CFTC Dukung Crypto.com dalam Sengketa Pasar Prediksi di Nevada — Berpotensi Naik ke Mahkamah Agung AS

CFTC Dukung Crypto.com dalam Sengketa Pasar Prediksi di Nevada — Berpotensi Naik ke Mahkamah Agung AS

Pertarungan Regulasi Prediction Market: Pemerintah Federal vs Negara Bagian AS

Pertarungan besar soal prediction market (pasar prediksi) sedang berlangsung di Amerika Serikat dan berpotensi mengubah masa depan industri crypto dan derivatif digital.

Kasus ini muncul dalam banding di Ninth Circuit Court of Appeals, dengan perkara NADEX vs Negara Bagian Nevada. Platform Crypto.com (melalui NADEX) menggugat pembatasan dari Nevada Gaming Control Board (NGCB).

Pihak Nevada menilai prediction market olahraga—seperti Polymarket dan Kalshi—sebagai judi olahraga yang seharusnya diatur oleh negara bagian.

Sebaliknya, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menegaskan bahwa produk tersebut adalah kontrak derivatif (event contracts), bukan perjudian, sehingga berada di bawah kewenangan eksklusif pemerintah federal.

CFTC Turun Tangan Secara Langsung

Dalam langkah yang sangat jarang terjadi, CFTC mengajukan amicus brief (pendapat resmi ke pengadilan) untuk mendukung Crypto.com.

Menurut Rob Schwartz, mantan penasihat hukum utama CFTC dan kini partner di Morgan Lewis, ini adalah pertama kalinya terjadi benturan langsung antara regulator federal dan negara bagian dalam kasus seperti ini.

Ia menjelaskan, selama bertahun-tahun batas antara regulasi derivatif (federal) dan perjudian (negara bagian) selalu diperdebatkan, tetapi belum pernah benar-benar “bertabrakan” di pengadilan seperti sekarang. Dengan banyak putusan pengadilan yang belakangan membatasi wewenang CFTC, konflik ini akhirnya tak terhindarkan.

CFTC: Jika Negara Bagian Menang, Regulasi Jadi Kacau

Ketua CFTC, Mike Selig, memperkuat sikap lembaganya lewat artikel opini di Wall Street Journal dan wawancara di Fox Business.

Ia menegaskan bahwa hampir 50 gugatan di tingkat negara bagian kini menargetkan platform yang sudah terdaftar di CFTC, termasuk Kalshi, Polymarket, Coinbase, dan Crypto.com.

Menurut Selig, jika setiap negara bagian bebas melarang prediction market, maka akan muncul aturan yang terpecah-pecah dan tidak konsisten, sesuatu yang justru ingin dihindari lewat pengawasan federal.

Schwartz menambahkan, jika negara bagian menang hari ini (soal olahraga), besok mereka bisa memperluas klaim ke prediction market lain, seperti:

  • hasil pemilu
  • suku bunga
  • data ekonomi makro
  • laporan keuangan perusahaan

Negara Bagian & Industri Judi Melawan

Pemerintah negara bagian dan industri perjudian tidak tinggal diam.

Mantan Gubernur New Jersey, Chris Christie, yang kini menjadi penasihat strategis American Gaming Association, menyebut prediction market sebagai judi olahraga berkedok teknologi dalam acara CNBC Squawk Box.

Ia menuduh platform seperti Kalshi dan Polymarket:

  • melanggar hukum di 50 negara bagian
  • menghindari pajak daerah
  • berpotensi merusak integritas olahraga
  • tidak memiliki perlindungan konsumen seperti kasino resmi

Menurutnya, “Kalau terlihat seperti judi dan cara kerjanya seperti judi, ya itu judi.”

Berpotensi Masuk ke Mahkamah Agung AS

Para ahli hukum menilai kasus ini hampir pasti berujung di Supreme Court of the United States.

Hal ini karena pengadilan tingkat bawah sudah mengeluarkan putusan yang saling bertentangan. Ditambah besarnya kepentingan ekonomi dan isu pembagian kewenangan antara federal dan negara bagian, Mahkamah Agung kemungkinan akan turun tangan dalam waktu dekat.

Dampaknya untuk Crypto & Prediction Market

Prediction market tumbuh sangat pesat. Data dari CoinGecko menunjukkan total volume transaksi mencapai US$63,5 miliar sepanjang 2025.

  • Jika CFTC menang → industri bisa tumbuh miliaran dolar lebih besar
  • Jika kasus berlarut di Mahkamah Agung → kepastian hukum tertunda
  • Ketidakpastian regulasi bisa menahan investasi, menurut laporan TD Cowen yang dikutip The Block

Kesimpulan:
Kasus ini akan menentukan apakah prediction market di AS diatur sebagai produk keuangan berbasis crypto atau dianggap sebagai perjudian oleh negara bagian—dan dampaknya bisa terasa ke seluruh ekosistem aset digital global.