Dari Infrastruktur ke Dampak Nyata: Ke Mana Arah Perkembangan Sui Selanjutnya
Sering kali kemajuan diukur dari berita besar atau siklus pasar. Namun bagi Sui, kemajuan nyata sepanjang 2025 justru datang dari hal yang lebih berkelanjutan: peningkatan produk dan tools yang terus dilakukan.
Pembaruan ini mencakup performa jaringan, kecepatan finalitas transaksi, pengalaman developer, hingga sistem dasar (primitives). Dampaknya bukan sekadar memperbaiki jaringan secara teknis, tetapi juga memperluas ruang inovasi.
Hal ini membuka peluang lahirnya jenis aplikasi baru dan memungkinkan para builder fokus membangun produk yang benar-benar dibutuhkan pengguna — bukan sekadar mencari jalan pintas teknis.
Tema tersebut mengemuka dalam diskusi akhir tahun di platform X bersama para pemimpin ekosistem Sui. Evan Cheng, CEO Mysten Labs — kontributor awal Sui — menggambarkan perubahan besar ini:
“Cara membuat orang tertarik adalah dengan membangun produk yang benar-benar berdampak pada kehidupan mereka.”
Diskusi ini juga dihadiri tokoh penting Mysten Labs lainnya seperti Adeniyi Abiodun, Kostas Chalkias, dan Aslan Tashtanov. Tujuannya sederhana: melihat apa yang benar-benar berhasil dicapai pada 2025 dan mengapa 2026 terasa berbeda.
Tulisan ini bukan sekadar rangkuman, melainkan kumpulan sinyal penting yang menunjukkan mengapa 2026 akan menjadi tahun yang sangat berbeda bagi Sui.
Dari Potensi Menjadi Bukti Nyata
Dari sisi ekosistem, 2025 adalah tahun pembuktian.
Bukan lagi soal skalabilitas teoritis atau janji masa depan, melainkan penggunaan nyata: developer benar-benar melakukan deployment, dan pengguna benar-benar datang.
Menurut Adeniyi Abiodun, pertumbuhan terlihat jelas dari meningkatnya jumlah developer, aplikasi, dan aktivitas on-chain.
Peningkatan finalitas transaksi dan biaya yang lebih murah bukan perubahan kecil — hal ini secara fundamental mengubah jenis aplikasi yang bisa dibangun.
Aplikasi berbasis konsumen kini mampu melakukan onboarding pengguna tanpa harus memahami private key atau wallet sejak awal. Game, aplikasi sosial, dan pembayaran mulai terasa seperti aplikasi digital biasa — bukan produk “crypto”.
Seperti yang ia sampaikan:
“Kemajuan mudah tertutup oleh banyaknya pengumuman. Tapi yang paling penting adalah melihat builder meluncurkan produk nyata dan pengguna benar-benar menggunakannya.”
Pentingnya Sistem, Bukan Sekadar Produk
Perbedaan utama yang terlihat bukan pada satu aplikasi tertentu, melainkan pada sistem yang terintegrasi.
Evan Cheng menegaskan:
“Saat yang lain hanya membangun ledger, kami membangun stack — lapisan kontrol yang memungkinkan automasi berjalan dengan baik.”
Internet sedang berubah. Jumlah “pengguna” online meningkat bukan hanya karena manusia, tetapi juga karena mesin, AI agent, dan software otonom mulai berinteraksi secara langsung.
Sayangnya, internet saat ini belum dirancang untuk dunia tersebut.
Dua tahun terakhir difokuskan untuk mempersiapkan transisi ini — bukan dengan mengejar narasi, tetapi dengan membangun infrastruktur lengkap yang mendukung automasi, verifikasi, dan koordinasi dalam skala besar.
Tahun 2026 menjadi momen ketika fondasi ini mulai terlihat dalam bentuk produk nyata — bukan satu aplikasi unggulan, melainkan kelas aplikasi baru yang sebelumnya tidak mungkin dibuat.
Tujuannya bukan membuktikan pentingnya blockchain, melainkan membangun produk yang begitu berguna hingga pertanyaan itu tidak lagi relevan.
