Reformasi Penjara Era Trump Bebaskan Peretas Bitcoin Bitfinex Lebih Cepat dari Jadwal
Peretas Bitfinex Dibebaskan Lebih Cepat Berkat Undang-Undang Era Trump
Ilya Lichtenstein, peretas di balik kasus peretasan Bitfinex pada 2016, resmi dibebaskan lebih awal dari penjara federal dan kini menjalani tahanan rumah, berdasarkan catatan Biro Penjara Amerika Serikat.
Lichtenstein menyebut pembebasan dirinya dimungkinkan berkat First Step Act, undang-undang reformasi pemasyarakatan yang ditandatangani mantan Presiden AS Donald Trump. Aturan ini memungkinkan pengurangan masa hukuman bagi narapidana yang mengikuti program rehabilitasi dan berkelakuan baik.
Dalam unggahan di platform X pada 1 Januari, Lichtenstein mengucapkan terima kasih atas kebijakan tersebut dan menyatakan niatnya untuk memberikan kontribusi positif di bidang keamanan siber.
Lichtenstein divonis lima tahun penjara pada November 2024 setelah mengaku bersalah atas konspirasi pencucian uang yang terkait dengan salah satu pencurian aset kripto terbesar sepanjang sejarah. Pada Agustus 2016, ia mengeksploitasi celah keamanan pada sistem penarikan multisignature Bitfinex dan melakukan lebih dari 2.000 transaksi ilegal, yang mengakibatkan hilangnya 119.754 bitcoin.
Saat peretasan terjadi, nilai bitcoin yang dicuri hanya sekitar USD 71 juta. Namun dengan harga bitcoin pada awal 2026, nilai tersebut diperkirakan melonjak menjadi lebih dari USD 11 miliar.
Lichtenstein dan istrinya, Heather Morgan, ditangkap pada Februari 2022. Aparat menyita sekitar 94.000 bitcoin, yang disebut Departemen Kehakiman AS sebagai penyitaan finansial terbesar dalam sejarah negara tersebut. Jaksa mengungkap pasangan ini menggunakan skema pencucian uang yang kompleks, termasuk akun palsu, darknet marketplace, crypto mixer, chain hopping, hingga kartu hadiah ritel. Kisah mereka bahkan diangkat dalam sebuah dokumenter Netflix.
Morgan, yang juga dikenal sebagai rapper dengan nama panggung “Razzlekhan”, lebih dulu dibebaskan pada Oktober 2025 dengan dasar hukum yang sama.
Pembebasan lebih cepat ini memicu reaksi beragam di komunitas kripto. Sebagian menilai hal ini sebagai bukti keberhasilan rehabilitasi, sementara pihak lain menganggap hukuman tersebut terlalu ringan untuk kejahatan yang mengguncang industri aset digital di masa awal perkembangannya.
Pasca peretasan 2016, Bitfinex sempat menghentikan perdagangan dan kemudian mengganti seluruh kerugian pengguna melalui skema token utang yang akhirnya ditebus 100 persen. Meski demikian, insiden ini meninggalkan dampak besar terhadap standar keamanan bursa kripto dan pengawasan regulator.
Saat ini, Lichtenstein masih menjalani tahanan rumah hingga jadwal pembebasan penuh pada 9 Februari. Ia mengklaim akan beralih ke pekerjaan keamanan siber yang legal, meski ketentuan pengawasan dapat membatasi langkah awalnya.
0 Comments