Pelaku Peretasan Bitcoin Bitfinex Senilai US$4,5 Miliar Berterima Kasih pada UU Era Trump atas Pembebasan Dini

Pelaku Peretasan Bitcoin Bitfinex Senilai US$4,5 Miliar Berterima Kasih pada UU Era Trump atas Pembebasan Dini

Pelaku Pencucian Bitcoin Bitfinex Bebas Lebih Cepat, Berkat UU Era Trump

Ilya Lichtenstein, terpidana kasus pencucian hampir 120.000 Bitcoin hasil peretasan bursa kripto Bitfinex pada 2016, mengaku dibebaskan lebih awal dari penjara berkat undang-undang yang diteken mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Lichtenstein dan istrinya, Heather Morgan, ditangkap otoritas AS pada Februari 2022. Keduanya didakwa mencoba mencuci Bitcoin hasil kejahatan tersebut, yang nilainya mencapai sekitar US$4,5 miliar saat itu.

Dalam unggahan di platform X pada Jumat, Lichtenstein menyebut pembebasan dirinya dimungkinkan oleh First Step Act, undang-undang yang disahkan Trump pada 2018. Aturan ini memungkinkan narapidana mendapat pengurangan masa hukuman dengan mengikuti program rehabilitasi dan kegiatan produktif.

Lichtenstein dijatuhi hukuman lima tahun penjara pada November tahun lalu setelah mengaku bersalah atas perannya dalam kasus Bitfinex. Sementara itu, Morgan yang membantu setelah peretasan terjadi divonis 18 bulan penjara dan telah bebas sejak Oktober setelah menjalani sekitar delapan bulan hukuman.

Tren Kelonggaran terhadap Kasus Kripto

Pembebasan dini Lichtenstein terjadi di tengah meningkatnya kelonggaran terhadap pelaku kejahatan kripto di bawah pemerintahan Trump.

Pada Oktober, Changpeng Zhao (CZ), pendiri Binance—bursa kripto terbesar di dunia—mendapatkan pengampunan presiden. Sebelumnya, CZ mengaku bersalah melanggar Bank Secrecy Act karena gagal menerapkan sistem anti-pencucian uang (AML) yang efektif.

Selain itu, pada Maret, Trump juga memberikan pengampunan kepada pendiri BitMEX Arthur Hayes, Benjamin Delo, Samuel Reed, serta karyawan awal Greg Dwyer. Keempatnya mengaku bersalah pada 2022 atas pelanggaran aturan AML.

Dari Kasus Kriminal ke Sensasi Viral

Setelah penangkapan mereka pada 2022, Lichtenstein dan Morgan menjadi sorotan publik, terutama karena persona Morgan sebagai rapper bernama “Razzlekhan”.

Gaya hip-hop Morgan yang nyentrik dan liriknya yang tidak biasa membuatnya viral di internet. Ia bahkan terus merilis musik hingga mulai menjalani hukuman penjara pada Januari 2025.

Lichtenstein kemudian menegaskan bahwa Morgan tidak terlibat dalam peretasan Bitfinex, yang terjadi dua tahun sebelum mereka bertemu. Ia menyatakan penyesalan atas perbuatannya dan berjanji akan menggunakan keahlian peretasan untuk tujuan positif.

Pada Maret 2024, Lichtenstein membantu otoritas AS dengan memberikan kesaksian dalam kasus Bitcoin Fog, layanan pencampur kripto. Operatornya, Roman Sterlingov, akhirnya dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 12,5 tahun penjara.

“Saya tetap berkomitmen untuk memberikan dampak positif di bidang keamanan siber,” ujar Lichtenstein dalam unggahan terbarunya.

Sementara itu, Morgan kembali aktif sebagai Razzlekhan setelah dibebaskan.