Harga GRAM Crypto Anjlok 5,77%, Support US$1,30 Jebol dan Tekanan Jual Meningkat

Harga GRAM Crypto Anjlok 5,77%, Support US$1,30 Jebol dan Tekanan Jual Meningkat

Harga cryptocurrency GRAM, yang sebelumnya dikenal sebagai Toncoin, mengalami penurunan tajam dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data yang dilaporkan, harga GRAM turun 5,77%, sementara tekanan jual meningkat setelah aset kripto tersebut menembus level support penting di US$1,30.

Pada 23 Oktober, harga GRAM bahkan sempat merosot 11,08% hanya dalam waktu satu jam, dari US$1,30 menjadi US$1,15. Penurunan ini menjadi perhatian pasar karena untuk pertama kalinya sejak awal Agustus, harga GRAM jatuh di bawah zona permintaan US$1,30–US$1,35.

Jebolnya area support tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual semakin kuat dan minat beli belum cukup untuk mempertahankan harga.

Likuidasi Posisi Long Capai US$5,83 Juta

Penurunan harga GRAM memicu gelombang likuidasi di pasar derivatif kripto. Data CoinGlass menunjukkan bahwa total likuidasi posisi long GRAM di berbagai bursa mencapai US$5,83 juta pada Jumat.

Sebagai perbandingan, likuidasi posisi short tercatat hanya sekitar US$240.300.

Posisi long merupakan taruhan bahwa harga aset akan naik. Ketika harga bergerak turun secara tajam, posisi dengan leverage dapat terkena likuidasi jika margin yang tersedia tidak lagi mencukupi.

Besarnya likuidasi posisi long dibandingkan posisi short menunjukkan bahwa trader yang mengantisipasi kenaikan harga mengalami tekanan besar akibat penurunan tersebut.

Kondisi ini juga dapat memperburuk pelemahan harga ketika penutupan paksa posisi menambah tekanan jual di pasar.

Harga GRAM Kehilangan Support Setelah Sempat Menguat

Pada akhir September, GRAM sempat mencatatkan kenaikan hingga US$1,74. Saat itu, harga berhasil menembus level tertinggi Agustus di sekitar US$1,56, sehingga memberikan sinyal positif bagi tren pergerakan harga.

Optimisme tersebut turut didukung oleh aktivitas perdagangan di pasar spot dan derivatif serta harapan terhadap pemulihan Bitcoin (BTC), yang ketika itu kembali bergerak di atas US$80.000.

Namun, sentimen pasar kripto yang melemah membuat kenaikan GRAM kehilangan momentum. Harganya kemudian terkoreksi menuju zona US$1,30–US$1,35.

Area tersebut sebelumnya berfungsi sebagai zona permintaan yang mampu menahan tekanan jual selama hampir tiga bulan. Akan tetapi, pada 23 Oktober, pertahanan pembeli di area tersebut akhirnya gagal.

Penembusan support ini menjadi sinyal penting bagi trader karena menunjukkan bahwa keseimbangan antara tekanan beli dan jual telah berubah.

Indikator Teknikal Menunjukkan Momentum Bearish

Sejumlah indikator teknikal turut memperlihatkan melemahnya kekuatan pembeli GRAM.

Indikator Accumulation/Distribution (A/D) menunjukkan minimnya tekanan beli dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini mengindikasikan bahwa permintaan pasar belum cukup kuat untuk mendorong pemulihan harga secara berkelanjutan.

Sementara itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) pada grafik empat jam telah membentuk persilangan bearish pada awal pekan.

Sinyal tersebut menunjukkan bahwa momentum penurunan semakin dominan.

Selain itu, harga GRAM telah menembus zona support utama sekaligus level terendah sebelumnya dalam pergerakan harga jangka pendek. Kombinasi ini memperkuat risiko berlanjutnya tren bearish.

Meski demikian, indikator teknikal tetap perlu dikombinasikan dengan volume perdagangan dan pergerakan harga terbaru sebelum digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Level US$1,30–US$1,35 Berpotensi Menjadi Resistance

Setelah kehilangan support US$1,30–US$1,35, zona tersebut berpotensi berubah fungsi menjadi resistance atau area yang menahan kenaikan harga.

Dalam analisis teknikal, perubahan fungsi support menjadi resistance sering terjadi ketika harga berhasil menembus batas bawah suatu zona permintaan.

GRAM berpotensi mengalami pemulihan sementara atau technical rebound setelah penurunan tajam. Jika hal itu terjadi, harga dapat kembali menguji area US$1,30–US$1,35 sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya.

Bagi trader yang menggunakan strategi jangka pendek, pengujian ulang zona tersebut dapat menjadi area yang perlu diperhatikan untuk menilai apakah tekanan jual masih dominan.

Namun, keputusan membuka posisi jual sebaiknya tidak hanya didasarkan pada sentuhan harga terhadap resistance. Konfirmasi dari pergerakan harga, volume perdagangan, dan indikator momentum tetap diperlukan.

Harga GRAM Berpotensi Pulih Jika Kembali ke Atas US$1,36

Meskipun prospek teknikal GRAM saat ini cenderung bearish, peluang pemulihan tetap terbuka.

Jika harga mampu kembali bergerak di atas US$1,36 dan mempertahankan level tersebut, tekanan jual jangka pendek berpotensi mereda. Dalam skenario ini, GRAM berpeluang menguji area US$1,50–US$1,60.

Sebaliknya, jika harga gagal merebut kembali zona US$1,30–US$1,35 dan tekanan jual terus berlanjut, risiko penurunan tambahan masih perlu diwaspadai.

Pergerakan harga di sekitar level-level tersebut akan menjadi perhatian trader untuk menentukan apakah GRAM sedang membentuk pemulihan sementara atau melanjutkan tren penurunan.

Kesimpulan

Harga GRAM mengalami tekanan setelah turun 5,77% dalam 24 jam dan menembus zona support US$1,30–US$1,35 yang bertahan sejak awal Agustus.

Likuidasi posisi long sebesar US$5,83 juta, melemahnya tekanan beli, serta sinyal bearish dari indikator MACD memperkuat prospek negatif dalam jangka pendek.

Untuk perdagangan berikutnya, zona US$1,30–US$1,35 menjadi area penting yang perlu dipantau karena berpotensi berubah menjadi resistance. Sementara itu, pemulihan berkelanjutan di atas US$1,36 dapat membuka peluang kenaikan menuju US$1,50–US$1,60.

Trader tetap perlu memperhatikan volatilitas pasar dan mengelola risiko karena perubahan sentimen dapat memicu pergerakan harga yang cepat.

Kata kunci SEO: harga GRAM hari ini, GRAM crypto, analisis harga GRAM, prediksi harga GRAM, Toncoin, analisis teknikal cryptocurrency, harga GRAM turun, support dan resistance GRAM.