Trump Akan Bertemu Coinbase dan Ripple, Peluang CLARITY Act Merosot Menjadi 10%
Trump Akan Bertemu Coinbase, Ripple, dan Petinggi Kripto, Peluang CLARITY Act Makin Menipis
Presiden AS Donald Trump bersama pimpinan SEC dan CFTC dijadwalkan bertemu dengan para eksekutif industri kripto dan pasar prediksi di Gedung Putih pada 19 Agustus.
Pertemuan ini digelar ketika peluang Digital Asset Market Clarity Act (CLARITY Act) untuk disahkan pada 2026 terus menurun. RUU tersebut menjadi salah satu prioritas utama industri kripto karena bertujuan memberikan kepastian regulasi bagi aset digital di Amerika Serikat.
Pertemuan diperkirakan akan dihadiri oleh perwakilan dari Coinbase, Andreessen Horowitz, Ripple, Chainlink, Kalshi, Paradigm, dan Digital Chamber. Eksekutif dari Kraken, Gemini, NYSE, dan Nasdaq juga diundang.
Trump, Ketua CFTC Michael Selig, dan Ketua SEC Paul Atkins juga diperkirakan hadir. Namun, daftar peserta masih dapat berubah.
Peluang CLARITY Act Turun Tajam
CLARITY Act dirancang untuk memperjelas aturan pasar kripto di AS, termasuk pembagian kewenangan antara SEC dan CFTC.
Namun, peluang RUU tersebut untuk disahkan tahun ini semakin kecil. Data pasar prediksi Polymarket menunjukkan peluang CLARITY Act menjadi undang-undang pada 2026 sekitar 19%, turun jauh dari puncaknya sebesar 82% pada Februari.
Galaxy Digital bahkan memperkirakan peluang pengesahan hanya sekitar 10%.
Sebelumnya, CLARITY Act memperoleh dukungan bipartisan yang cukup kuat di Kongres. Namun, dukungan tersebut mulai retak akibat perdebatan mengenai aktivitas kripto pejabat pemerintah, imbalan stablecoin, dan aturan untuk mencegah aktivitas ilegal.
Masalah Etika Trump Jadi Hambatan
Salah satu hambatan terbesar berkaitan dengan aktivitas bisnis kripto yang terhubung dengan Trump.
Sejumlah senator bipartisan telah mengusulkan kerangka aturan etika untuk mengatasi masalah tersebut. Namun, pemerintahan Trump belum secara terbuka menyetujuinya.
Tanpa kompromi, pendukung CLARITY Act akan kesulitan mengumpulkan 60 suara di Senat, yang diperlukan agar RUU dapat melaju ke tahap berikutnya.
Senat dijadwalkan kembali bersidang pada 14 September, tetapi waktu untuk membahas dan meloloskan RUU tersebut sangat terbatas karena anggota parlemen akan mulai fokus pada kampanye pemilu sela.
SEC dan CFTC Tetap Dorong Regulasi Kripto
Meski CLARITY Act menghadapi hambatan politik, SEC dan CFTC tetap berusaha membangun kerangka regulasi kripto menggunakan kewenangan yang sudah mereka miliki.
SEC sedang mengembangkan Reg Crypto dan Innovation Exemption, yang dapat memberikan aturan lebih jelas untuk penawaran aset kripto, sekuritas berbasis token, serta perdagangan berbasis blockchain.
Namun, beberapa inisiatif tersebut masih menghadapi penundaan.
CFTC justru mengambil pendekatan yang lebih agresif. Regulator tersebut semakin aktif menangani pasar prediksi seperti Kalshi dan berusaha memastikan pasar tersebut tetap berada di bawah aturan derivatif federal.
Pertemuan Trump Jadi Momen Penting
Pertemuan di Gedung Putih menjadi penting karena mempertemukan pemerintah AS dengan perusahaan-perusahaan yang berada di pusat perkembangan industri kripto.
Para eksekutif kripto juga akan bertemu dengan pejabat SEC dan CFTC ketika masa depan CLARITY Act sedang berada dalam ketidakpastian.
Jika pemerintah, regulator, dan Kongres berhasil mencapai kompromi, peluang CLARITY Act untuk kembali bergerak dapat meningkat. Namun, jika kebuntuan politik berlanjut, peluang RUU tersebut disahkan pada 2026 akan semakin kecil.
0 Comments