Bybit Bakal Luncurkan mStocks pada November 2026, Token Saham Bisa Diperdagangkan 24 Jam

Bybit Bakal Luncurkan mStocks pada November 2026, Token Saham Bisa Diperdagangkan 24 Jam

Bybit berencana meluncurkan mStocks pada November 2026, sebuah produk tokenisasi saham yang didukung saham asli dan memungkinkan perdagangan selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Produk ini dikembangkan bersama Mantle untuk memperluas akses pengguna terhadap aset keuangan berbasis blockchain.

Peluncuran mStocks dijadwalkan sehari setelah Bybit memperkenalkan produk perdagangan saham terpisah bernama Direct Stocks pada 12 Oktober 2026.

Kedua produk tersebut menjadi bagian dari strategi New Financial Platform Bybit, yang bertujuan memperluas pilihan instrumen keuangan bagi penggunanya.

Apa Itu mStocks Milik Bybit?

Berdasarkan pengumuman perusahaan, mStocks merupakan token saham yang dirancang dengan dukungan saham dasar menggunakan rasio 1:1. Artinya, setiap token ditujukan untuk mewakili satu saham asli yang mendasarinya, bukan sekadar kontrak sintetis yang mengikuti pergerakan harga saham.

Salah satu fitur utama mStocks adalah jam perdagangannya. Produk ini dirancang agar dapat diperdagangkan selama 24 jam, termasuk pada malam hari, akhir pekan, dan ketika bursa saham tradisional tutup.

mStocks akan diterbitkan oleh Halo Prime Limited, perusahaan yang terdaftar di British Virgin Islands (BVI).

Halo Prime mengklasifikasikan token tersebut sebagai limited-recourse debt obligations, yaitu kewajiban utang dengan hak tagih yang terbatas pada aset atau sumber pembayaran tertentu sesuai ketentuan hukumnya.

Dengan demikian, kepemilikan mStocks tidak serta-merta sama dengan kepemilikan saham secara langsung melalui perusahaan sekuritas yang teregulasi.

Bybit sendiri menyatakan bahwa perannya berfokus pada penyediaan antarmuka perdagangan dan pengoperasian fungsi smart contract. Perusahaan tersebut tidak bertindak sebagai penerbit maupun kustodian mStocks.

Integrasi Mantle dan Potensi Penggunaan di DeFi

Pengembangan mStocks dilakukan bersama Mantle untuk menghadirkan fitur keuangan terdesentralisasi atau decentralized finance (DeFi).

Bybit menyebut token tersebut dirancang agar dapat digunakan sebagai agunan perdagangan. Dengan fitur ini, posisi saham yang dimiliki pengguna berpotensi digunakan sebagai jaminan untuk transaksi lain di platform.

Pendekatan tersebut dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan modal karena aset tidak harus selalu disimpan tanpa dimanfaatkan untuk aktivitas perdagangan lainnya.

Selain itu, terdapat potensi perdagangan mStocks melalui bursa terdesentralisasi atau decentralized exchange (DEX). Jika fitur ini benar-benar diterapkan, token tersebut berpeluang diperdagangkan di luar buku pesanan Bybit dan menjangkau ekosistem blockchain yang lebih luas.

Namun, realisasi perdagangan melalui DEX dan manfaat integrasi DeFi masih menjadi hal yang perlu dipantau menjelang peluncuran.

Perbedaan mStocks dan Direct Stocks Bybit

Bybit sebelumnya meluncurkan Direct Stocks pada 12 Oktober 2026. Produk ini memberikan akses ke lebih dari 1.000 saham dan ETF Amerika Serikat.

Pengguna dapat mendanai transaksi menggunakan USDC, sementara transaksi yang memenuhi persyaratan tertentu ditawarkan tanpa komisi.

Meski sama-sama memperluas akses terhadap pasar saham, mStocks dan Direct Stocks memiliki perbedaan mendasar, terutama dari sisi jam perdagangan dan struktur produknya.

