IHSG Turun Tajam Dua Hari Berturut-turut, Dirut BEI Iman Rachman Mundur

IHSG Turun Tajam Dua Hari Berturut-turut, Dirut BEI Iman Rachman Mundur

IHSG Anjlok Dua Hari Berturut-turut, Dirut BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam selama dua hari perdagangan berturut-turut, yang bahkan memicu penghentian sementara perdagangan saham atau trading halt.

Pengunduran diri tersebut disampaikan langsung oleh Iman Rachman dalam pernyataan resmi di Gedung BEI, Jakarta. Ia menegaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral dan institusional atas gejolak besar yang terjadi di pasar modal Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

“Sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, saya menyatakan mengundurkan diri dari jabatan ini. Saya berharap ini adalah yang terbaik bagi pasar modal Indonesia, dan semoga ke depan pasar kita bisa menjadi lebih baik,” ujar Iman.

IHSG Tertekan, Trading Halt Dua Hari Beruntun

Gejolak pasar bermula ketika IHSG mengalami tekanan jual yang sangat kuat, dengan pelemahan kumulatif mencapai sekitar 8% dalam dua hari perdagangan. Penurunan yang ekstrem ini mendorong BEI menerapkan mekanisme trading halt sebagai langkah pengamanan guna meredam kepanikan dan menjaga perdagangan tetap berlangsung secara teratur.

Langkah penghentian sementara perdagangan ini tergolong jarang terjadi dan menjadi sinyal bahwa tekanan pasar kali ini tidak bersifat normal atau sekadar koreksi teknikal. Aksi jual masif tercatat terjadi di berbagai sektor, terutama saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penopang utama IHSG.

Meski pada perdagangan berikutnya IHSG sempat dibuka menguat dan menunjukkan tanda pemulihan, pelaku pasar menilai rebound tersebut masih rapuh karena sentimen negatif belum sepenuhnya mereda.

Tekanan Global dan Isu Tata Kelola

Tekanan terhadap pasar modal Indonesia tidak hanya berasal dari faktor domestik, tetapi juga dipengaruhi oleh sentimen global, khususnya sorotan investor internasional terhadap struktur pasar dan tingkat transparansi saham di Indonesia.

Kekhawatiran muncul terkait likuiditas saham, kepemilikan publik (free float), serta konsentrasi kepemilikan pada sejumlah emiten besar. Isu-isu ini dinilai berpotensi menurunkan daya tarik pasar Indonesia di mata investor global, sehingga memicu aksi jual dan arus keluar dana asing dalam jumlah besar.

Situasi tersebut memperbesar volatilitas pasar dan mempercepat tekanan terhadap IHSG dalam waktu yang relatif singkat.

Respons Regulator dan Otoritas Pasar

Menanggapi kondisi ini, Bursa Efek Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pasar. Beberapa langkah yang tengah disiapkan antara lain:

  • peninjauan kembali ketentuan free float,

  • peningkatan transparansi kepemilikan saham,

  • serta penguatan perlindungan investor agar sejalan dengan standar internasional.

Otoritas pasar menegaskan bahwa stabilitas dan kredibilitas pasar modal menjadi prioritas utama, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Profil Singkat Iman Rachman

Iman Rachman dikenal sebagai figur berpengalaman di industri pasar modal Indonesia. Selama menjabat sebagai Direktur Utama BEI, ia mendorong berbagai agenda modernisasi bursa, termasuk digitalisasi sistem perdagangan dan upaya memperluas basis investor domestik.

Di bawah kepemimpinannya, jumlah investor ritel tumbuh signifikan, meski tantangan volatilitas dan tekanan eksternal menjadi ujian besar di akhir masa jabatannya.

Langkah Selanjutnya Pasca Pengunduran Diri

Pasca pengunduran diri Iman Rachman, BEI akan menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama sesuai ketentuan yang berlaku hingga ditetapkan pimpinan definitif melalui mekanisme resmi. Proses ini diharapkan berlangsung cepat demi menjaga kepercayaan pasar dan memastikan operasional bursa tetap berjalan normal.

Ujian Kepercayaan Pasar

Kejadian anjloknya IHSG dan mundurnya Direktur Utama BEI menjadi peringatan penting bagi pasar modal Indonesia. Peristiwa ini menunjukkan bahwa stabilitas pasar tidak hanya ditentukan oleh kinerja ekonomi, tetapi juga oleh tata kelola, transparansi, serta persepsi investor global.

Ke depan, keberhasilan reformasi dan langkah perbaikan yang diambil regulator akan sangat menentukan apakah pasar modal Indonesia mampu kembali memperoleh kepercayaan dan menjaga daya saing di tingkat regional maupun global.