Pedagang Pasar Kebayoran Lama Prediksi Harga Daging Sapi Masih Akan Naik

Pedagang Pasar Kebayoran Lama Prediksi Harga Daging Sapi Masih Akan Naik

Harga Pangan Masih Tinggi, Daging Sapi Diprediksi Naik Lagi, Telur dan Ayam Mulai Turun di Pasar Kebayoran Lama

Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Tradisional Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih menunjukkan tren yang beragam. Beberapa bahan pangan sumber protein seperti daging ayam dan telur ayam mulai mengalami penurunan harga dibandingkan pekan sebelumnya. Namun, harga daging sapi masih bertahan tinggi dan bahkan diperkirakan kembali naik dalam beberapa bulan mendatang.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com pada Jumat (31/7/2026), harga daging ayam kini berada di kisaran Rp35.000 per kilogram (kg), turun dari sebelumnya sekitar Rp45.000 per kg. Penurunan tersebut mulai memberikan sedikit ruang bagi masyarakat yang sempat mengurangi pembelian akibat harga yang melonjak dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara itu, harga telur ayam juga mulai bergerak turun menjadi Rp26.000 per kg setelah sebelumnya sempat menyentuh Rp30.000 per kg. Meski demikian, para pedagang menilai harga saat ini masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan kondisi sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Seorang pedagang ayam di Pasar Kebayoran Lama, Aisyah (60), mengatakan kenaikan harga sejumlah bahan pangan telah berlangsung lebih dari sepekan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat daya beli masyarakat sedikit melemah karena sebagian pembeli memilih mengurangi jumlah belanja.

“Mahal semua, sudah ada semingguan lebih,” ujar Aisyah saat ditemui Liputan6.com.

Ia mengungkapkan, meskipun harga ayam mulai turun, jumlah pembeli belum sepenuhnya kembali normal. Banyak pelanggan masih membeli dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan biasanya sebagai bentuk penyesuaian terhadap pengeluaran rumah tangga.

Senada dengan itu, pedagang telur dan sembako, Rimah (39), mengatakan harga telur mulai naik sejak aktivitas sekolah kembali berjalan setelah masa liburan.

“Lagi pada naik. Pas libur sekolah sempat Rp24 ribu per kg,” kata Rimah.

Menurutnya, meningkatnya aktivitas rumah tangga dan pelaku usaha kuliner setelah libur sekolah ikut mendorong permintaan telur sehingga harga sempat mengalami kenaikan cukup tajam. Kini, meski harga mulai turun, kondisinya belum sepenuhnya kembali normal.

Pedagang telur lainnya, Jojo (47), menambahkan harga telur memang sudah menunjukkan tren penurunan. Namun, ia belum dapat memastikan kapan harga akan kembali ke kisaran Rp24.000 per kg seperti saat masa libur sekolah.

“Mulai turun, tapi belum tahu kapan balik lagi ke Rp24 ribu,” ujarnya.

Harga Daging Sapi Masih Tinggi

Berbeda dengan ayam dan telur, harga daging sapi masih bertahan di level Rp150.000 per kg. Kondisi tersebut dinilai cukup memberatkan baik bagi pedagang maupun konsumen karena harga sudah tinggi sejak beberapa waktu terakhir.

Salah seorang pedagang daging sapi, Cecep, mengatakan pasokan dan biaya distribusi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga jual di pasar. Ia menyebut informasi yang diterimanya dari pemasok menunjukkan harga daging sapi masih berpotensi naik pada September mendatang.

“Kalau impor sapi dari Australia butuh bahan bakar. Itu yang bikin tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemasok juga telah memberi sinyal adanya kenaikan harga pada September, meski belum mengetahui secara pasti penyebabnya.

“Bulan September katanya mau naik lagi,” katanya.

Menurut Cecep, harga yang terus bertahan tinggi membuat penjualan belum kembali maksimal. Sebagian pelanggan memilih membeli dalam jumlah lebih sedikit atau beralih ke sumber protein lain yang harganya lebih terjangkau.

“Jadi enggak maksimal,” tuturnya.

Sejumlah pelaku usaha menilai harga daging sapi memang lebih sensitif terhadap perubahan biaya logistik, kurs rupiah, hingga biaya impor sapi bakalan maupun daging beku. Ketika biaya distribusi meningkat atau nilai tukar rupiah melemah, harga jual di tingkat konsumen biasanya ikut terdorong naik.

Harga Beras Masih Bertahan Tinggi

Sementara itu, harga beras premium masih bertahan di kisaran Rp17.000 per kg. Menurut Dika (22), pedagang beras di Pasar Kebayoran Lama, harga tersebut belum mengalami perubahan dalam beberapa waktu terakhir.

Beras kualitas medium juga masih dijual sekitar Rp16.000 per kg. Sementara beras kualitas rendah justru mengalami penurunan harga menjadi Rp13.000 per kg dari sebelumnya Rp15.000 per kg.

Dika mengatakan pasokan beras di pasar masih relatif lancar sehingga tidak terjadi lonjakan harga baru. Namun, harga beras premium masih berada pada level yang cukup tinggi dibandingkan beberapa bulan lalu sehingga sebagian konsumen mulai beralih ke beras kualitas medium atau rendah.

Selain beras, harga kebutuhan pokok lain seperti minyak goreng curah dan gula pasir juga masih stabil. Minyak goreng curah dijual sekitar Rp20.000 per liter, sedangkan gula pasir bertahan di angka Rp19.000 per kg.

Stabilnya harga minyak dan gula menjadi kabar positif di tengah masih tingginya harga sejumlah komoditas pangan lain. Para pedagang berharap kondisi pasokan tetap terjaga sehingga tidak terjadi lonjakan harga menjelang akhir tahun.

Pengamat sektor pangan menilai pergerakan harga komoditas beberapa pekan ke depan akan sangat dipengaruhi oleh kelancaran distribusi, pasokan dari daerah sentra produksi, serta permintaan masyarakat. Jika pasokan tetap mencukupi dan distribusi berjalan lancar, harga ayam dan telur berpeluang kembali turun secara bertahap. Sebaliknya, komoditas yang masih bergantung pada biaya impor dan logistik, seperti daging sapi, berpotensi tetap mengalami tekanan harga.

Daftar Harga Komoditas Protein di Pasar Kebayoran Lama (31 Juli 2026):

  • Daging ayam: Rp35.000 per kg (sebelumnya Rp45.000 per kg)
  • Telur ayam: Rp26.000 per kg (sebelumnya Rp30.000 per kg)
  • Daging sapi: Rp150.000 per kg

Daftar Harga Sembako:

  • Beras premium: Rp17.000 per kg
  • Beras medium: Rp16.000 per kg
  • Beras kualitas rendah: Rp13.000 per kg
  • Minyak goreng curah: sekitar Rp20.000 per liter
  • Gula pasir: Rp19.000 per kg.