Investasi Altcoin Rp1 Triliun Anjlok 77%, Perusahaan Terancam Delisting dari Nasdaq

Investasi Altcoin Rp1 Triliun Anjlok 77%, Perusahaan Terancam Delisting dari Nasdaq

Investasi BERA Greenlane Anjlok 77%, Saham Terancam Delisting Nasdaq

Greenlane Holdings, perusahaan yang terdaftar di Nasdaq dan memiliki eksposur besar terhadap kripto, menghadapi tekanan setelah nilai treasury BERA miliknya jatuh tajam.

Perusahaan memiliki sekitar 81,3 juta unit BERA dan aset yang setara dengan BERA. Pada akhir kuartal II 2026, nilai aset kripto tersebut turun sekitar 77% dibandingkan harga perolehannya.

Dalam laporan keuangannya, Greenlane mencatat biaya perolehan aset BERA sebesar US$70,2 juta, sementara nilai wajarnya pada 30 Juni hanya sekitar US$16,4 juta.

Penurunan tersebut merupakan kerugian berdasarkan penilaian harga pasar (mark-to-market) dan bukan kerugian yang benar-benar terealisasi karena Greenlane menjual token BERA.

Berdasarkan harga pasar BERA sekitar US$0,142, sebanyak 81,3 juta unit secara teori bernilai sekitar US$11,6 juta. Namun, angka ini hanya perkiraan dan bukan nilai terbaru yang dilaporkan perusahaan.

Kas Greenlane Menyusut

Masalah Greenlane tidak hanya berasal dari jatuhnya harga BERA.

Kas perusahaan turun menjadi sekitar US$6,1 juta pada 30 Juni 2026, dari sebelumnya US$32,5 juta pada akhir 2025.

Greenlane juga memiliki sekitar US$8,1 juta dalam instrumen protokol aUSDC dan sUSDe. Aset tersebut dicatat terpisah dari kas dan memiliki sejumlah risiko, termasuk risiko likuiditas, penebusan, pihak lawan, protokol, serta perubahan nilai aset kripto.

Pada kuartal II 2026, Greenlane mencatat kerugian bersih US$24,8 juta.

Sebagian besar kerugian tersebut berasal dari penurunan nilai wajar aset digital sebesar US$19,1 juta. Karena perubahan tersebut bersifat nonkas, angka tersebut tidak berarti Greenlane mengeluarkan US$19,1 juta secara langsung.

Perusahaan juga mencatat impairment sebesar US$1,8 juta atas investasinya di Airgraft.

Di sisi operasional, Greenlane mencatat kerugian sekitar US$3,3 juta, sementara kas yang digunakan untuk operasional mencapai sekitar US$7,1 juta selama enam bulan pertama 2026.

Penurunan BERA Tidak Otomatis Memicu Delisting

Meski nilai treasury kripto Greenlane anjlok, kondisi tersebut tidak secara langsung membuat perusahaan terkena delisting Nasdaq.

Nasdaq menggunakan metrik Market Value of Listed Securities (MVLS) untuk mengukur nilai pasar sekuritas yang tercatat. Perhitungan tersebut didasarkan pada harga saham dan jumlah saham yang beredar, bukan berdasarkan nilai BERA, Bitcoin, kas, atau aset protokol yang dimiliki perusahaan.

Namun, penurunan nilai aset kripto tetap dapat berdampak secara tidak langsung. Kondisi keuangan yang memburuk dapat menekan kepercayaan investor, harga saham, dan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan pendanaan baru.

Aturan Nasdaq US$5 Juta Masih Ditangguhkan

SEC sebelumnya menyetujui aturan Nasdaq yang menetapkan nilai pasar minimum US$5 juta untuk perusahaan tertentu.

Namun, pada 29 Juli 2026, SEC menangguhkan penerapan aturan tersebut sementara waktu untuk melakukan peninjauan lebih lanjut.

Karena itu, Greenlane saat ini belum terkena pemicu delisting berdasarkan aturan US$5 juta tersebut.

Jika aturan tersebut akhirnya diberlakukan, perusahaan yang memiliki MVLS di bawah US$5 juta selama 30 hari kerja berturut-turut dapat menerima keputusan delisting dari Nasdaq.

Berbeda dengan beberapa pelanggaran aturan listing lainnya, aturan ini tidak memberikan periode perbaikan standar yang biasanya memungkinkan perusahaan memperbaiki kondisi sebelum proses delisting berlanjut.

Greenlane mengatakan bahwa per 14 Agustus, nilai pasar sahamnya akan berada di bawah US$5 juta jika aturan tersebut mulai berlaku.

Namun, hingga saat itu perusahaan belum menerima pemberitahuan pelanggaran atau keputusan delisting dari Nasdaq.

Saham Greenlane Perlu Naik Signifikan

Greenlane memiliki sekitar 694.544 saham.

Dengan menggunakan harga penutupan saham sebesar US$1,93 pada 13 Agustus, nilai pasar perusahaan hanya sekitar US$1,34 juta.

Agar mencapai ambang batas US$5 juta dengan jumlah saham yang sama, harga saham Greenlane harus naik menjadi sekitar US$7,20 per saham.

Artinya, saham harus naik sekitar 273% dari level US$1,93.

Namun, perhitungan tersebut hanya merupakan gambaran berdasarkan harga saham pada satu hari. Untuk memenuhi persyaratan Nasdaq jika aturan tersebut diberlakukan, Greenlane harus mempertahankan nilai pasar di atas ambang batas selama periode yang ditentukan.

Perusahaan juga tidak harus menerbitkan saham baru untuk meningkatkan MVLS. Kenaikan harga saham yang signifikan saja secara teori sudah cukup untuk meningkatkan nilai pasar perusahaan.

Untuk saat ini, Greenlane masih menunggu kepastian mengenai aturan Nasdaq tersebut. Di saat yang sama, perusahaan harus menghadapi tekanan dari jatuhnya harga BERA, menyusutnya kas, kerugian besar, dan rendahnya nilai pasar saham.

Kondisi ini menunjukkan besarnya risiko yang dapat muncul ketika sebuah perusahaan publik menjadikan aset kripto sebagai bagian besar dari strategi treasury-nya.