Solana Raup Pendapatan dari Persaingan Trader, Fidelity Ungkap Potensi Keuntungan bagi Validator dan Staker

Solana Raup Pendapatan dari Persaingan Trader, Fidelity Ungkap Potensi Keuntungan bagi Validator dan Staker

Solana semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu jaringan blockchain utama dalam aktivitas perdagangan kripto. Namun, sumber pendapatan jaringan ini ternyata tidak hanya berasal dari biaya transaksi biasa. Menurut laporan Fidelity Digital Assets pada 6 November 2026, Solana justru memperoleh pendapatan besar dari persaingan para trader untuk mendapatkan prioritas dalam pemrosesan transaksi.

Senior Research Analyst Fidelity Digital Assets, Max Wadington, menjelaskan bahwa model biaya Solana memungkinkan transaksi reguler tetap murah. Sementara itu, trader yang membutuhkan kecepatan eksekusi bersedia membayar lebih mahal agar transaksi mereka diproses lebih dahulu.

Laporan tersebut memperkirakan Solana menyumbang sekitar 15% dari seluruh perdagangan di bursa sepanjang 2026. Bahkan, jaringan ini sempat melampaui New York Stock Exchange (NYSE) dalam jumlah perdagangan yang dieksekusi selama satu pekan.

Selain itu, bursa perpetual futures berbasis Solana mencatat volume perdagangan nosional lebih dari US$590 miliar dalam 12 bulan terakhir.

Biaya Prioritas dan Jito Tips Jadi Sumber Pendapatan Solana

Fidelity menjelaskan bahwa pendapatan Solana sangat dipengaruhi oleh aktivitas perdagangan yang membutuhkan kecepatan tinggi.

Ketika aktivitas perdagangan on-chain mencapai puncaknya pada 2024 dan 2025, priority fees dan Jito tips menjadi sumber utama pendapatan jaringan. Sebaliknya, biaya transaksi dasar atau base fees cenderung lebih stabil.

Priority fee merupakan biaya tambahan yang dibayarkan pengguna agar transaksi mendapatkan posisi lebih tinggi dalam antrean pemrosesan blok. Sementara itu, Jito tips merupakan pembayaran tambahan melalui sistem lelang yang dikelola Jito untuk membantu trader mendapatkan urutan eksekusi transaksi yang diinginkan.

Kedua mekanisme tersebut membuat trader bersedia mengeluarkan biaya lebih besar, terutama ketika mereka bersaing mendapatkan peluang keuntungan dari perbedaan harga aset di berbagai pasar.

Menariknya, trader tetap dapat dikenakan priority fee meskipun transaksi mereka gagal. Namun, pada sistem Jito, paket transaksi yang gagal tidak masuk ke blockchain sehingga tip tidak perlu dibayarkan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian pendapatan Solana berasal dari persaingan trader, termasuk mereka yang gagal mendapatkan prioritas transaksi.

Validator Menjadi Penerima Utama Pendapatan Transaksi

Dalam ekosistem Solana, terdapat tiga kelompok utama yang berkaitan dengan distribusi pendapatan jaringan, yakni validator, staker, dan pemegang SOL yang tidak melakukan staking.

Validator bertugas menjalankan jaringan dan memproduksi blok. Sementara itu, staker mendelegasikan token SOL kepada validator untuk memperoleh bagian dari imbalan staking. Adapun pemegang SOL yang tidak melakukan staking tidak mendapatkan bagian langsung dari pendapatan tersebut.

Berdasarkan aturan biaya Solana, setiap transaksi dikenakan biaya dasar sebesar 5.000 lamport untuk setiap tanda tangan. Satu SOL setara dengan satu miliar lamport.

Dari biaya dasar tersebut, 50% dibakar atau dihapus dari peredaran, sedangkan 50% lainnya diberikan kepada validator yang memproduksi blok.

Berbeda dengan base fee, seluruh priority fee diberikan kepada validator tanpa mekanisme pembakaran. Sementara itu, Jito tips disalurkan melalui akun khusus Jito dan didistribusikan kepada validator serta staker sesuai ketentuan komisi yang berlaku.

Artinya, ketika persaingan perdagangan semakin tinggi dan trader bersedia membayar priority fee lebih besar, validator menjadi pihak yang menerima manfaat langsung.

Namun, pendapatan kotor tersebut tidak sepenuhnya menjadi keuntungan bersih. Validator tetap harus menanggung biaya operasional, termasuk perangkat keras, bandwidth, dan biaya voting untuk menjaga konsensus jaringan.

Staker SOL Tidak Selalu Mendapatkan Bagian yang Sama

Meskipun Fidelity menilai pertumbuhan aktivitas perdagangan Solana dapat memberikan manfaat bagi validator dan staker, pembagian pendapatan kepada staker ternyata tidak berlangsung otomatis.

Komisi validator yang biasa diumumkan umumnya berkaitan dengan imbalan inflasi. Sementara itu, pendapatan dari Jito tips dan priority fee memiliki mekanisme pembagian tersendiri.

Validator dapat membagikan sebagian pendapatannya kepada staker, tetapi keputusan tersebut bergantung pada kebijakan masing-masing operator.

