Berawal dari Modal Rp 40 Juta, Aldi Taher Sukses Bangun Bisnis
Aldi Taher akhirnya buka suara mengenai perjalanan bisnis yang kini digelutinya. Di tengah berbagai tudingan miring yang beredar di media sosial, presenter, aktor, sekaligus penyanyi itu memilih menjelaskan bagaimana usahanya berkembang dari modal yang menurutnya tidak terlalu besar hingga kini memiliki beberapa lini bisnis yang terus berjalan.
Saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (21/7), Aldi mengungkapkan bahwa bisnis kuliner yang dijalankannya merupakan hasil kerja keras yang dibangun secara bertahap selama beberapa tahun terakhir. Ia juga membantah anggapan bahwa perkembangan usahanya terjadi secara instan atau didukung sumber dana yang tidak jelas.
Berawal dari Modal Rp 40 Juta
Aldi mengatakan bisnis pertamanya dimulai dengan modal sekitar Rp40 juta. Bersama rekannya, ia membuka usaha burger yang kemudian menjadi titik awal pengembangan bisnis lain.
“Saya Aldis Burger modal 40 juta, barter sama Bang Rizal dia 30 juta modalnya kurang lebih. Saya punya tempat di Cempaka Putih rumah yang saya dagang mie ayam dulu, sebelumnya dagang taichan waktu saya lagi chemo,” ungkap Aldi.
Ia menjelaskan bahwa sebelum memiliki beberapa merek usaha, dirinya sempat mencoba berbagai jenis bisnis kuliner. Pengalaman tersebut memberinya banyak pelajaran mengenai pengelolaan usaha, mulai dari mencari lokasi yang tepat, menjaga kualitas produk, hingga membangun pelanggan tetap.
Menurut Aldi, setiap keuntungan yang diperoleh tidak langsung digunakan untuk kebutuhan pribadi. Sebagian besar keuntungan justru diputar kembali sebagai modal untuk membuka atau mengembangkan usaha baru.
Faktor Doa Keluarga dan Dukungan Banyak Orang
Aldi menegaskan perkembangan bisnisnya tidak lepas dari doa keluarga, dukungan rekan-rekan, serta kepercayaan para pelanggan. Ia mengaku sempat terpukul ketika muncul tuduhan bahwa bisnis yang dimilikinya berkaitan dengan praktik pencucian uang.
“Jadi jujur waktu teman-teman bilang cuci uang, money laundering, awalnya sedih. Kok jahat banget mulutnya gitu ya. Tapi saya pikir-pikir ya udahlah, namanya manusia kan kita enggak bisa kontrol mulutnya ya, kita doain aja. Itu juga masih di dunia belum di surga,” katanya.
Meski demikian, Aldi memilih tidak terlalu memikirkan komentar negatif tersebut. Baginya, fokus mengembangkan usaha dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan merupakan jawaban paling tepat dibanding harus meladeni berbagai tudingan yang beredar di media sosial.
Ia juga mengajak masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar. Menurutnya, setiap orang memiliki proses dan perjuangan masing-masing dalam membangun usaha.
Punya Banyak Usaha di Luar Dunia Hiburan
Selain Aldis Burger, Aldi mengaku kini memiliki sejumlah lini bisnis lain yang membuat aktivitasnya di luar dunia hiburan semakin padat. Ia menyebut usaha yang dijalankannya antara lain bisnis kopi, hotdog, ayam goreng, hingga kanal digital yang terus dikembangkan.
“Bisnis alhamdulillah lancar, makanya nambah-nambah juga dari bisnis nih: dagang burger, kopi, hotdog, ayam goreng basah basah basah. Aldi Taher Channel TV,” ujarnya.
Aldi mengatakan dirinya tetap membagi waktu antara pekerjaan di industri hiburan dengan aktivitas sebagai pengusaha. Menurutnya, kedua bidang tersebut saling melengkapi karena popularitas yang dimiliki dapat membantu memperkenalkan produk kepada masyarakat, sementara bisnis memberikan sumber pendapatan yang lebih beragam.
Ia menilai memiliki beberapa sumber penghasilan menjadi langkah penting bagi pekerja di industri hiburan yang pendapatannya cenderung fluktuatif. Karena itu, ia terus berupaya mengembangkan usaha yang sudah berjalan tanpa meninggalkan karier di dunia entertainment.
Alokasi Dana Penjualan Rumah di Jagakarsa
Aldi juga meluruskan anggapan bahwa penjualan rumah miliknya di kawasan Jagakarsa dilakukan untuk menambah modal usaha. Ia menegaskan dana hasil penjualan rumah tersebut justru akan digunakan untuk membeli rumah baru yang lokasinya lebih dekat dengan sang ayah.
Menurut Aldi, keputusan tersebut diambil agar dirinya lebih mudah mendampingi dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ia mengaku masih harus menambah dana karena harga rumah yang diincarnya lebih tinggi dibanding nilai rumah yang akan dijual.
Ia memastikan seluruh bisnis yang dimilikinya saat ini sudah memiliki modal operasional masing-masing sehingga tidak bergantung pada hasil penjualan aset pribadi.
Diversifikasi Bisnis Jadi Pilihan Banyak Artis
Langkah Aldi Taher mengembangkan berbagai lini usaha sebenarnya bukan hal baru di kalangan selebritas Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak artis yang memilih membangun bisnis kuliner, minuman, fesyen, hingga konten digital sebagai sumber pendapatan tambahan di luar dunia hiburan.
Strategi diversifikasi bisnis dinilai mampu memberikan kestabilan finansial, terutama ketika aktivitas syuting atau pekerjaan di industri hiburan sedang menurun. Namun, menjaga kualitas produk, pelayanan, dan kepercayaan pelanggan tetap menjadi tantangan utama agar bisnis dapat bertahan dalam jangka panjang.
Bagi Aldi, perjalanan membangun usaha dari modal puluhan juta rupiah hingga memiliki beberapa lini bisnis menjadi bukti bahwa perkembangan bisnis membutuhkan proses, konsistensi, dan keberanian untuk terus mencoba. Ia berharap masyarakat dapat menilai usahanya berdasarkan hasil kerja keras yang telah dibangun, bukan dari spekulasi yang beredar di media sosial.
0 Comments