NEAR Intents Beri Waktu 48 Jam untuk Pengembalian Dana $3,8 Juta Usai Dieksploitasi
NEAR Intents memberikan batas waktu 48 jam kepada pelaku eksploitasi untuk mengembalikan dana sekitar US$3,8 juta yang dicuri dalam serangan pada 1 Oktober 2026.
NEAR Intents menetapkan batas waktu bagi pelaku eksploitasi untuk mengembalikan dana yang dicuri setelah protokol tersebut mengalami serangan pada 1 Oktober 2026.
Mengutip The Defiant, general manager NEAR Intents memberikan waktu 48 jam kepada pihak yang berada di balik eksploitasi tersebut untuk mengembalikan dana. Tim NEAR Intents juga membagikan tiga alamat kripto yang dapat digunakan untuk mengembalikan aset.
NEAR Intents Kehilangan Dana US$3,8 Juta
Eksploitasi tersebut menyebabkan NEAR Intents kehilangan sekitar US$3,8 juta, yang sebagian besar terdiri dari USDT, stablecoin yang diterbitkan oleh Tether.
Dana tersebut berasal dari sebuah treasury contract di jaringan BNB Chain.
Menurut penjelasan tim, akar masalah berasal dari celah dalam cara infrastruktur deposit dan withdrawal Omni milik NEAR Intents berinteraksi dengan smart contract.
Setelah eksploitasi terdeteksi, tim langsung menghentikan layanan untuk mencegah kerugian lebih lanjut. Celah pada smart contract kemudian diperbaiki sekitar satu jam setelah ditemukan.
Sejumlah layanan utama kembali beroperasi setelah perbaikan dilakukan. Namun, beberapa fitur lintas jaringan atau cross-chain masih sempat dinonaktifkan karena proses pemulihan masih berlangsung.
Dana Hasil Eksploitasi Dilacak ke KuCoin
Penyelidikan terhadap aliran dana menunjukkan aset hasil eksploitasi sempat berpindah ke KuCoin, salah satu bursa kripto terpusat.
Dari KuCoin, dana tersebut kemudian dikonversi menjadi Bitcoin.
NEAR Intents mengatakan pihaknya bekerja sama dengan penegak hukum serta perusahaan analitik blockchain untuk melacak pergerakan dana tersebut.
Batas waktu 48 jam yang diberikan kepada pelaku menjadi bagian tambahan dari upaya pengembalian dana dan pelacakan aset.
Sebelumnya, komunikasi publik dari tim NEAR Intents belum menyebutkan adanya tenggat waktu untuk pengembalian dana. Penetapan batas waktu tersebut menjadi langkah baru tim dalam menghadapi pelaku eksploitasi.
NEAR Intents Janjikan Kompensasi kepada Pengguna
Selain berupaya melacak dana yang dicuri, NEAR Intents juga menyatakan akan memberikan kompensasi penuh kepada pengguna yang terdampak.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari langkah pemulihan setelah eksploitasi yang menyerang infrastruktur protokol.
Kasus ini juga menambah perhatian terhadap keamanan protokol DeFi yang menggunakan teknologi cross-chain. Sistem tersebut memungkinkan aset dan transaksi bergerak di antara berbagai jaringan blockchain, tetapi kompleksitas infrastrukturnya juga dapat menciptakan risiko keamanan tambahan.
Harga NEAR Turun Setelah Eksploitasi
Pengumuman mengenai eksploitasi turut memberikan tekanan terhadap harga token NEAR.
Token NEAR tercatat turun sekitar 6% hingga 10% setelah kabar serangan tersebut muncul.
Namun, eksploitasi tersebut terjadi pada infrastruktur NEAR Intents dan tidak secara langsung menyerang NEAR Protocol maupun aplikasi lain yang berjalan di jaringan tersebut.
Peristiwa ini terjadi ketika ekosistem NEAR terus mengembangkan adopsi dan produk baru, termasuk peluncuran produk seperti ETF spot NEAR di Amerika Serikat.
Dengan batas waktu 48 jam yang telah ditetapkan, perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada perkembangan pelacakan dana serta apakah aset yang dicuri dapat dikembalikan kepada protokol.
0 Comments