Evergreen Hill Disebut Jadi Kendaraan Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri, Nilainya Capai US$1,4 Miliar

Evergreen Hill Disebut Jadi Kendaraan Investasi Keluarga Hartono di Luar Negeri, Nilainya Capai US$1,4 Miliar

Aktivitas investasi keluarga Hartono di luar negeri menjadi sorotan setelah terungkapnya peran Evergreen Hill Enterprise Pte Ltd, perusahaan berbasis di Singapura yang disebut menjadi kendaraan dalam sejumlah akuisisi bisnis.

Berdasarkan pemetaan Bloomberg News, nilai investasi luar negeri yang dilakukan melalui sekitar sembilan entitas di Singapura dan London mencapai sedikitnya US$1,4 miliar. Sejumlah entitas tersebut juga terdaftar di yurisdiksi seperti British Virgin Islands dan Cayman Islands.

Evergreen Hill Jadi Kendaraan Akuisisi di Luar Negeri

Evergreen Hill Enterprise Pte Ltd merupakan perusahaan yang didirikan pada 2019 dan berkantor di Orchard Towers, Singapura.

Dalam sejumlah siaran pers dan dokumen resmi terkait transaksi, pihak pembeli disebut sebagai bagian dari grup swasta asal Indonesia. Namun, nama Hartono tidak tercantum secara langsung dalam dokumen tersebut.

Penelusuran melalui filing di Singapura dan Indonesia menunjukkan bahwa Evergreen Hill memiliki keterkaitan dengan PT Eragraha Pirantimegah. Perusahaan tersebut disebut sepenuhnya dimiliki keluarga Hartono.

Dokumen SEC Mativ Holdings juga mencantumkan hubungan Evergreen dengan PT Bukit Muria Jaya, perusahaan yang bergerak dalam bisnis kertas dan kemasan untuk produk Djarum.

Total Investasi Mencapai US$1,4 Miliar

Bloomberg memetakan sedikitnya US$1,4 miliar investasi luar negeri yang dilakukan melalui sekitar sembilan entitas di Singapura dan London.

Investasi tersebut tidak seluruhnya berbentuk akuisisi bisnis. Salah satu investasi yang masih berjalan disebut berupa penyertaan pada perusahaan perangkat lunak jasa keuangan di Singapura. Sejumlah transaksi lainnya juga masih dalam tahap kajian.

Menurut orang-orang yang dekat dengan grup tersebut, salah satu motif investasi luar negeri adalah diversifikasi sumber pendapatan ke mata uang lain. Meski demikian, mayoritas aset keluarga tetap berada di Indonesia.

Akuisisi Bisnis Kertas Jadi Salah Satu Fokus

Sebagian transaksi yang dilakukan Evergreen Hill berkaitan dengan bisnis kertas yang memiliki hubungan dengan rantai usaha grup.

Langkah tersebut dapat menjadi bagian dari strategi ekspansi vertikal sekaligus diversifikasi bisnis. Dengan menguasai bagian lain dari rantai pasok, perusahaan dapat memperluas cakupan bisnis yang sudah dimiliki.

Seluruh transaksi yang menjadi sorotan juga bukan transaksi baru. Sejumlah akuisisi telah diumumkan kepada publik sejak 2023.

Hal yang menjadi perhatian dari laporan terbaru bukan semata nilai transaksinya, melainkan pemetaan mengenai pihak yang berada di balik Evergreen Hill.

Investasi US$1,4 Miliar Bukan Uang Tunai yang Ditarik dari Indonesia

Nilai US$1,4 miliar tersebut merupakan nilai kumulatif akuisisi dan investasi yang dilakukan oleh entitas luar negeri yang dikaitkan dengan keluarga Hartono.

Angka tersebut tidak berarti keluarga Hartono menarik uang tunai sebesar US$1,4 miliar dari Indonesia. Investasi dilakukan melalui sejumlah entitas di luar negeri dan mencakup berbagai transaksi bisnis.

Struktur tersebut menunjukkan bagaimana kelompok usaha besar dapat menggunakan perusahaan di berbagai yurisdiksi untuk menjalankan ekspansi dan diversifikasi investasi.

Sumber: Bloomberg News (8 September 2026), siaran pers dan filing perusahaan, SEC Mativ Holdings, serta sumber terkait lainnya.