OpenAI Resmi Luncurkan Daybreak, Perkuat Ekspansi ke Industri Keamanan Siber Kripto

OpenAI Resmi Luncurkan Daybreak, Perkuat Ekspansi ke Industri Keamanan Siber Kripto

OpenAI resmi meluncurkan Daybreak pada Senin sebagai inisiatif keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) yang ditujukan untuk membantu developer, platform digital, hingga perusahaan crypto mengidentifikasi celah keamanan, memvalidasi perbaikan, dan memperkuat keamanan software dengan lebih cepat.

Peluncuran Daybreak menandai semakin besarnya ekspansi perusahaan AI ke sektor cybersecurity, terutama di tengah meningkatnya ancaman peretasan terhadap industri crypto dan aset digital. Kemampuan AI yang semakin maju dinilai mampu membantu menganalisis kode smart contract, menemukan kerentanan sistem, serta mengotomatisasi proses keamanan teknis.

CEO OpenAI, Sam Altman, menyebut Daybreak sebagai upaya untuk mempercepat pertahanan siber dan membantu perusahaan menjaga keamanan sistem mereka secara berkelanjutan.

Menurut OpenAI, Daybreak menggabungkan model AI perusahaan dengan Codex, sistem AI khusus coding, untuk membantu tim keamanan memeriksa kode, menganalisis dependensi software, memodelkan ancaman, memvalidasi patch, hingga menyelidiki sistem yang kompleks. Teknologi ini diharapkan dapat mempercepat proses dari penemuan bug hingga perbaikannya.

Dalam konteks industri crypto, teknologi seperti Daybreak berpotensi membantu bursa aset digital, proyek blockchain, hingga platform DeFi dalam mengurangi risiko eksploitasi smart contract dan serangan hacker.

OpenAI mengatakan AI kini semakin efektif dalam membantu tim keamanan mendeteksi kerentanan tersembunyi, memahami struktur sistem yang rumit, dan mempercepat mitigasi ancaman siber. Namun, perusahaan juga mengingatkan bahwa kemampuan AI tersebut dapat disalahgunakan untuk aktivitas berbahaya jika tidak diawasi dengan baik.

Peluncuran Daybreak hadir di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap serangan siber berbasis AI. Setelah peluncuran Claude Mythos bulan lalu, pengembang browser Firefox, Mozilla, mengungkapkan bahwa teknologi tersebut berhasil menemukan 271 celah keamanan baru di browser Firefox.

Persaingan AI di sektor cybersecurity juga semakin ketat. Rival OpenAI, Anthropic, turut memasarkan model Claude untuk kebutuhan coding dan keamanan digital guna menarik pelanggan enterprise, termasuk perusahaan teknologi dan blockchain.

Sejumlah peneliti dan lembaga pemerintah sebelumnya memperingatkan bahwa AI canggih dapat dimanfaatkan hacker untuk mengotomatisasi pencarian celah keamanan, pengembangan malware, hingga eksploitasi sistem digital. Di sisi lain, teknologi AI juga dianggap mampu menjadi alat penting dalam memperkuat pertahanan keamanan industri crypto yang terus berkembang.

OpenAI menyatakan akan bekerja sama dengan pemerintah dan pelaku industri sebelum merilis model AI cybersecurity yang lebih canggih ke publik. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya pengawasan regulator terhadap perkembangan teknologi AI tingkat lanjut.

Menurut OpenAI, nama “Daybreak” melambangkan datangnya cahaya pagi. Dalam dunia cybersecurity dan crypto, hal tersebut berarti mendeteksi risiko lebih awal, bertindak lebih cepat, dan membangun sistem yang lebih aman sejak awal pengembangan.