Harga Emas Antam Naik Rp10.000 pada 24 Agustus 2026, Ini Rinciannya
Harga Emas Antam 24 Agustus 2026 Naik Rp10.000, Tembus Rp2,75 Juta per Gram
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026. Harga emas Antam naik Rp10.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.750.000 per gram, naik dari sebelumnya Rp2.740.000 per gram.
Kenaikan juga terjadi pada harga buyback emas Antam. Harga beli kembali oleh Antam meningkat Rp10.000 menjadi Rp2.610.000 per gram, dari posisi sebelumnya Rp2.600.000 per gram.
Harga jual dan buyback emas Antam bergerak mengikuti kondisi pasar serta perubahan harga emas dunia. Karena itu, harga yang tercantum di laman Logam Mulia dapat berubah sewaktu-waktu.
Selisih Harga Jual dan Buyback
Dengan harga jual emas Antam 1 gram sebesar Rp2.750.000 dan harga buyback Rp2.610.000, terdapat selisih atau spread sebesar Rp140.000 per gram.
Artinya, investor yang membeli emas Antam pada harga hari ini kemudian langsung menjualnya kembali belum tentu memperoleh keuntungan. Pergerakan harga emas perlu naik cukup tinggi untuk menutup selisih antara harga pembelian dan harga buyback tersebut.
Harga buyback sendiri merupakan nominal yang dibayarkan Antam ketika pemilik emas menjual kembali logam mulianya kepada perusahaan. Sementara itu, harga emas yang tercantum sebagai harga jual merupakan harga yang dibayarkan konsumen ketika membeli emas Antam.
Bagi investor emas, perbedaan kedua harga tersebut menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan, terutama untuk investasi dengan jangka waktu pendek.
Rincian Harga Emas Antam 24 Agustus 2026
Berikut daftar harga emas Antam berdasarkan ukuran pecahan yang tercantum di situs resmi Logam Mulia:
- 0,5 gram: Rp1.425.000
- 1 gram: Rp2.750.000
- 2 gram: Rp5.450.000
- 3 gram: Rp8.157.000
- 5 gram: Rp13.565.000
- 10 gram: Rp27.050.000
- 25 gram: Rp67.460.000
- 50 gram: Rp134.755.000
- 100 gram: Rp269.360.000
- 250 gram: Rp673.090.000 (pre-order)
- 500 gram: Rp1.345.900.000 (pre-order)
- 1.000 gram: Rp2.690.600.000 (pre-order)
Seluruh harga tersebut mengacu pada informasi yang tercantum di situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk.
Harga Emas Masih di Bawah Rekor Januari 2026
Meskipun harga emas Antam kembali menguat, posisinya masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada awal tahun.
Harga emas Antam sebelumnya mencatat all-time high pada Kamis, 29 Januari 2026, ketika mencapai Rp3.168.000 per gram. Pada saat yang sama, harga buyback berada di level Rp2.989.000 per gram.
Dengan harga Rp2.750.000 per gram pada 24 Agustus 2026, harga emas Antam masih sekitar Rp418.000 atau 13,2% di bawah rekor tersebut.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa meskipun harga emas kembali menguat dalam beberapa pekan terakhir, pasar emas domestik belum kembali ke level tertinggi yang dicapai pada Januari.
Harga Emas Dunia Tembus US$4.600
Penguatan emas Antam terjadi ketika pasar emas global juga menunjukkan momentum positif.
Harga emas spot mencatat kenaikan mingguan ketiga secara beruntun dan berhasil menembus level US$4.600 per troy ounce. Pada Jumat pekan sebelumnya, harga emas bahkan sempat mencapai sekitar US$4.632,14 per troy ounce.
Level tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena emas berhasil melewati sejumlah area teknikal penting setelah mengalami tekanan sebelumnya.
Kenaikan harga emas global menjadi salah satu faktor yang mendukung pergerakan harga emas batangan di dalam negeri. Namun, harga emas Antam tidak hanya dipengaruhi oleh harga emas dunia, tetapi juga oleh nilai tukar rupiah, biaya produksi, kondisi pasar domestik, serta faktor lainnya.
Mayoritas Analis Kitco Masih Bullish
Prospek emas dalam jangka pendek juga masih mendapatkan dukungan dari mayoritas analis yang mengikuti Kitco News Weekly Gold Survey.
Dari 11 analis yang berpartisipasi dalam survei tersebut, sebanyak delapan analis atau 73% memperkirakan harga emas akan kembali naik pada pekan ini.
Sementara itu, tiga analis atau sekitar 27% memperkirakan harga emas akan bergerak sideways atau berkonsolidasi setelah mengalami penguatan selama beberapa pekan terakhir.
Menariknya, tidak ada analis yang memperkirakan harga emas akan turun dalam survei tersebut.
Hasil ini menunjukkan sentimen pasar masih cenderung positif, meskipun sebagian analis mulai mengingatkan investor untuk mewaspadai potensi koreksi setelah kenaikan yang cukup signifikan.
Emas Masih Punya Ruang untuk Menguat
Managing Director Bannockburn Global Forex, Marc Chandler, menjadi salah satu analis yang melihat masih terdapat ruang bagi emas untuk melanjutkan penguatan.
Menurut Chandler, emas telah berhasil melewati beberapa indikator teknikal penting. Logam mulia tersebut menembus rata-rata pergerakan 200 hari untuk pertama kalinya dalam sekitar dua bulan dan melewati level retracement 38,2% dari penurunan sejak rekor tertingginya pada Maret.