Jito sebelumnya mencoba memperkuat pembagian pendapatan melalui mekanisme JitoSOL, yaitu token liquid staking yang dikeluarkan oleh ekosistem Jito.

Melalui proposal JIP-16, validator diwajibkan membagikan minimal 50% priority fee agar memenuhi syarat memperoleh delegasi SOL dari kumpulan JitoSOL. Jito DAO juga memperoleh bagian sebesar 1,5% dari priority fee yang didistribusikan.

Namun, ketentuan tersebut kemudian dihentikan sementara melalui proposal JIP-25. Kebijakan baru ini juga memperluas jumlah validator dalam kumpulan tersebut dari 200 menjadi 400.

Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa pembagian priority fee kepada staker sangat bergantung pada kebijakan dan keputusan tata kelola masing-masing kumpulan staking.

Dengan demikian, peningkatan pendapatan validator tidak selalu berarti peningkatan imbal hasil yang sama bagi seluruh pemilik SOL yang melakukan staking.

Pemegang SOL Tanpa Staking Tidak Mendapat Pendapatan Langsung

Bagi investor yang hanya menyimpan SOL tanpa melakukan staking, aktivitas perdagangan dan peningkatan pendapatan jaringan tidak memberikan keuntungan langsung.

Pemegang SOL yang tidak melakukan staking tidak memiliki hak atas base fee, priority fee, maupun Jito tips.

Mereka hanya dapat merasakan dampak tidak langsung melalui permintaan pasar terhadap SOL serta mekanisme pembakaran biaya transaksi dasar.

Namun, pembakaran tersebut tidak selalu meningkat seiring pertumbuhan aktivitas perdagangan. Pasalnya, priority fee yang menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar validator tidak lagi dibagi dengan mekanisme pembakaran.

Perubahan ini berkaitan dengan penerapan proposal SIMD-0096. Sebelumnya, priority fee dibagi rata antara pembakaran dan validator. Setelah perubahan tersebut, seluruh priority fee dialihkan kepada validator yang memproduksi blok.

Di sisi lain, Solana juga memiliki mekanisme inflasi token untuk memberikan imbalan kepada staker.

Jadwal inflasi Solana dimulai dari tingkat 8% per tahun, kemudian menurun sebesar 15% setiap tahun hingga mencapai tingkat inflasi jangka panjang 1,5%.

Artinya, pemegang SOL yang tidak melakukan staking berpotensi mengalami pengurangan proporsi kepemilikan terhadap total pasokan apabila penerbitan token baru lebih besar dibandingkan jumlah SOL yang dibakar.

Persaingan Perdagangan Menjadi Risiko Pendapatan Solana

Fidelity juga mengidentifikasi dua risiko utama terhadap model pendapatan Solana, yaitu siklus perdagangan dan meningkatnya persaingan antarplatform.

Persaingan untuk mendapatkan keuntungan dari perdagangan aset kripto dapat menurun ketika pasar memasuki fase bearish. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi kebutuhan trader membayar biaya tambahan untuk memperoleh prioritas transaksi.

Selain itu, Solana menghadapi persaingan dari platform perdagangan terdesentralisasi lainnya, termasuk Hyperliquid, khususnya dalam pasar perpetual futures.

Laporan tersebut juga menyoroti bahwa peningkatan volume perdagangan tidak selalu diikuti kenaikan pendapatan jaringan.

Aktivitas perdagangan saham yang ditokenisasi di Solana menjadi salah satu contoh. Volume transaksi meningkat, tetapi pendapatan jaringan justru mengalami penurunan.

Hal ini menunjukkan bahwa transaksi yang tidak membutuhkan persaingan kecepatan tinggi cenderung hanya menghasilkan biaya dasar tanpa tambahan priority fee maupun Jito tips.

Dua Indikator untuk Menguji Prospek Pendapatan Solana

Fidelity menilai terdapat dua indikator penting yang dapat digunakan untuk menguji keberlanjutan model pendapatan Solana dalam dua kuartal berikutnya.

Pertama, investor perlu memperhatikan apakah kontribusi priority fee dan Jito tips terhadap total pendapatan jaringan tetap kuat ketika aktivitas perdagangan mulai melambat.

Kedua, perlu dilihat apakah terdapat kumpulan staking besar yang kembali menerapkan aturan pembagian priority fee kepada delegator setelah perubahan kebijakan JIP-25.

Kedua indikator tersebut penting untuk membedakan manfaat ekonomi yang diterima validator dan staker.

Secara keseluruhan, laporan Fidelity menunjukkan bahwa Solana memiliki model pendapatan yang semakin bergantung pada persaingan trader untuk mendapatkan prioritas transaksi.

Model tersebut memberikan peluang pendapatan besar bagi validator, tetapi manfaatnya bagi staker dan pemegang SOL belum tentu sama.

Bagi investor, pertumbuhan pendapatan jaringan perlu dilihat bersama mekanisme distribusi biaya, pembakaran token, inflasi, dan keberlanjutan aktivitas perdagangan. Dengan begitu, peningkatan aktivitas Solana tidak langsung dianggap sebagai jaminan kenaikan imbal hasil bagi seluruh pemegang SOL.