Berikut perbandingan keduanya:

  • mStocks: Direncanakan meluncur pada November 2026, dengan perdagangan 24/7 dan struktur token yang didukung saham dasar.
  • Direct Stocks: Diluncurkan pada 12 Oktober 2026, menyediakan akses ke lebih dari 1.000 saham dan ETF AS dengan jadwal perdagangan 24/5.
  • Pendanaan: Direct Stocks menggunakan USDC untuk mendanai transaksi, sedangkan mekanisme pendanaan dan ketentuan lengkap mStocks perlu merujuk pada informasi resmi produknya.
  • Fitur DeFi: mStocks dirancang untuk mendukung penggunaan token sebagai agunan dan berpotensi terintegrasi dengan DEX.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa mStocks tidak sekadar menjadi produk perdagangan saham tambahan. Token ini juga diarahkan untuk menghubungkan eksposur terhadap saham dengan aktivitas keuangan berbasis blockchain.

Risiko Hukum dan Perdagangan yang Perlu Diperhatikan

Meski menawarkan fleksibilitas waktu perdagangan, mStocks memiliki sejumlah risiko yang perlu dipahami calon pengguna.

Pertama, struktur hukum produk. Statusnya sebagai kewajiban utang dengan hak tagih terbatas berbeda dari kepemilikan saham secara langsung. Hak investor akan bergantung pada ketentuan penerbitan, aset yang mendukung token, serta mekanisme penebusan yang berlaku.

Kedua, peran Bybit perlu diperhatikan. Karena Bybit bukan penerbit maupun kustodian produk tersebut, pengguna perlu memahami pihak yang bertanggung jawab atas aset dasar, penyimpanan saham, dan pemenuhan kewajiban kepada pemegang token.

Ketiga, perdagangan selama 24/7 tidak menjamin harga token selalu sama dengan harga saham dasarnya. Ketika bursa saham tradisional tutup, likuiditas, selisih harga beli dan jual (spread), serta perubahan sentimen pasar dapat memengaruhi harga token.

Keempat, penggunaan mStocks sebagai agunan juga memiliki risiko. Fitur ini berpotensi meningkatkan efisiensi modal, tetapi dapat memperbesar kerugian apabila nilai agunan turun ketika pengguna memiliki posisi perdagangan lain.

Karena itu, calon pengguna perlu mempelajari ketentuan hukum, mekanisme penebusan, likuiditas, dan risiko penggunaan agunan sebelum memanfaatkan produk tersebut.

Hal yang Perlu Dipantau Menjelang Peluncuran mStocks

Menjelang rencana peluncuran pada November 2026, terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.

Pertama, daftar saham yang akan tersedia pada tahap awal peluncuran. Kedua, mekanisme untuk memastikan token tetap didukung saham dasar dengan rasio yang diumumkan. Ketiga, ketentuan penebusan token dan perlindungan bagi pemegangnya.

Selain itu, perkembangan integrasi dengan Mantle juga akan menjadi indikator penting untuk menilai apakah fitur DeFi mStocks benar-benar memberikan manfaat bagi pengguna.

Realisasi perdagangan di DEX perlu dipantau karena fitur tersebut dapat menentukan seberapa luas token ini digunakan di luar ekosistem Bybit.

Kesimpulan

Rencana peluncuran mStocks memperlihatkan upaya Bybit memperluas layanan perdagangan aset digital melalui tokenisasi saham. Dengan perdagangan 24/7 dan potensi integrasi DeFi, produk ini menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan perdagangan saham tradisional.

Namun, akses perdagangan yang lebih fleksibel tidak otomatis berarti risiko yang lebih rendah. Struktur hukum sebagai kewajiban utang dengan hak tagih terbatas, ketergantungan pada penerbit, likuiditas, dan penggunaan token sebagai agunan menjadi faktor penting yang perlu dipahami.

Keberhasilan mStocks pada akhirnya akan bergantung pada transparansi aset pendukung, kejelasan hak pemegang token, likuiditas pasar, serta realisasi fitur yang dijanjikan menjelang peluncuran November 2026.