Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 29 Januari 2026
Mengikuti lonjakan tajam harga emas dunia, harga emas batangan produksi UBS dan Galeri24 yang diperdagangkan di Pegadaian tercatat kompak menguat signifikan pada Kamis (29/1/2026). Kenaikan ini sejalan dengan harga emas global di pasar spot yang untuk pertama kalinya menembus level USD 5.500 per troy ounce, mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Di pasar domestik, emas UBS mengalami lonjakan harga paling besar. Harga emas UBS naik Rp119.000 menjadi Rp3.136.000 per gram, dari posisi sebelumnya di Rp3.017.000. Sementara itu, emas Galeri24 juga mencatat kenaikan tajam sebesar Rp103.000, dari Rp2.965.000 menjadi Rp3.068.000 per gram.
Kenaikan harga ini mencerminkan transmisi langsung pergerakan harga emas dunia ke pasar dalam negeri, yang diperkuat oleh faktor nilai tukar rupiah, permintaan investasi ritel, serta meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven).
Ragam Produk dan Ketersediaan
Pegadaian menyediakan emas Galeri24 dalam ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram), sehingga diminati baik oleh investor ritel maupun institusi. Sementara itu, emas UBS dijual dalam kisaran ukuran 0,5 gram hingga 500 gram, yang populer di kalangan investor menengah karena fleksibilitas likuiditasnya.
Daftar Lengkap Harga Emas Pegadaian
Harga Emas Galeri24
-
0,5 gram: Rp1.609.000
-
1 gram: Rp3.068.000
-
2 gram: Rp6.045.000
-
5 gram: Rp15.000.000
-
10 gram: Rp29.920.000
-
25 gram: Rp74.616.000
-
50 gram: Rp149.114.000
-
100 gram: Rp298.081.000
-
250 gram: Rp743.370.000
-
500 gram: Rp1.486.740.000
-
1.000 gram: Rp2.973.479.000
Harga Emas UBS
-
0,5 gram: Rp1.695.000
-
1 gram: Rp3.136.000
-
2 gram: Rp6.224.000
-
5 gram: Rp15.381.000
-
10 gram: Rp30.599.000
-
25 gram: Rp76.347.000
-
50 gram: Rp152.380.000
-
100 gram: Rp304.641.000
-
250 gram: Rp761.377.000
-
500 gram: Rp1.520.965.000
Harga Emas Dunia Cetak Rekor Baru
Sebelumnya, harga emas dunia kembali melonjak tajam pada perdagangan Kamis (29/1/2026), melanjutkan reli kuat yang telah berlangsung sejak awal tahun. Harga emas di pasar spot naik 2,9% menjadi USD 5.554,76 per ounce pada pukul 23.43 GMT, setelah sempat menyentuh rekor intraday di USD 5.591,61 per ounce.
Harga emas dunia pertama kali menembus level USD 5.000 per ounce pada Senin, 26 Januari 2026. Dalam kurun waktu hanya empat sesi perdagangan, harga emas telah melonjak lebih dari USD 500, mencerminkan eskalasi permintaan global yang sangat kuat.
Selain emas, logam mulia lainnya juga ikut mencatatkan kenaikan:
-
Perak spot naik 1,5% menjadi USD 118,36 per ounce, setelah sempat menyentuh rekor USD 119,34.
-
Platinum menguat tipis 0,1% ke level USD 2.697,54 per ounce, meski sebelumnya mencapai rekor USD 2.918,80.
-
Paladium naik 0,5% menjadi USD 2.091,15 per ounce.
Faktor Pendorong dan Prospek ke Depan
Analis pasar dari IG, Tony Sycamore, menyebut lonjakan harga emas ini didorong oleh kombinasi beberapa faktor utama, mulai dari pembelian agresif oleh bank sentral global, aliran dana berkelanjutan dari fund manager berbasis tren, hingga meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik, perlambatan ekonomi global, serta ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar.
Ia menilai, meskipun reli emas saat ini terlihat sangat tajam dan bersifat parabolik—yang secara teknikal membuka peluang koreksi jangka pendek—namun fundamental jangka menengah hingga panjang masih sangat kuat.
“Sepanjang 2026, setiap penurunan harga emas berpotensi menjadi peluang beli yang menarik, terutama bagi investor jangka panjang,” ujar Sycamore.
Bagi investor domestik, lonjakan harga emas ini sekaligus menegaskan peran emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, volatilitas pasar, dan risiko global, meski di sisi lain juga menuntut kehati-hatian dalam menentukan waktu pembelian di tengah harga yang sudah berada di level historis tertinggi.
0 Comments