APX Lending Luncurkan Kredit Berbasis Bitcoin dan Ethereum di Kanada

APX Lending Luncurkan Kredit Berbasis Bitcoin dan Ethereum di Kanada

APX Lending meluncurkan fasilitas kredit bergulir berbasis aset kripto yang memungkinkan nasabah meminjam dana dengan menjadikan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sebagai jaminan.

Perusahaan yang mengklaim sebagai pemberi pinjaman berbasis aset digital teregulasi pertama di Kanada itu meluncurkan revolving line of credit tersebut pada 3 September.

Fasilitas kredit ini memiliki tenor hingga lima tahun. Nasabah juga tidak dikenakan biaya pembukaan pinjaman, pelunasan lebih awal, maupun likuidasi. Selain itu, APX Lending menyediakan perlindungan asuransi terhadap agunan hingga US$250 juta.

Cara Kerja Kredit Berbasis Bitcoin dan Ethereum

Berbeda dari produk pinjaman berjangka APX Lending yang menggunakan satu jenis aset sebagai jaminan, fasilitas terbaru ini memungkinkan Bitcoin dan Ethereum digunakan secara bersamaan untuk menentukan kapasitas pinjaman.

Sebagai contoh, nasabah memiliki Bitcoin senilai US$200.000 dan Ethereum senilai US$100.000. Kedua aset tersebut dapat digabungkan sehingga total nilai agunan mencapai US$300.000.

Dengan rasio loan-to-value (LTV) sebesar 60%, nasabah tersebut berpotensi memperoleh kapasitas pinjaman hingga US$180.000.

Suku bunga yang ditawarkan berada di kisaran 10,49% hingga 11,99% per tahun, tergantung pada jumlah saldo pinjaman yang digunakan.

Menariknya, bunga hanya dikenakan atas dana yang benar-benar ditarik. Artinya, nasabah tidak perlu membayar bunga untuk kapasitas kredit yang belum digunakan.

Nasabah Bisa Tarik dan Bayar Pinjaman Berulang

Salah satu perbedaan utama fasilitas ini adalah sifatnya yang bergulir.

Nasabah cukup membuka fasilitas kredit satu kali. Setelah itu, mereka dapat menarik dana, melakukan pembayaran, kemudian kembali menggunakan kapasitas kredit yang tersedia tanpa harus mengajukan pinjaman baru setiap kali membutuhkan dana.

Besarnya kapasitas kredit juga dapat berubah mengikuti harga Bitcoin dan Ethereum yang dijadikan jaminan.

Ketika nilai aset kripto meningkat, kapasitas pinjaman dapat ikut bertambah. Sebaliknya, penurunan harga aset dapat mengurangi kapasitas kredit yang tersedia.

APX Mengandalkan Kerangka Regulasi

APX Lending didirikan pada 2023 dan berbasis di Toronto, Kanada. Perusahaan tersebut menyatakan sebagai pemberi pinjaman berbasis aset digital pertama yang memperoleh persetujuan dari regulator sekuritas Kanada.

APX juga terdaftar di FINTRAC dan FinCEN.

Selain pinjaman berjangka dan kredit bergulir, perusahaan kini mengembangkan layanan Lending-as-a-Service. Layanan tersebut memungkinkan bank dan perusahaan fintech menawarkan produk pinjaman berbasis teknologi APX kepada nasabah mereka.

Pendiri sekaligus CEO APX Lending, Andrei Poliakov, mengatakan fasilitas kredit bergulir tersebut hadir karena banyak klien menginginkan akses dana yang lebih fleksibel.

Menurutnya, kebutuhan dana nasabah bisa muncul untuk berbagai keperluan dalam waktu berbeda, mulai dari pembelian hingga investasi dan kebutuhan bisnis.

Pasar Pinjaman Berbasis Kripto Semakin Berkembang

Peluncuran produk APX Lending menunjukkan semakin luasnya penggunaan aset kripto sebagai jaminan pinjaman.

Sebelumnya, Ledn memperkirakan pasar pinjaman berbasis Bitcoin dapat mencapai US$1 triliun dalam satu dekade mendatang.

Sejumlah perbankan juga mulai mengeksplorasi penggunaan aset digital sebagai agunan. Sberbank, misalnya, telah merencanakan fasilitas pinjaman yang menggunakan Bitcoin, Ethereum, dan USDT sebagai jaminan.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa layanan pinjaman berbasis kripto mulai bergerak dari model pinjaman satu kali menuju produk yang lebih mirip dengan line of credit pada sistem perbankan tradisional.

Meski menawarkan fleksibilitas lebih besar, kapasitas pinjaman tetap bergantung pada nilai pasar Bitcoin dan Ethereum yang dijadikan agunan. Karena itu, perubahan harga kripto tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan oleh nasabah.