Dede Sunandar Pernah Putus Asa Saat Uang Tinggal Rp 8 Juta
Komedian Dede Sunandar mengungkapkan kisah pahit perjuangan hidupnya saat menghadapi tekanan ekonomi yang berat hingga sempat terlintas keinginan untuk mengakhiri hidup. Pengakuan tersebut disampaikan Dede ketika menjadi bintang tamu dalam kanal YouTube FYP Trans 7, yang tayang pada Jumat, 5 Desember 2025.
Artis berusia 35 tahun itu menceritakan bahwa tekanan mental mulai dirasakannya ketika kondisi keuangan keluarga terus memburuk. Seiring meredupnya popularitas, pekerjaan Dede di dunia hiburan tak lagi seramai dahulu. Padahal, di masa awal kariernya, Dede dikenal sebagai salah satu komedian yang kerap tampil di berbagai program televisi dan bahkan dipercaya menjadi pembawa acara.
Namun, situasi industri hiburan yang semakin kompetitif dan minimnya panggilan kerja membuat penghasilannya menurun drastis. Dede mengaku telah berusaha mencari sumber pendapatan lain dengan melamar pekerjaan di sejumlah tempat, tetapi hingga kini belum membuahkan hasil.
Kondisi tersebut semakin memberatkan karena tabungan yang dimilikinya terus menipis. Saat itu, uang yang tersisa hanya sekitar Rp8 juta, sementara ia harus tetap memenuhi kebutuhan hidup sang istri, Karen Hartatum, serta tiga anaknya. Di sisi lain, Dede juga merasa terbebani secara moral karena ingin tetap membantu memenuhi kebutuhan ibunya.
“Kemarin kepikiran kemana ya nyari uang. Nyari kerjaan sudah, ikhtiar sudah,” ujar Dede saat menceritakan kegundahannya.
Tekanan bertubi-tubi itulah yang kemudian membuat Dede berada di titik terendah dalam hidupnya. Ia mengaku sempat berpikir untuk mengakhiri hidup sebagai jalan keluar dari masalah yang dihadapinya.
“Sempat kepikiran, ‘ah dulu orang tua minum obat sama ini kelar nih’. Cuma lemas doang, udah ngelakuin,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Beruntung, niat tersebut tidak berujung fatal. Tubuh Dede hanya merasakan lemas akibat cairan yang sempat diminumnya, tanpa menimbulkan dampak serius. Peristiwa itu justru menjadi titik balik baginya untuk kembali berpikir jernih dan berusaha bertahan.
Pria kelahiran Ciamis, Jawa Barat, itu mengaku mulai tersadar bahwa masih ada banyak hal yang harus diperjuangkan, terutama masa depan ketiga anaknya. Pikiran tentang keluarga menjadi alasan utama yang menguatkannya untuk tetap melanjutkan hidup.
Selama beberapa hari setelah kejadian tersebut, Dede lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Sang ibu bahkan sempat merasa heran melihat perubahan perilaku putranya.
“Di rumah seminggu, kata Mak aneh, ‘tiduran aja, Le’. Karena kan ibaratnya cuma sisa segini doang, tinggal Rp8 juta, cukuplah buat tiga harian. Yang sana minta aku kagak ada, aku lihat Mak juga kurang,” tuturnya.
Kisah Dede Sunandar menjadi potret nyata kerasnya perjuangan sebagian pekerja seni ketika popularitas meredup dan pemasukan tak lagi stabil. Pengakuan terbuka ini pun menuai simpati banyak pihak dan diharapkan menjadi pengingat pentingnya dukungan moral, keluarga, serta kesadaran akan kesehatan mental, terutama bagi mereka yang tengah menghadapi tekanan ekonomi dan kehidupan.
0 Comments