Harga Emas Pegadaian Stabil di Awal Pekan

Harga Emas Pegadaian Stabil di Awal Pekan

Harga Emas Pegadaian Stabil, Ini Rincian Lengkap dan Prospek Terbarunya

Harga emas yang dijual oleh PT Pegadaian (Persero) tercatat masih stabil pada perdagangan Senin (23/3/2026). Tidak ada perubahan harga dibandingkan dengan hari sebelumnya, menunjukkan pasar emas domestik sedang berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.

Mengutip situs resmi Sahabat Pegadaian, harga emas dari dua merek utama, yaitu UBS dan Galeri24, masih bertahan di level yang sama. Emas UBS dijual di harga Rp 2.933.000 per gram, sementara Galeri24 berada di level Rp 2.920.000 per gram.

Meski demikian, Pegadaian mengingatkan bahwa harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global dan nilai tukar rupiah.

Pilihan Produk Emas di Pegadaian

Pegadaian menawarkan berbagai pilihan ukuran emas untuk memenuhi kebutuhan investasi masyarakat. Emas Galeri24 tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram), sementara emas UBS dijual mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram.

Berikut rincian harga emas di Pegadaian:

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.531.000

  • 1 gram: Rp 2.920.000

  • 2 gram: Rp 5.768.000

  • 5 gram: Rp 14.315.000

  • 10 gram: Rp 28.554.000

  • 25 gram: Rp 71.000.000

  • 50 gram: Rp 141.888.000

  • 100 gram: Rp 283.635.000

  • 250 gram: Rp 707.346.000

  • 500 gram: Rp 1.414.346.000

  • 1.000 gram: Rp 2.829.381.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.585.000

  • 1 gram: Rp 2.933.000

  • 2 gram: Rp 5.821.000

  • 5 gram: Rp 14.384.000

  • 10 gram: Rp 28.617.000

  • 25 gram: Rp 71.404.000

  • 50 gram: Rp 142.514.000

  • 100 gram: Rp 284.917.000

  • 250 gram: Rp 712.080.000

  • 500 gram: Rp 1.422.488.000

Harga Emas Dunia Melemah, Apa Penyebabnya?

Sebelumnya, harga emas global mengalami penurunan cukup tajam pada akhir pekan lalu. Hal ini turut memengaruhi harga emas di dalam negeri, meskipun dampaknya tidak terlalu signifikan pada harga Pegadaian hari ini.

Menurut pengamat pasar, penurunan ini terjadi setelah emas mencatatkan kenaikan yang cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Koreksi ini dinilai sebagai hal yang wajar dalam siklus pasar.

Selain itu, penguatan dolar Amerika Serikat menjadi faktor utama yang menekan harga emas. Secara umum, ketika dolar menguat, harga emas cenderung melemah karena emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah:

  • Kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS

  • Ekspektasi kebijakan suku bunga dari bank sentral global

  • Ketegangan geopolitik yang mulai mereda

Proyeksi Harga Emas ke Depan

Pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan, jika tren koreksi masih berlanjut dalam jangka pendek, harga emas dunia berpotensi turun ke level support di kisaran USD 4.423 hingga USD 4.319 per troy ons.

Sementara itu, harga emas domestik diprediksi bisa bergerak turun ke kisaran Rp 2.840.000 hingga Rp 2.800.000 per gram.

Namun, dalam jangka menengah hingga panjang, prospek emas masih cukup positif. Hal ini didukung oleh beberapa faktor seperti:

  • Ketidakpastian ekonomi global

  • Inflasi yang masih relatif tinggi di berbagai negara

  • Minat investor terhadap aset safe haven

Momentum Beli Setelah Lebaran?

Kondisi harga yang sedang melemah justru dinilai sebagai peluang menarik bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi emas. Setelah periode Lebaran, biasanya pengeluaran konsumtif mulai menurun, sehingga masyarakat dapat kembali fokus pada pengelolaan keuangan.

Investasi emas juga dikenal relatif stabil dan cocok untuk tujuan jangka panjang, terutama sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Beberapa tips bagi investor pemula:

  • Beli secara bertahap (dollar cost averaging)

  • Pilih ukuran kecil jika ingin lebih fleksibel

  • Simpan dalam jangka panjang untuk hasil optimal

Dengan kondisi pasar saat ini, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik, terutama bagi masyarakat yang ingin menjaga nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi global.