Bank Mandiri Salurkan Rp15,1 Triliun Bansos ke 7,45 Juta Penerima Sepanjang 2025

Bank Mandiri Salurkan Rp15,1 Triliun Bansos ke 7,45 Juta Penerima Sepanjang 2025

Ketimpangan Menurun, Efektivitas Bansos Dinilai Kian Terukur

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya perbaikan signifikan pada tingkat ketimpangan ekonomi di Indonesia. Hingga September 2025, Gini Ratio nasional berada di level 0,363, turun 0,012 poin dibandingkan posisi Maret 2025. Capaian ini menunjukkan tren positif dalam upaya pemerataan ekonomi, terutama di tengah tantangan global yang masih membayangi stabilitas ekonomi domestik.

Penurunan Gini Ratio tersebut mencerminkan dampak berkelanjutan dari kebijakan perlindungan sosial pemerintah, khususnya melalui berbagai program bantuan sosial (bansos) yang dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat serta melindungi kelompok rentan dari tekanan inflasi dan perlambatan ekonomi. Program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) tercatat menjadi dua instrumen utama yang secara konsisten menyasar keluarga prasejahtera dan berpenghasilan rendah di berbagai wilayah Indonesia.

Selain menjaga konsumsi rumah tangga, bansos juga berperan sebagai bantalan sosial (social safety net) yang membantu menekan potensi peningkatan kemiskinan dan kesenjangan pendapatan, terutama di daerah dengan tingkat kerentanan ekonomi yang relatif tinggi.

Penyaluran Bansos Terintegrasi Jangkau 123 Daerah

Efektivitas kebijakan perlindungan sosial tersebut turut ditopang oleh peran aktif sektor perbankan dalam memastikan penyaluran bantuan berjalan lancar, akurat, dan tepat sasaran. Sebagai salah satu mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri sepanjang 2025 telah menyalurkan bantuan sosial senilai Rp15,1 triliun kepada lebih dari 7,45 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 123 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Penyaluran tersebut dilakukan melalui skema Program Sembako dan PKH sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Distribusi bansos dilakukan secara periodik sepanjang tahun 2025, sejalan dengan jadwal penyaluran nasional. Bank Mandiri juga terlibat aktif dalam proses pendataan dan pemutakhiran data penerima manfaat melalui sistem yang terintegrasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko data ganda, kesalahan sasaran, serta memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan bahwa perseroan terus mengakselerasi penguatan ekosistem penyaluran bansos yang terintegrasi, termasuk pemanfaatan infrastruktur digital dan jaringan layanan perbankan yang luas hingga ke daerah.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung implementasi program-program pemerintah, khususnya yang berkaitan langsung dengan penyaluran bantuan kepada masyarakat luas. Tujuannya adalah memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran sekaligus memberikan nilai tambah bagi penguatan ekonomi kerakyatan,” ujar Riduan dalam keterangan resmi, Selasa (10/2).

Menurut Riduan, Bank Mandiri secara aktif memperkuat koordinasi lintas kementerian dan pemangku kepentingan, mulai dari tahap pendataan awal, pemutakhiran data secara berkala, hingga proses distribusi di lapangan. Sinergi tersebut dinilai krusial untuk menjaga kredibilitas, transparansi, serta keberlanjutan program perlindungan sosial yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.

“Melalui koordinasi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan, kami memastikan setiap tahapan penyaluran berjalan sesuai ketentuan, mulai dari validasi data hingga distribusi kepada keluarga penerima manfaat, sehingga bantuan dapat diterima secara tepat waktu dan tepat sasaran,” jelasnya.

Penyaluran bansos yang efektif ini menjadi bagian dari kontribusi Bank Mandiri, emiten berkode BMRI, dalam menjaga daya beli masyarakat rentan, memperkuat stabilitas konsumsi rumah tangga, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berbasis kerakyatan.

Dorong Kemandirian Ekonomi Penerima Bansos

Tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, Bank Mandiri juga berperan aktif dalam mendukung agenda pemerintah untuk mendorong kemandirian ekonomi penerima bansos. Pemerintah menargetkan lebih dari 300.000 penerima dapat keluar dari daftar penerima bantuan sosial pada akhir 2026, seiring dengan meningkatnya kapasitas ekonomi dan pendapatan mereka.

Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program pendampingan yang mendorong penerima bansos untuk merintis dan mengembangkan usaha kecil. Pada Triwulan IV 2025, Bank Mandiri telah menggelar sejumlah kegiatan sosialisasi dan pelatihan bagi penerima bansos yang telah memulai usaha mikro, termasuk pembekalan motivasi kewirausahaan, pengelolaan keuangan sederhana, hingga penguatan strategi pemasaran.

Langkah ini diharapkan dapat membantu penerima bansos bertransformasi dari penerima bantuan menjadi pelaku usaha produktif yang memiliki sumber penghasilan berkelanjutan. Selain meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendekatan ini juga dinilai mampu memperluas basis ekonomi rakyat dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Dukungan terhadap program prioritas pemerintah merupakan komitmen berkelanjutan Bank Mandiri sebagai mitra strategis negara. Melalui sinergi yang terintegrasi, akselerasi yang berkelanjutan, serta penguatan ekosistem BUMN, kami berupaya menghadirkan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkas Riduan.