Harga XRP Turun ke US$1,39, Tekanan Jual Meningkat dan Likuidasi Long Bertambah

Harga XRP Turun ke US$1,39, Tekanan Jual Meningkat dan Likuidasi Long Bertambah

Harga XRP kembali berada di bawah tekanan. XRP turun sekitar 1,7% dalam 24 jam terakhir ke level US$1,39 pada 8 September 2026. Penurunan ini membuat XRP kesulitan mempertahankan level penting US$1,40 ketika tekanan jual dan likuidasi posisi long meningkat.

Posisi Leverage XRP Mulai Berkurang

Data CoinGecko menunjukkan XRP berada di sekitar US$1,39 pada 8 September. Dalam sepekan terakhir, XRP turun 0,7%, sedangkan dalam dua pekan penurunannya mencapai 8,9%.

Tekanan terhadap XRP meningkat setelah harga sempat bergerak menuju US$1,48 pada 4 September. Setelah itu, XRP beberapa kali kembali jatuh di bawah US$1,40 karena trader mulai mengurangi posisi dengan leverage.

Data CryptoQuant menunjukkan open interest XRP turun 14%, dari US$558 juta menjadi US$478 juta. Rasio leverage estimasi juga turun dari 0,203 menjadi 0,182.

Dalam dua sesi perdagangan, sekitar US$14,2 juta posisi XRP mengalami likuidasi. Dari jumlah tersebut, sekitar US$8,23 juta berasal dari posisi long. Sementara itu, funding rate XRP berubah menjadi negatif setelah sebelumnya berada di zona positif selama 14 sesi berturut-turut.

Pergerakan ini menunjukkan posisi bullish di pasar derivatif mulai melemah.

Pasar Kripto Ikut Mengalami Tekanan

Penurunan XRP terjadi ketika pasar kripto secara umum juga bergerak melemah.

Bitcoin turun 1,06% ke sekitar US$79.300 setelah sempat menyentuh US$78.680. Ethereum turun 0,71% menjadi sekitar US$2.495, sementara Solana melemah 1,91%.

Investor kini menantikan data inflasi Amerika Serikat dan keputusan Federal Reserve (The Fed) pada September. Kedua faktor tersebut berpotensi memengaruhi sentimen pasar dan meningkatkan volatilitas aset kripto.

Arus Dana ETF XRP Masih Positif

Meski harga XRP tertekan, permintaan terhadap spot XRP ETF di Amerika Serikat masih mencatat arus dana masuk.

SoSoValue mencatat ETF XRP membukukan net inflow US$18,96 juta sepanjang 31 Agustus hingga 4 September. Namun, angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan US$110,49 juta pada pekan sebelumnya.

Franklin Templeton XRPZ mencatat inflow terbesar sebesar US$9,82 juta. Canary Capital XRPC menerima US$7,74 juta, sedangkan produk XRP milik Bitwise mencatat outflow US$3,32 juta.

Secara kumulatif, spot XRP ETF di AS telah mencatat net inflow US$1,68 miliar, dengan total aset bersih gabungan sekitar US$1,48 miliar.

Level Harga XRP yang Perlu Diperhatikan

Secara teknikal, XRP saat ini berada di sekitar US$1,39 setelah mengalami penurunan dari level tertinggi pada awal September.

XRP masih berada di atas EMA 20 hari, 50 hari, 100 hari, dan 200 hari. EMA 20 hari dan 200 hari berada di sekitar US$1,35, sementara EMA 50 hari berada di US$1,26 dan EMA 100 hari di US$1,24.

Level US$1,35 menjadi support penting XRP. Jika XRP ditutup di bawah level tersebut, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju US$1,33 dan US$1,28.

Sebaliknya, jika XRP mampu bertahan di atas US$1,35 dan kembali menembus US$1,40, peluang menuju US$1,43 hingga US$1,48-US$1,50 kembali terbuka.

Momentum Pembelian XRP Melemah

Indikator Money Flow Index (MFI) juga menunjukkan penurunan tekanan beli. MFI XRP turun tajam dari level di atas 80 menjadi 27,81.

Pada grafik empat jam, XRP berada di dekat level Fibonacci retracement 50% di US$1,38. Level retracement 61,8% berada di US$1,37, sedangkan level 78,6% berada di US$1,35.

Jika XRP kehilangan level-level tersebut, tekanan jual berpotensi membawa harga menuju US$1,33 dan US$1,28.

Sementara itu, Chaikin Money Flow (CMF) pada grafik empat jam berada di -0,12. Kondisi ini menunjukkan volume perdagangan masih lebih banyak terjadi ketika XRP ditutup melemah, sejalan dengan tekanan jual yang masih berlangsung.

Prospek Harga XRP

Dalam jangka pendek, US$1,40 menjadi level penting yang perlu direbut kembali oleh pembeli XRP. Kemampuan mempertahankan US$1,35 juga menjadi kunci agar penurunan tidak berlanjut lebih dalam.

Di sisi lain, sentimen pasar masih sangat bergantung pada kondisi makroekonomi Amerika Serikat, terutama data inflasi dan kebijakan The Fed.

Dengan tekanan dari pasar derivatif yang meningkat dan arus dana ETF yang mulai melambat, pergerakan XRP berpotensi tetap volatil dalam beberapa hari ke depan.