Ia menilai penembusan yang meyakinkan di atas US$4.600 dapat membuka peluang bagi emas untuk menguji area US$4.680 per troy ounce.
Namun, Chandler juga memberikan peringatan. Indikator momentum emas sudah berada di level tinggi sehingga potensi konsolidasi atau pembalikan harga tetap perlu diperhatikan.
Dengan kata lain, tren emas masih positif, tetapi kenaikan yang terlalu cepat dapat meningkatkan risiko aksi ambil untung oleh investor.
Kebijakan AS Jadi Perhatian Pasar
Salah satu faktor fundamental yang menjadi perhatian pasar adalah kebijakan Departemen Keuangan Amerika Serikat terkait pasar obligasi.
Peningkatan pembelian kembali obligasi pemerintah AS dengan tenor panjang dinilai berpotensi memengaruhi imbal hasil obligasi dan nilai dolar AS.
Kondisi tersebut penting bagi pasar emas karena emas secara historis sering mendapatkan dukungan ketika dolar AS melemah atau ketika investor mencari aset alternatif di tengah ketidakpastian pasar keuangan.
Jika imbal hasil obligasi turun dan ekspektasi terhadap dolar AS melemah, emas dapat menjadi lebih menarik karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga, tetapi berfungsi sebagai penyimpan nilai dan aset lindung nilai.
Investor Ritel Juga Optimistis
Optimisme terhadap emas tidak hanya datang dari analis profesional.
Survei online Kitco terhadap investor ritel menunjukkan mayoritas responden juga memperkirakan harga emas akan naik.
Dari 211 suara, sebanyak 164 investor atau 78% memprediksi harga emas menguat pada pekan ini.
Sebanyak 25 investor atau 12% memperkirakan harga emas turun, sedangkan 22 investor atau 10% memperkirakan harga bergerak sideways.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa sentimen bullish juga cukup kuat di kalangan investor ritel.
Meski demikian, sentimen pasar tidak selalu menjadi jaminan bahwa harga akan terus naik. Setelah harga mengalami reli dalam beberapa pekan, aksi ambil untung dapat muncul dan menyebabkan volatilitas meningkat.
Bank Sentral Masih Menjadi Penopang Emas
Senior Market Analyst Barchart.com, Darin Newsom, menilai faktor fundamental masih menjadi alasan utama untuk mempertahankan pandangan bullish terhadap emas.
Menurut Newsom, selama bank-bank sentral di berbagai negara masih meningkatkan pembelian emas, prospek fundamental logam mulia tetap kuat.
Pembelian emas oleh bank sentral menjadi salah satu tema penting dalam pasar emas global karena dapat menciptakan permintaan jangka panjang.
Selain itu, ketidakpastian terhadap aset dan mata uang Amerika Serikat juga dinilai dapat memberikan dukungan tambahan terhadap emas dan perak.
Newsom menilai kondisi tersebut kemungkinan belum akan berubah dalam waktu dekat sehingga prospek emas secara fundamental masih positif.
Masalah Utang AS Masih Menjadi Risiko Jangka Panjang
Presiden Adrian Day Asset Management, Adrian Day, juga memperkirakan harga emas masih berpeluang naik.
Ia menyoroti persoalan fundamental di pasar utang Amerika Serikat. Menurut Day, kebijakan untuk menjaga stabilitas pasar obligasi dapat memberikan tekanan terhadap dolar AS.
Jika tekanan terhadap dolar meningkat, emas berpotensi mendapatkan keuntungan karena harga emas dunia umumnya memiliki hubungan terbalik dengan pergerakan dolar AS.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan bahwa hubungan tersebut tidak selalu berjalan secara konsisten dalam jangka pendek.
Apa Artinya bagi Investor Emas Antam?
Kenaikan harga Antam menjadi Rp2,75 juta per gram menunjukkan momentum positif kembali terlihat di pasar emas domestik. Namun, investor tidak sebaiknya hanya melihat kenaikan harga dalam satu hari.
Bagi investor jangka panjang, beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain perkembangan harga emas global, kebijakan bank sentral utama dunia, pergerakan dolar AS, kondisi pasar obligasi, serta nilai tukar rupiah.
Sementara bagi investor jangka pendek, selisih antara harga jual dan buyback perlu menjadi pertimbangan utama. Kenaikan harga emas yang kecil belum tentu menghasilkan keuntungan apabila belum mampu menutup spread tersebut.
Emas juga memiliki karakteristik berbeda dengan aset berisiko seperti saham atau cryptocurrency. Pergerakannya dapat lebih lambat dalam periode tertentu, tetapi emas sering digunakan sebagai aset diversifikasi dan lindung nilai ketika ketidakpastian ekonomi meningkat.
Dengan harga emas dunia yang telah menembus US$4.600 dan mayoritas analis Kitco masih memproyeksikan kenaikan, pasar emas memasuki pekan ini dengan sentimen yang relatif positif.
Meski demikian, level harga yang sudah tinggi juga membuat risiko koreksi tetap terbuka. Karena itu, investor perlu mempertimbangkan tujuan investasi, jangka waktu, serta kemampuan menghadapi volatilitas sebelum mengambil keputusan.
Catatan: Harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu. Harga terbaru sebaiknya selalu dikonfirmasi melalui situs resmi Logam Mulia sebelum melakukan transaksi.
0 Comments