VC Terkemuka Peringatkan Dampak Serius Jika Bitcoin Turun di Bawah US$60.000
Vinny Lingham mengeluarkan peringatan keras kepada pasar kripto. Menurutnya, kemampuan Bitcoin bertahan di level US$60.000 bukan lagi sekadar soal pergerakan harga jangka pendek, tetapi menyangkut kelangsungan siklus pasar kripto saat ini.
Pada Senin, harga Bitcoin turun 4,4% ke US$64.498. Melalui platform X, Lingham mengatakan pasar saat ini berada di posisi yang sangat rapuh dan berisiko mengalami kejatuhan besar seperti pada tahun 2022 jika level penting gagal dipertahankan.
Level harga krusial
Menurut Lingham, area US$64.000 adalah zona bahaya terdekat. Jika level ini jebol, Bitcoin berpotensi turun cepat ke US$60.000, meski masih ada peluang pantulan harga (bounce) jangka pendek.
Namun, US$60.000 adalah level yang paling krusial dalam siklus ini. Lingham menyebutnya sebagai support terpenting Bitcoin saat ini.
- Jika harga menyentuh US$60.000 lalu memantul kuat, pola double bottom bisa terbentuk dan menjadi fondasi kuat untuk reli berikutnya.
- Sebaliknya, jika level US$60.000 tembus, dampaknya bisa sangat serius.
Ancaman likuidasi besar-besaran
Lingham memperingatkan bahwa penurunan di bawah US$60.000 dapat memicu likuidasi berantai yang brutal di pasar. Jika itu terjadi, peluang pemulihan akan sangat kecil, setidaknya hingga mendekati momen Bitcoin halving berikutnya.
Risiko bagi perusahaan pemegang kripto
Yang lebih mengkhawatirkan, Lingham menilai kejatuhan di bawah US$60.000 bisa menyebabkan gagalnya perusahaan-perusahaan yang menyimpan kripto sebagai aset kas (treasury). Ia memperingatkan bahwa sejumlah perusahaan pemegang Bitcoin dan Ethereum berpotensi kolaps.
Singkatnya, menurut Lingham, US$60.000 adalah garis penentu:
bertahan → pasar masih punya peluang pulih,
jebol → siklus kripto saat ini bisa berakhir.
0 Comments