Ukuran Data Blockchain Ethereum Meledak, Jadi Ancaman Serius bagi Jaringan Crypto

Ukuran Data Blockchain Ethereum Meledak, Jadi Ancaman Serius bagi Jaringan Crypto

Ethereum saat ini menghadapi masalah serius karena “state” blockchain-nya terus membengkak dengan sangat cepat. State merupakan catatan langsung dari jaringan yang mencakup saldo akun, kode smart contract, hingga data yang tersimpan di blockchain.

Saat ini, ukuran state Ethereum telah mencapai sekitar 390 GiB. Jika pertumbuhannya terus berlanjut dengan kecepatan yang sama, ukurannya diperkirakan bisa menyentuh level berbahaya 650 GiB pada 2027.

Kondisi ini dinilai penting karena semakin besar state Ethereum, maka kebutuhan perangkat keras untuk menjalankan node juga akan semakin tinggi dan mahal. Akibatnya, semakin sedikit pengguna biasa yang mampu menjalankan node sendiri, sehingga risiko sentralisasi jaringan Ethereum bisa meningkat.

Untuk mengatasi masalah tersebut, para pengembang mengusulkan proposal bernama EIP-8037. Proposal ini tidak menggunakan sistem biaya sewa data, melainkan menaikkan biaya gas secara signifikan untuk pembuatan smart contract baru, akun baru, dan slot penyimpanan data.

Tujuannya adalah mendorong developer crypto agar menggunakan penyimpanan data dengan lebih efisien dan mengurangi pertumbuhan data berlebih di jaringan Ethereum.

Namun, proposal ini menuai perdebatan di komunitas crypto. Sejumlah pihak menilai kenaikan biaya tersebut justru akan membebani proyek crypto kecil karena biaya deploy aplikasi di Ethereum akan melonjak drastis.

Sementara itu, salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, mengatakan belum ada solusi sederhana untuk mengatasi masalah ini.

Developer Lee Ash sempat mengusulkan di platform X agar setiap pengguna menyimpan datanya sendiri, sementara blockchain Ethereum hanya menyimpan hash dan bukti kriptografi. Namun, Buterin menolak ide tersebut karena data untuk memverifikasi bukti tetap membutuhkan ruang penyimpanan yang sangat besar, hampir setara dengan ukuran state saat ini.

Menurut Buterin, memang ada beberapa alternatif solusi untuk mengelola state Ethereum. Namun, seluruh solusi tersebut sangat kompleks dan memiliki konsekuensi masing-masing. Dengan kata lain, Ethereum masih menghadapi tantangan besar dalam mengatasi pertumbuhan data blockchain-nya.