Kriptografi untuk Dunia Nyata
Dari sisi kriptografi, 2025 menandai perubahan besar: Web3 tidak lagi hanya berfokus ke dalam komunitasnya sendiri.
Kostas Chalkias menjelaskan bahwa perkembangan AI, robotika, dan sistem fisik menciptakan kebutuhan baru terhadap infrastruktur kriptografi.
Mesin kini menjadi bagian dari internet. Ini memunculkan pertanyaan baru:
- Bagaimana mesin melakukan autentikasi?
- Bagaimana mereka bertransaksi?
- Bagaimana membuktikan tindakan yang telah dilakukan?
Sistem berbasis objek sangat cocok menjawab kebutuhan ini.
Menurut Kostas:
“Sistem object-oriented adalah cara kerja yang sudah digunakan dalam robotika saat ini. Ketika mereka melihat ini, blockchain terasa lebih alami, bukan abstrak.”
Robot, drone, dan perangkat IoT pada dasarnya adalah objek dengan status, izin, dan riwayat. Membawa mereka ke blockchain bukan tentang finansialisasi semata, melainkan soal koordinasi, akuntabilitas, dan kepercayaan.
Privasi sebagai Fondasi Utama
Seiring kemajuan tersebut, satu hal penting akhirnya siap digunakan secara nyata: privasi.
Bukan privasi sebagai fitur tambahan, tetapi sebagai syarat utama adopsi dunia nyata.
Bagi institusi dan perusahaan, privasi memungkinkan perlindungan data sensitif, pengaturan akses, serta kepatuhan terhadap regulasi tanpa mengorbankan efisiensi.
Tanpa sistem privasi yang kuat, institusi tidak dapat beroperasi secara aman di blockchain. Dengan sistem ini, penggunaan on-chain menjadi jauh lebih realistis.
Tujuan akhirnya jelas: blockchain menjadi infrastruktur tak terlihat yang tertanam di dalam produk.
Seperti yang dikatakan Kostas:
“Kemenangan sesungguhnya adalah ketika seseorang memakai aplikasi tanpa sadar bahwa di baliknya ada blockchain — padahal aplikasi itu tidak mungkin ada tanpanya.”
DeFi Semakin Dewasa
Dalam sektor DeFi, 2025 adalah tahun pematangan.
Likuiditas menjadi semakin composable. Efisiensi modal meningkat pesat. Infrastruktur seperti DeepBook membuktikan bahwa pasar sepenuhnya on-chain mampu menangani volume dan kebutuhan nyata.
Memasuki 2026, fokus beralih dari sekadar primitives ke pengalaman pengguna.
Menurut Aslan Tashtanov:
“Bagi saya, 2026 adalah tahunnya experience — bukan hanya aplikasi DeFi yang sudah ada, tapi hal-hal yang tidak bisa dilakukan di tempat lain.”
Fitur seperti trading, margin, derivatif, dan strategi yield kini sudah menjadi standar. Tantangannya adalah membuat semuanya mudah diakses oleh pengguna awam.
Contohnya:
- Belanja langsung dari tabungan on-chain
- Otomatisasi pergerakan likuiditas lintas protokol
- Mengubah alur keuangan kompleks menjadi pengalaman sederhana
Agar DeFi bisa digunakan secara luas, ia harus terasa lebih baik dari sistem keuangan tradisional — bukan sekadar lebih terbuka.
Arah ke Depan
Jika disatukan, seluruh pandangan ini membentuk satu cerita besar.
Performa, privasi, dan composability bukan lagi keunggulan teoritis. Kini semuanya cukup stabil untuk mendukung aplikasi nyata, pengguna nyata, dan aktivitas ekonomi berskala besar.
Fokus pun berubah.
Bukan lagi tentang apakah infrastrukturnya berfungsi, melainkan apa yang bisa dibangun di atasnya.
Sui kini bergerak dari tahap pembuktian fondasi menuju penyediaan produk yang benar-benar digunakan oleh manusia.
0 Comments