Fiersa Besari Marah, Istrinya Ditabrak Mobil Hanya Diberi Ganti Rugi Rp 200 Ribu

Fiersa Besari Marah, Istrinya Ditabrak Mobil Hanya Diberi Ganti Rugi Rp 200 Ribu

Istri Tertabrak Mobil di Stasiun Gambir, Fiersa Besari Geram Sikap Pengemudi yang Anggap Cedera Tak Serius

Musisi dan penulis Fiersa Besari mengalami peristiwa tidak menyenangkan saat sang istri, Aqia Nurfadia, menjadi korban kecelakaan lalu lintas di area parkir Stasiun Gambir, Jakarta. Insiden tersebut terjadi ketika Aqia tengah menurunkan barang dari taksi sebelum melanjutkan perjalanan.

Menurut keterangan Fiersa, sebuah mobil yang dikemudikan pria paruh baya secara tiba-tiba menabrak Aqia. Benturan tersebut bahkan sempat menyeret tubuh Aqia beberapa saat, hingga membuatnya mengalami cedera di bagian kaki dan pinggul. Kejadian ini sontak membuat Fiersa dan rombongan panik, terlebih karena kondisi lokasi cukup ramai.

Alih-alih menunjukkan penyesalan dan tanggung jawab penuh, pengemudi mobil justru menilai cedera yang dialami Aqia tidak serius. Ia menyebut Aqia hanya mengalami keseleo dan menawarkan uang ganti rugi sebesar Rp 200.000 sebagai bentuk penyelesaian masalah. Sikap tersebut memicu kemarahan Fiersa Besari.

“Gila ini orang, menabrak tetapi enteng bilang ganti rugi Rp 200.000. Bukan masalah uangnya, Pak, tapi tanggung jawabnya bagaimana?” ujar Fiersa melalui unggahan video di Instagram Story, Minggu (4/1/2026).

Fiersa menegaskan bahwa yang membuatnya kecewa bukan semata nilai uang yang ditawarkan, melainkan minimnya empati dan rasa tanggung jawab dari pengemudi. Menurutnya, menyederhanakan kecelakaan dengan nominal uang tanpa memastikan kondisi korban merupakan sikap yang tidak pantas.

“Seenaknya bilang ganti Rp 200.000, terus dibilang cuma keseleo, padahal mobil sampai ngeser. Tidak ada permintaan maaf, tidak ada empati,” lanjutnya.

Manajer Fiersa, Ubay, yang turut berada di lokasi kejadian, juga mengungkapkan kekecewaan serupa. Ia menilai tawaran uang secara sepihak tersebut mencerminkan cara pandang yang keliru terhadap keselamatan manusia.

“Kami menghormati karena bapaknya lebih tua, tetapi kalau langsung bicara ganti Rp 200.000 atau Rp 300.000, kami tidak terima. Ini bukan soal uang, Pak. Ini manusia, bukan barang,” tegas Ubay.

Akibat kejadian tersebut, Fiersa terpaksa membatalkan agenda perjalanannya demi mendampingi sang istri menjalani pemeriksaan medis. Aqia langsung dibawa ke rumah sakit untuk memastikan kondisi cederanya, mengingat bagian tubuhnya sempat terjepit dan tergencet kendaraan.

Fiersa sempat melaporkan insiden tersebut ke pihak berwajib sebagai bentuk upaya hukum dan perlindungan bagi istrinya. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai hal, ia akhirnya memutuskan mencabut laporan tersebut dan memilih tidak memperpanjang masalah secara hukum.

Meski demikian, Fiersa tetap menyesalkan sikap pengemudi yang dinilainya mencoba menyelesaikan persoalan serius secara instan dengan uang tanpa menunjukkan rasa bersalah. Ia berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama pengemudi kendaraan, agar lebih berhati-hati dan bertanggung jawab saat berada di ruang publik.

Dalam unggahan lanjutan, Fiersa menyampaikan harapannya agar pengemudi tersebut menyadari kesalahannya dan memperbaiki sikap di kemudian hari. Ia juga mengungkapkan bahwa proses pemulihan istrinya kemungkinan memerlukan waktu serta pemeriksaan lanjutan.

“Mungkin bapak ini bukan dari keluarga berada, tapi seharusnya lebih peduli. Bukan sekadar menawarkan Rp 200.000 lalu selesai. Solusi ini mungkin tidak ideal bagi semua orang, tetapi paling ideal untuk kami saat ini,” tutup Fiersa.

Insiden ini pun menuai simpati dari warganet yang menilai keselamatan dan tanggung jawab harus menjadi prioritas utama dalam setiap kejadian kecelakaan, tanpa memandang besar kecilnya dampak yang terlihat di awal.