XRP Terancam Turun ke Level US$1, Ethereum Bertahan di Area Support, NEAR Kehilangan Support Penting
XRP Kembali Terancam Turun ke US$1, Ethereum Bertahan, NEAR Kehilangan Momentum
XRP kembali mendekati level support penting setelah gagal mempertahankan pemulihan harga. Aset kripto ini kini diperdagangkan di sekitar US$1,06, sehingga level psikologis US$1,00 menjadi perhatian utama para trader.
XRP Hadapi Tekanan Bearish
Pergerakan harga terbaru menunjukkan XRP keluar dari pola symmetrical triangle ke arah bawah, yang menandakan hilangnya support utama. Penurunan tersebut juga disertai peningkatan tekanan jual, sehingga memperkuat prospek bearish.
Seluruh Exponential Moving Average (EMA) utama, yakni EMA 20 hari, 50 hari, 100 hari, dan 200 hari, masih berada di atas harga XRP saat ini. Kondisi ini menunjukkan tren turun masih mendominasi. EMA 20 hari juga terus berperan sebagai resistance dinamis yang menghambat upaya pemulihan harga.
Level US$1,00 kini menjadi support penting, baik secara teknikal maupun psikologis. Jika harga menembus level tersebut, aksi jual berpotensi semakin besar akibat pemicu stop-loss dan memburuknya sentimen pasar. Support berikutnya diperkirakan berada di sekitar US$0,95.
Agar dapat memulai pemulihan, XRP perlu kembali menembus EMA 20 hari di sekitar US$1,10. Setelah itu, resistance yang lebih kuat berada di EMA 100 hari pada kisaran US$1,22.
Dari sisi indikator, Relative Strength Index (RSI) turun ke angka 39, yang menunjukkan momentum beli mulai melemah tetapi belum memasuki area oversold. Sementara itu, volume perdagangan yang rendah selama fase konsolidasi mengindikasikan pelaku pasar masih berhati-hati, sehingga pergerakan harga yang lebih besar berpotensi terjadi jika support kembali ditembus.
Ethereum Bertahan di Atas Moving Average Penting
Di tengah pelemahan pasar kripto secara umum, Ethereum (ETH) masih menunjukkan ketahanan. Harga ETH bertahan sedikit di bawah US$1.900 dan tetap mempertahankan struktur tren yang positif setelah bangkit dari titik terendah pada Juni.
Ethereum juga masih membentuk pola higher low, yang mengindikasikan pembeli masih aktif meski harga sedang berkonsolidasi di bawah area resistance penting.
NEAR Kehilangan Momentum Setelah Support Jebol
Near Protocol (NEAR) mulai kehilangan momentum setelah struktur pemulihan teknikalnya runtuh. Setelah beberapa pekan bergerak di atas moving average utama, harga NEAR kini turun ke sekitar US$1,63, sekaligus menembus EMA 20 hari, EMA 100 hari, dan EMA 200 hari.
Penurunan ini menunjukkan pembeli tidak lagi menguasai tren jangka pendek. Sebelumnya, NEAR sempat mencatat reli kuat pada akhir Mei hingga awal Juni. Namun, setiap kenaikan berikutnya membentuk puncak yang semakin rendah sebelum akhirnya kembali terkoreksi.
Kegagalan mempertahankan EMA 200 hari, yang sering dianggap sebagai batas antara tren bullish dan bearish jangka panjang, turut memperburuk sentimen pasar. Untuk memulihkan kondisi, NEAR perlu kembali naik ke atas area support di US$1,82.
Indikator RSI kini berada di sekitar 33, mendekati wilayah oversold. Hal ini menunjukkan tekanan jual masih mendominasi, meski belum mencapai titik jenuh. Sementara itu, volume penurunan yang relatif rendah mengindikasikan pelemahan harga lebih dipicu oleh menurunnya minat beli daripada aksi panic selling.
Fokus pasar kini tertuju pada area support US$1,50–US$1,55. Jika level tersebut gagal dipertahankan, harga NEAR berpotensi turun kembali ke sekitar US$1,30, yang dapat menghapus sebagian besar kenaikan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Untuk membalikkan tren bearish, NEAR perlu kembali menembus area moving average di kisaran US$1,82 hingga US$1,88. Selama hal itu belum terjadi, prospek teknikal masih cenderung berpihak pada penjual.
0 Comments