikat (AS) berjangka pendek.
Ethan Chan, Co-Founder sekaligus CEO Allium, mengatakan pelaku institusional membutuhkan tingkat kepastian yang sama terhadap data onchain seperti yang tersedia pada pasar keuangan tradisional.
Allium sendiri mencatat sejumlah perusahaan besar sebagai klien, termasuk Visa, Coinbase, dan Federal Reserve.
Data Stablecoin Semakin Dibutuhkan Institusi
Peluncuran dashboard stablecoin Bloomberg hadir di tengah meningkatnya pembangunan infrastruktur data untuk pasar aset digital.
Salah satu perkembangan lainnya adalah layanan data pasar Hyperliquid secara real-time dari DoubleZero. Bloomberg juga sebelumnya bekerja sama dengan Kaiko untuk menyediakan datanya melalui Canton Network.
Di sisi regulasi, stablecoin juga semakin mendapat perhatian dari regulator. Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB), misalnya, mendorong perluasan larangan terhadap produk stablecoin yang memberikan imbal hasil.
Dengan semakin besarnya pasar stablecoin dan meningkatnya keterlibatan institusi keuangan, kebutuhan terhadap data onchain yang terstruktur dan mudah dibandingkan diperkirakan menjadi semakin penting bagi pelaku pasar.
0 Comments