Harga Bitcoin Naik ke $85.600 Usai Data Inflasi PCE AS Dirilis
Harga Bitcoin (BTC) melonjak ke sekitar $85.600 setelah Amerika Serikat merilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) untuk Agustus. Kenaikan terjadi setelah data inflasi menunjukkan tekanan harga yang lebih rendah dari perkiraan pasar.
Harga Bitcoin naik tajam dalam satu jam setelah Bureau of Economic Analysis (BEA) Amerika Serikat merilis laporan PCE. Bitcoin sebelumnya diperdagangkan di bawah $84.000, kemudian naik hingga menyentuh sekitar $85.600.
Pergerakan tersebut menunjukkan respons positif pelaku pasar kripto terhadap data inflasi terbaru AS.
Harga Altcoin Ikut Menguat
Kenaikan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Sejumlah aset kripto lainnya juga bergerak naik dalam periode yang sama.
Zcash (ZEC) tercatat naik lebih dari 3,6%, sementara Hyperliquid (HYPE) menguat sekitar 1,1%. Ethereum (ETH) naik 1,5%, sedangkan Solana (SOL) meningkat sekitar 2,2%.
Penguatan sejumlah aset kripto tersebut terjadi setelah pasar mencermati data inflasi AS yang menjadi salah satu indikator penting bagi kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Inflasi PCE AS Naik 0,3% pada Agustus
Data PCE menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi naik 0,3% pada Agustus. Secara tahunan, kenaikannya mencapai 3,4%.
Sementara itu, core PCE, yang tidak memasukkan harga makanan dan energi, meningkat 0,2% secara bulanan. Angka tersebut membuat tingkat inflasi inti secara tahunan berada di 3%.
Angka tersebut berada di bawah ekspektasi pasar. Sebelumnya, pasar memperkirakan core PCE naik 0,3% secara bulanan dengan tingkat tahunan mencapai 3,3%.
Data tersebut kemudian menjadi perhatian investor karena inflasi merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan The Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
Data Inflasi Jadi Sentimen Positif bagi Bitcoin
Kenaikan Bitcoin setelah rilis data PCE menunjukkan bagaimana pasar kripto merespons perkembangan kebijakan moneter AS.
David Russel, Global Head of Market Strategy di TradeStation, menilai data tersebut menjadi kabar positif bagi investor yang khawatir terhadap kenaikan imbal hasil obligasi atau bond yields.
Menurut Russel, data tersebut juga memperkuat alasan bagi The Fed untuk tidak menaikkan suku bunga pada Oktober.
Sebelumnya, The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Keputusan tersebut sempat menjadi perhatian pasar, tetapi harga Bitcoin justru bergerak naik setelah pengumuman tersebut.
Bitcoin dan Arah Kebijakan The Fed
Pergerakan Bitcoin saat ini masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi Amerika Serikat, khususnya data inflasi dan kebijakan The Fed.
Data PCE menjadi salah satu indikator penting karena memberikan gambaran mengenai perubahan harga barang dan jasa yang dibayarkan konsumen.
Jika tekanan inflasi menunjukkan tanda-tanda mereda, pasar dapat melihat ruang yang lebih besar bagi The Fed untuk mempertahankan atau melonggarkan kebijakan suku bunga. Namun, arah kebijakan tersebut tetap bergantung pada data ekonomi berikutnya.
Dengan demikian, kenaikan Bitcoin ke $85.600 setelah rilis data PCE menunjukkan bahwa pelaku pasar kripto merespons positif angka inflasi yang berada di bawah ekspektasi, meski pergerakan harga Bitcoin selanjutnya masih akan bergantung pada perkembangan ekonomi dan kebijakan moneter AS.
0 Comments