PM Inggris Apresiasi Kerja Sama Maritim dengan Indonesia
PM Inggris Keir Starmer Apresiasi Kerja Sama Maritim dengan Indonesia, Dinilai Ciptakan Lapangan Kerja dan Perkuat Hubungan Strategis
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kesepakatan kerja sama di sektor maritim antara Inggris dan Indonesia yang disepakati pada November 2025. Kerja sama tersebut dinilai tidak hanya memperkuat hubungan bilateral kedua negara, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja, khususnya di Inggris.
Apresiasi tersebut disampaikan Starmer saat menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Kantor Perdana Menteri Inggris, 10 Downing Street, London, Selasa (20/1/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda kunjungan resmi Presiden Prabowo ke Inggris dan difokuskan pada penguatan kemitraan strategis di berbagai sektor prioritas.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara membahas peluang peningkatan kerja sama Indonesia–Inggris, terutama di bidang maritim, pertahanan, investasi, serta pengembangan sumber daya manusia. Starmer menegaskan bahwa hubungan kedua negara saat ini berada dalam tren yang sangat positif.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kesepakatan maritim yang telah kita tandatangani pada November lalu, meskipun dilakukan secara virtual di sela KTT G20. Kesepakatan ini sangat penting bagi Inggris karena telah membuka banyak lapangan pekerjaan baru,” ujar Starmer dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu (21/1/2026).
Kerja sama maritim yang dimaksud adalah Maritime Partnership Programme (MPP), sebuah kemitraan strategis jangka panjang yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sektor maritim Indonesia. Program ini mencakup peningkatan kemampuan angkatan laut, penguatan sistem keamanan laut, serta pengadaan lebih dari 1.000 armada perikanan modern untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan nelayan.
Program MPP tersebut memiliki nilai investasi sekitar 4 miliar pound sterling dan dipimpin oleh perusahaan pertahanan dan teknik maritim asal Inggris, Babcock International Group. Pemerintah Inggris memperkirakan proyek ini akan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja baru di Inggris, terutama di sektor manufaktur, rekayasa kapal, dan industri pertahanan.
Sementara bagi Indonesia, kemitraan ini diharapkan membawa manfaat strategis yang luas. Selain membuka peluang investasi baru di industri galangan kapal nasional, kerja sama ini juga dinilai mampu mendorong transfer teknologi, meningkatkan kualitas armada perikanan, merevitalisasi komunitas nelayan, serta memperkuat pertahanan dan keamanan maritim di wilayah perairan Indonesia yang sangat luas.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyambut positif kerja sama maritim Indonesia–Inggris dan menilai kemitraan ini sebagai pilar penting dalam pembangunan ekonomi maritim nasional.
“Kami sangat puas dengan pelaksanaan kemitraan maritim ini. Saya yakin kerja sama ini akan menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi maritim Indonesia, sekaligus memperkuat kemampuan kami dalam menjaga kedaulatan laut,” ujar Prabowo.
Pertemuan Empat Mata dan Perluasan Kerja Sama
Sebelum pertemuan bilateral resmi, Presiden Prabowo juga menggelar pertemuan empat mata dengan Perdana Menteri Keir Starmer di 10 Downing Street. Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut, kedua pemimpin membahas isu-isu strategis yang lebih luas, termasuk stabilitas kawasan Indo-Pasifik, kerja sama pertahanan, serta peluang investasi Inggris di Indonesia.
Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk melanjutkan dan memperdalam kemitraan maritim dengan Inggris, mengingat sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional.
“Kami sangat senang untuk melanjutkan kemitraan maritim ini. Saya percaya kerja sama ini akan menjadi bagian penting dari pengembangan ekonomi maritim kedua negara, dan saya sangat menghargai diskusi yang konstruktif dengan tim Anda,” kata Prabowo kepada Starmer.
Selain sektor maritim, Prabowo juga menyampaikan rencana penjajakan kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Dalam kunjungannya ke Inggris, Presiden dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin dunia usaha Inggris serta pimpinan Russell Group, jaringan yang terdiri dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya.
“Hari ini saya juga akan mengadakan diskusi lanjutan dengan para pemimpin bisnis Inggris, serta dengan pimpinan universitas yang tergabung dalam Russell Group. Kami ingin memperluas kerja sama pendidikan, riset, dan inovasi,” ujarnya.
Kunjungan yang Dinilai Produktif
Kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra penting Inggris di kawasan Asia Tenggara. Di tengah dinamika geopolitik global dan tantangan ekonomi internasional, kedua negara melihat kerja sama maritim, pendidikan, dan investasi sebagai fondasi utama hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan.
Pemerintah Indonesia berharap kemitraan ini dapat mempercepat pembangunan ekonomi maritim nasional, sementara Inggris melihat Indonesia sebagai mitra strategis dalam memperluas pengaruh ekonomi dan industrinya di kawasan Indo-Pasifik.
0 Comments