Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Naik ke Rp 54.350 per Kg
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp 54.350 per Kg, Telur Ikut Naik
Harga sejumlah komoditas pangan kembali mengalami kenaikan pada Rabu (29/7/2026). Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga cabai rawit merah mencapai Rp 54.350 per kilogram (kg). Sementara itu, harga telur ayam naik menjadi Rp 29.600 per kg dari sebelumnya Rp 28.800 per kg.
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar tercatat Rp 49.100 per kg, cabai merah keriting Rp 48.150 per kg, dan cabai rawit hijau Rp 51.950 per kg.
Untuk komoditas lainnya, harga bawang merah berada di Rp 40.800 per kg dan bawang putih Rp 42.250 per kg.
Harga beras kualitas bawah I tercatat Rp 14.800 per kg dan kualitas bawah II Rp 14.550 per kg. Beras kualitas medium I dijual Rp 16.400 per kg, sedangkan medium II Rp 16.200 per kg. Adapun beras kualitas super I mencapai Rp 17.700 per kg dan super II Rp 17.150 per kg.
Sementara itu, daging ayam ras segar dijual Rp 39.650 per kg. Harga daging sapi kualitas I mencapai Rp 151.100 per kg, sedangkan kualitas II Rp 142.100 per kg.
Untuk kebutuhan lainnya, gula pasir premium dipatok Rp 20.300 per kg dan gula pasir lokal Rp 19.100 per kg. Minyak goreng curah dijual Rp 20.500 per liter, minyak goreng kemasan premium Rp 24.300 per liter, serta minyak goreng kemasan sederhana Rp 23.450 per liter.
Purbaya: Tekanan Inflasi Diperkirakan Mereda
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 3,34% secara tahunan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai tekanan inflasi diperkirakan akan berkurang dalam beberapa bulan ke depan. Menurutnya, kenaikan harga saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh komoditas yang bersifat fluktuatif, seperti bahan bakar minyak (BBM) dan bahan pangan, bukan karena meningkatnya permintaan masyarakat.
Ia menjelaskan, harga komoditas musiman seperti cabai diperkirakan akan kembali normal. Selain itu, penurunan harga minyak dunia juga berpotensi diikuti oleh turunnya harga BBM nonsubsidi, sehingga dapat membantu meredakan inflasi.
Purbaya juga menegaskan bahwa inflasi inti (core inflation) masih berada di level 2,76%, yang menunjukkan permintaan masyarakat tetap relatif stabil.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tanda bahwa kenaikan harga saat ini hanya bersifat sementara dan dipicu oleh faktor-faktor yang mudah berubah, bukan karena lonjakan konsumsi.
BPS mencatat inflasi bulanan pada Juni 2026 sebesar 0,44%. Kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi 2,29% dan memberikan andil 0,28% terhadap inflasi nasional.
Kenaikan harga bensin menjadi penyebab utama, dengan andil 0,21%, disusul tarif angkutan udara sebesar 0,05% dan harga pelumas atau oli mesin sebesar 0,01%.
0 Comments