Bansos Tunai 2027 Mulai Diuji Coba, Pemerintah Siapkan Data Penerima yang Lebih Tepat Sasaran

Bansos Tunai 2027 Mulai Diuji Coba, Pemerintah Siapkan Data Penerima yang Lebih Tepat Sasaran

Pemerintah berencana melakukan uji coba bantuan sosial (bansos) tunai pada kuartal I-II 2027. Uji coba ini dilakukan setelah pemerintah menyelesaikan pemutakhiran data penerima bansos agar bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan proses penyempurnaan data penerima ditargetkan selesai pada akhir 2026. Setelah itu, pemerintah akan mulai menguji mekanisme baru penyaluran bansos pada awal 2027.

“Kami merencanakan akhir tahun ini mesti selesai semua itu. Awal tahun depan, kuartal 1-2 kita akan uji coba,” kata Luhut saat ditemui di Jakarta, Sabtu.

Bansos 2027 Akan Disalurkan dalam Bentuk Tunai

Luhut mengatakan pemerintah mengarahkan skema bansos ke penyaluran bantuan secara tunai. Meski demikian, pemerintah masih menyiapkan mekanisme agar dana yang diterima masyarakat digunakan sesuai dengan tujuan program.

Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah penggunaan kupon untuk mengatur pemanfaatan bantuan.

“Bansos itu nanti pada ujungnya akan kita berikan cash. Mungkin pakai kupon, supaya penggunaannya benar. Tidak boleh untuk judol, minuman keras, tapi mungkin telur, ayam, dan sebagainya,” ujar Luhut.

Dengan mekanisme tersebut, pemerintah ingin memastikan bantuan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar penerima.

Nominal Bansos Masih dalam Perhitungan

Pemerintah juga masih menghitung besaran bantuan yang akan diberikan kepada keluarga penerima.

Luhut menyebut angka sekitar Rp5,4 juta per keluarga sedang diperhitungkan. Namun, nominal tersebut belum menjadi keputusan final karena masih bergantung pada keputusan Presiden Prabowo Subianto.

Besaran bantuan juga akan disesuaikan dengan perhitungan anggaran dan kebijakan pemerintah terkait penghematan.

Data Penerima Bansos Akan Diintegrasikan dengan Dukcapil

Selain menyiapkan mekanisme penyaluran, pemerintah tengah memperbaiki sistem pendataan penerima bansos.

Data penerima akan diintegrasikan dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. Pemerintah juga menyiapkan teknologi pengenalan wajah atau face recognition untuk membantu proses verifikasi.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan akurasi data penerima bansos dan mengurangi kesalahan dalam penyaluran bantuan.

Menurut Luhut, masih terdapat masyarakat yang menerima bantuan meski tidak memenuhi kriteria. Di sisi lain, ada pula masyarakat yang berhak tetapi belum mendapatkan bansos.

“Jadi akan targeted dan akan membuat keadilan. Sekarang kan banyak yang tidak berhak menerima. Tetapi yang berhak, banyak juga yang tidak menerima,” kata Luhut.

Masyarakat Bisa Mengajukan Sanggah

Pemerintah juga menyiapkan mekanisme pengajuan sanggah bagi masyarakat yang merasa memenuhi kriteria penerima bansos tetapi belum masuk dalam data.

Mekanisme ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperbaiki atau mempertanyakan status data penerima bantuan.

Dengan integrasi data dan proses verifikasi berbasis teknologi, pemerintah menargetkan penyaluran bansos menjadi lebih tepat sasaran.

Uji Coba Bansos Tunai Dilakukan Sebelum Penerapan Lebih Luas

Rencana uji coba bansos tunai pada kuartal I-II 2027 menjadi bagian dari tahapan pemerintah sebelum menerapkan mekanisme tersebut secara lebih luas.

Melalui uji coba, pemerintah dapat mengevaluasi berbagai aspek, mulai dari akurasi data penerima, proses verifikasi, mekanisme penyaluran, hingga penggunaan dana bantuan.

Untuk saat ini, besaran bansos dan mekanisme final penyaluran masih belum ditetapkan. Pemerintah masih menyempurnakan data dan sistem sebelum uji coba dimulai pada awal 2027.

Keputusan akhir mengenai nominal bantuan dan mekanisme penyaluran nantinya akan bergantung pada kebijakan pemerintah, termasuk keputusan Presiden Prabowo Subianto