Ethereum: BitMine Perkirakan Pendapatan Staking Capai US$164 Juta per Tahun
BitMine Ubah Staking Ethereum Jadi Sumber Pendapatan Stabil
Di tengah volatilitas pasar kripto yang masih tinggi, BitMine Immersion Technologies memilih jalur yang lebih terstruktur. Perusahaan ini mengungkapkan strategi jelas: menjadikan kepemilikan Ethereum sebagai sumber pendapatan yang stabil dan berkelanjutan melalui mekanisme staking.
Dalam laporan terbarunya, BitMine menunjukkan akumulasi ETH dalam jumlah besar serta visi jangka panjang yang kuat. Pesan yang ingin disampaikan cukup jelas: staking kini bukan lagi sekadar eksperimen, melainkan telah menjadi pilar utama pengelolaan aset bagi investor institusi.
BitMine Jadi Salah Satu Staker Ethereum Terbesar
Berdasarkan data perusahaan, BitMine saat ini memiliki 2.009.267 ETH yang sudah di-stake, dari total 4.243.338 ETH yang tersimpan di akun mereka.
Jumlah tersebut setara dengan lebih dari 3,5% total suplai Ether yang beredar di jaringan Ethereum. Dengan memanfaatkan stabilitas staking, BitMine mampu memperoleh pendapatan rutin.
Berdasarkan rata-rata imbal hasil staking tahunan sebesar 2,81%, perusahaan memperkirakan potensi pendapatan mencapai sekitar US$164 juta per tahun. Perhitungan ini mengacu pada harga ETH saat ini dan Composite Ether Staking Rate (CESR), indikator yang umum digunakan investor institusi.
Data Utama Strategi BitMine
Laporan perusahaan mencatat beberapa angka penting:
- 2.009.267 ETH telah di-stake, mencakup porsi besar jaringan Ethereum
- 4.243.338 ETH total kepemilikan, menjadikannya salah satu dompet Ethereum terbesar
- Proyeksi pendapatan US$164 juta per tahun dengan yield 2,81%
- Potensi hingga US$374 juta per tahun jika seluruh ETH di-stake, menurut Tom Lee — setara dengan lebih dari US$1 juta per hari
- Penambahan 40.000 ETH ke posisi staking secara bertahap
Melalui langkah agresif ini, BitMine memperkuat posisinya sebagai pemain penting dalam proses validasi jaringan Ethereum, sekaligus menciptakan arus pendapatan berulang.
Fokus pada Infrastruktur dan Kemandirian Operasional
Tak hanya berfokus pada jumlah ETH, BitMine juga mengembangkan jaringan validator sendiri bernama MAVAN. Infrastruktur staking ini akan dioperasikan langsung dari Amerika Serikat.
Langkah tersebut bertujuan agar perusahaan tidak bergantung pada validator pihak ketiga, sekaligus memiliki kontrol penuh atas aspek teknis dan ekonomi staking. Strategi ini sejalan dengan tren perusahaan kripto besar yang ingin memperkuat kemandirian teknologi serta mitigasi risiko regulasi.
Diversifikasi Aset untuk Ketahanan Finansial
Selain Ethereum, BitMine juga memiliki:
- 193 Bitcoin (BTC)
- Sekitar US$682 juta dana tunai
Kombinasi ini memberi fleksibilitas tinggi menghadapi siklus pasar kripto, sekaligus memastikan likuiditas tetap teridentifikasi jika terjadi perubahan kondisi pasar.
Ethereum Semakin Dianggap Aset Penghasil Yield
Dengan cadangan ETH besar, pendapatan pasif dari staking, infrastruktur validator mandiri, serta neraca keuangan yang kuat, BitMine menegaskan posisinya sebagai pemegang cadangan Ethereum terbesar yang sepenuhnya mengandalkan staking sebagai sumber performa keuangan.
Strategi ini mencerminkan perubahan besar di industri kripto, di mana Ethereum kini dipandang sebagai aset penghasil imbal hasil (yield asset) oleh investor institusi — bukan lagi sekadar instrumen spekulasi harga.
0 Comments