Sektor Keuangan Hong Kong Bertransformasi Digital Berkat Teknologi Web3
Sektor keuangan Hong Kong saat ini sedang mengalami transformasi digital besar-besaran dan semakin memperkuat posisinya sebagai pusat keuangan global, termasuk dalam pengembangan aset digital dan crypto.
Dalam pembaruan terbaru dari konsultan Oliver Wyman, CEO Hong Kong Exchanges and Clearing Limited (HKEX), Bonnie Y Chan, menjelaskan bahwa Hong Kong memanfaatkan regulasi yang fleksibel, pemulihan pasar, serta kemajuan teknologi digital untuk berperan sebagai “super connector” yang menghubungkan investor global dengan pasar China daratan.
Bonnie Chan, yang mulai menjabat sebagai CEO HKEX pada Maret 2024 setelah berpengalaman di bidang regulasi dan pasar modal, menekankan peran ganda Hong Kong dalam arus modal lintas negara. Salah satu contohnya adalah program Stock Connect, yang memungkinkan modal global masuk ke China sekaligus membuka akses bagi investor China untuk berinvestasi ke luar negeri. Saat ini, program ini menyumbang sekitar 25% dari volume perdagangan harian di HKEX.
Seiring perubahan kondisi geopolitik, pandangan bahwa Hong Kong dan China “tidak layak investasi” mulai berbalik arah. Hal ini mendorong HKEX kembali menjadi salah satu bursa teratas dunia untuk Initial Public Offering (IPO). Salah satu contoh terbesar adalah IPO CATL, yang menjadi IPO terbesar di dunia tahun ini dan berhasil menarik investor institusi dari Amerika Serikat, Eropa, hingga Timur Tengah.
Ke depan, Hong Kong memiliki pipeline lebih dari 300 perusahaan yang siap melantai di bursa. Sekitar setengahnya berasal dari sektor berpotensi tinggi seperti bioteknologi, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi hijau. Melalui aturan pencatatan khusus seperti Chapter 18A dan 18C, Hong Kong memberi ruang bagi perusahaan riset dan pengembangan (R&D) yang belum menghasilkan pendapatan—model yang juga mirip dengan startup teknologi dan proyek crypto tahap awal.
Diskusi ini juga menyoroti potensi Asia yang masih belum tergarap maksimal di pasar keuangan global. Meski Asia menampung lebih dari 50% populasi dunia dan hampir setengah PDB global, kontribusinya di pasar saham, obligasi, dan derivatif masih relatif kecil. Bonnie Chan mendorong kolaborasi antar pasar Asia untuk menyeimbangkan dominasi Amerika Serikat, yang semakin kuat sejak lonjakan investor ritel pada era pandemi.
Regulasi menjadi fondasi utama dalam transformasi ini. Dengan pengalaman panjang di IPO dan pasar modal, Chan memandang regulator bukan sebagai penghambat, melainkan enabler yang menciptakan kerangka kerja agar inovasi bisa berkembang tanpa mengorbankan perlindungan investor. Pendekatan ini terlihat jelas dalam kebijakan Hong Kong terhadap aset digital dan stablecoin.
Di bawah pengawasan Hong Kong Monetary Authority (HKMA), stablecoin diposisikan terutama sebagai alat pembayaran, bukan instrumen investasi. Stablecoin tidak memberikan bunga seperti mata uang tradisional atau produk perbankan. Jika diintegrasikan, stablecoin berpotensi meningkatkan efisiensi settlement saham di HKEX, memungkinkan jam perdagangan yang lebih panjang dan transaksi yang lebih cepat di luar sistem perbankan konvensional. Meski begitu, manfaat ini tetap diawasi secara ketat agar tidak menimbulkan risiko sistemik.
Ketahanan pasar Hong Kong juga terlihat dari siklus perdagangannya. Setelah volume transaksi melemah pada akhir 2023, kini rata-rata nilai transaksi harian telah menembus HKD 250 miliar. Pemulihan ini menunjukkan kemampuan Hong Kong untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan global.
Menatap tahun 2026 dan seterusnya, Bonnie Chan memprediksi meningkatnya minat global terhadap inovasi Asia, termasuk penerapan AI dalam manufaktur. Seiring semakin banyak perusahaan China memperoleh pendapatan dari luar negeri, konsep perusahaan multinasional pun mulai berubah.
Secara keseluruhan, sektor keuangan Hong Kong menggabungkan kekuatan pasar tradisional dengan inovasi teknologi dan crypto. Dengan dukungan regulasi yang progresif dan kolaborasi regional, Hong Kong tidak hanya menghubungkan pasar global—tetapi juga berpotensi mendefinisikan ulang cara kerja sistem keuangan di era ekonomi global yang semakin terdigitalisasi.
0 Comments