HSBC Siapkan RedCoin, Stablecoin Berbasis Dolar Hong Kong untuk Pembayaran

HSBC Siapkan RedCoin, Stablecoin Berbasis Dolar Hong Kong untuk Pembayaran

HSBC mengumumkan nama stablecoin miliknya, RedCoin, pada 30 September 2026. Stablecoin berbasis dolar Hong Kong (HKD) ini akan mulai digunakan untuk kebutuhan pembayaran sehari-hari sebelum diperluas ke sektor korporasi dan institusi.

HSBC mengatakan RedCoin belum diterbitkan dan belum tersedia untuk diperdagangkan. Pada tahap awal, layanan tersebut hanya dapat diakses melalui PayMe dan HSBC HK Mobile App.

RedCoin Fokus pada Pembayaran dan Transfer

Pada tahap awal, HSBC akan menggunakan RedCoin untuk transfer antarindividu (P2P) dan pembayaran kepada merchant.

Setelah fase tersebut berjalan, HSBC berencana memperluas penggunaan RedCoin untuk kebutuhan perusahaan dan institusi. Namun, bank belum memberikan jadwal khusus untuk peluncuran tahap berikutnya.

RedCoin akan menggunakan dolar Hong Kong sebagai denominasi. HSBC menargetkan peluncuran pada paruh kedua 2026, tetapi belum mengumumkan tanggal peluncuran secara pasti.

Bank juga belum mengungkap blockchain yang akan digunakan maupun alamat kontrak token tersebut.

Maggie Ng, Chief Executive Officer HSBC Hong Kong sekaligus Head of Retail Banking and Wealth Hong Kong, mengatakan peluncuran RedCoin merupakan langkah awal dari pengembangan stablecoin HSBC.

HSBC menyebut RedCoin dirancang dengan fokus pada keamanan, kepercayaan, dan kemudahan akses bagi nasabah.

HSBC Batasi Akses RedCoin pada Platform Resmi

Saat pertama diluncurkan, RedCoin hanya akan tersedia melalui platform yang dikendalikan HSBC.

Nasabah dapat menggunakan PayMe atau HSBC HK Mobile App untuk mengakses layanan tersebut. Informasi lebih lanjut mengenai mekanisme penggunaan RedCoin akan disampaikan HSBC kemudian.

HSBC juga memperingatkan masyarakat mengenai stablecoin palsu yang menggunakan nama HSBC.

Bank menegaskan bahwa token yang mengatasnamakan HSBC tetapi tidak berasal dari kanal resminya tidak memiliki hubungan dengan perusahaan tersebut.

Survei HSBC: 74% Responden Mengetahui Penggunaan Stablecoin

Bersamaan dengan pengumuman RedCoin, HSBC merilis hasil survei terhadap 1.060 nasabah di Hong Kong berusia 18 hingga 64 tahun.

Survei yang dilakukan pada 18-28 Juni 2026 tersebut menunjukkan bahwa 74% responden dapat menyebutkan setidaknya satu penggunaan stablecoin.

Penggunaan stablecoin untuk perdagangan aset digital dan investasi berbasis token menjadi pilihan yang paling banyak disebut, yakni 57%.

Berikutnya, transfer antarindividu atau P2P mencapai 53%. Sementara itu, pengiriman uang lintas negara dan pembayaran merchant masing-masing mencapai 52%.

Meski demikian, pemahaman responden terhadap stablecoin masih beragam.

Sebanyak 60% responden memahami stablecoin sebagai aset digital yang didukung mata uang fiat. Namun, 26% menganggap stablecoin diterbitkan oleh pemerintah.

Sebanyak 10% lainnya menganggap stablecoin menghasilkan bunga, meskipun HSBC menyatakan fitur tersebut tidak termasuk dalam kerangka regulasi stablecoin Hong Kong saat ini.

Regulasi Stablecoin Hong Kong Mewajibkan Cadangan Aset

Peluncuran RedCoin dilakukan setelah HSBC memperoleh salah satu lisensi pertama sebagai penerbit stablecoin di Hong Kong.

Pada 10 April, Hong Kong Monetary Authority (HKMA) memberikan lisensi kepada HSBC dan Anchorpoint Financial berdasarkan Stablecoins Ordinance.

Regulasi tersebut mengatur penerbit stablecoin yang nilainya mengacu pada mata uang fiat.

Penerbit yang mendapatkan lisensi wajib memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk pengelolaan cadangan aset, mekanisme penebusan, manajemen risiko, tata kelola, dan ketentuan anti-pencucian uang.

Aset cadangan juga harus memiliki kualitas tinggi dan likuid. Aset tersebut harus dipisahkan dari aset lain milik penerbit agar dapat digunakan untuk memenuhi permintaan penebusan yang sah.

Penerbit stablecoin berlisensi juga diwajibkan memberikan informasi mengenai pengelolaan cadangan, komposisi aset, nilai pasar cadangan, serta hasil audit atau atestasi independen.

HSBC Belum Mengedarkan RedCoin

HSBC menegaskan bahwa RedCoin belum diterbitkan hingga pengumuman 30 September 2026.

Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati terhadap token yang mengklaim sebagai stablecoin resmi HSBC.

Sebelumnya, HKMA juga telah memperingatkan mengenai token dengan nama atau ticker yang menggunakan identitas penerbit stablecoin berlisensi, termasuk token yang mengatasnamakan HSBC.

Dengan rencana RedCoin, HSBC menjadi salah satu bank besar yang mulai mengembangkan stablecoin untuk kebutuhan pembayaran. Namun, tahap awal penggunaannya masih terbatas pada ekosistem layanan HSBC sebelum nantinya diarahkan ke penggunaan korporasi dan institusional.